Logo BeritaSatu

Komnas HAM: Tak Ada Saksi yang Lihat Brigadir J Todongkan Senjata

Jumat, 5 Agustus 2022 | 17:32 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus memeriksa saksi-saksi terkait peristiwa baku tembak antara Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan Bharada Eliezer Pudihang Lumliu atau Bharada E.

Dikatakan Taufan, masalah krusialnya terkait peristiwa di rumah dinas Ferdy Sambo yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP). Keterangan yang bisa didapatkan hanya keterangan Bharada E yang mendengarkan teriakan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Advertisement

"Tolong Richard (Bharada E) tolong Riki karena ada Riki satu lagi itu, kemudian Richard ini turun ke bawah dia ketemu dengan Yosua," kata Taufan dalam diskusi virtual bertajuk Menguak kasus penembakan Brigadir J, Jumat (5/8/2022).

Dengan demikia, kata Taufan, tidak ada saksi yang menyaksikan Brigadir J menodongkan senjata kepada Putri Candrawathi. Selain itu, Komnas HAM juga belum bisa meyakini apakah terjadi dugaan pelecehan seksual atau tidak.

"Jadi keterangan bahwa selama ini ada keterangan bahwa Yosua sedang menodongkan senjata, dalam keterangan mereka ini tidak ada peristiwa itu. Makanya banyak sekali yang tidak klop antara keterangan yang disampaikan di awal dengan yang sudah kami telusuri," ucapnya.

"Jadi saksi yang menyaksikan penodongan itu tidak ada, makanya kami juga belum bisa meyakini apa terjadi pelecehan seksual atau tidak," kata Taufan menambahkan.

Taufan mengungkapkan, selama ini yang dimintai keterangan baru Bharada E dan diperkuat dengan keterangan Riki yang berada di lantai bawah. Namun, Riki tidak melihat langsung kejadian baku tembak antara Bharada E dengan Brigadir J. Sebagai informasi, Riki merupakan ajudan Ferdy Sambo lainnya.

"Dia katanya melihat Yosua mengacungkan senjata kemudian ketika ada suara tembakan dia sembunyi, jadi dia enggak tahu sebenarnya lawan tembaknya Yosua itu siapa menurut kesaksian dia. Setelah kemudian suara tembakan berhenti baru dia keluar dia lihat Yosua sudah terlungkup kemudian dia lihat Bharada E turun dari tangga," paparnya.

Seperti diberitakan, peristiwa polisi tembak polisi tersebut, menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, terjadi karena Brigadir J memasuki kamar pribadi istri Irjen Pol Ferdy Sambo. Brigadir J diduga melakukan pelecehan serta menodongkan pistol kepada Putri Candrawathi, istri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Putri Candrawathi kemudian berteriak meminta pertolongan. Akibatnya, Brigadir J panik dan keluar kamar. Bharada E yang berada di lantai rumah dinas di kompleks Polri di Duren Tiga Utara 1, Nomor 46, Jakarta Selatan, langsung menghampiri asal teriakan.

Dari batas tangga kurang lebih 10 meter, Bharada E bertanya kepada Brigadir J. Akan tetapi, Brigadir J meresponsnya dengan melepaskan tembakan. Baku tembak pun tak terhindarkan dan berakhir dengan tewasnya Brigadir J.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ketua AEKI Lampung Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Kopi 59,5 ton

Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Lampung, Juprius, ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan kopi seberat 59,5 ton.

NEWS | 13 Agustus 2022

Sidang Tahunan DPR, Puan Ungkap Makna Penggunaan Ornamen Batik

Ketua DPR Puan Maharani mengungkapkan Sidang Tahunan DPR 2022 kali ini akan menggunakan ornamen batik kawung khas Yogyakarta. 

NEWS | 13 Agustus 2022

Advokasi Warga, DPC Ikadin Jaksel Dirikan Posbakum Keliling

DPC Ikadin Jakarta Selatan (Jaksel) memberi bantuan hukum cuma-cuma kepada masyarakat melalui Posbakum keliling. 

NEWS | 13 Agustus 2022

Ini Capres Ideal di Pilpres 2024 Versi Amien Rais

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mengungkap soal capres pada Pilpres 2024. Amien Rais menyebut kriteria pemimpin ideal yang bakal diusung.

NEWS | 13 Agustus 2022

Sebelum Ditangkap KPK, Bupati Pemalang Temui Seseorang di DPR

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo diketahui sempat menemui seseorang di DPR sebelum terjaring OTT KPK pada Kamis (11/8/2022) kemarin. 

NEWS | 13 Agustus 2022

Pansus BLBI DPD: Hentikan Anggaran Subsidi Bunga Obligasi Rekap

Staf Ahli Pansus BLBI DPD, Hardjuno Wiwoho mendesak pemerintah menghapus anggaran pembayaran subsidi bunga obligasi rekap eks BLBI.

NEWS | 13 Agustus 2022

Jadi Tersangka KPK, Bupati Pemalang Diduga Terima Suap Rp 6,2 Miliar

KPK menetapkan Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan. Dia diduga menerima suap sekitar Rp 6,2 miliar.

NEWS | 13 Agustus 2022

DPR Dorong Posyandu Jadi Garda Terdepan Dukung Tumbuh Kembang Anak

Dalam momentum bulan imunisasi anak nasional (BIAN) 2022, DPR mendorong Posyandu menjadi garda terdepan mendukung tumbuh kembang anak. 

NEWS | 12 Agustus 2022

Hasto Kristiyanto Ingatkan Anak Muda untuk Berani Bermimpi

Hasto Kristiyanto mengatakan, Bung Karno sejak muda telah hadir sebagai pemimpin pejuang dan pemimpin visioner.

NEWS | 12 Agustus 2022

Polisi: Salman Rushdie Ditusuk di Leher, Tersangka Ditahan

Polisi negara bagian New York mengatakan, Salman Rushdie menderita luka tusuk di leher ketika dia diserang dan tersangka telah ditahan.

NEWS | 12 Agustus 2022


TAG POPULER

# Puan Maharani


# Pohon Koka


# Brigadir J


# Ferdy Sambo


# Mahfud MD


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ketua AEKI Lampung Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Kopi 59,5 ton

Ketua AEKI Lampung Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Kopi 59,5 ton

NEWS | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings