Logo BeritaSatu

Sudah 3 Kali Jokowi Katakan Kasus Brigadir J Harus Diusut Tuntas

Selasa, 9 Agustus 2022 | 16:47 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Kasus penembakan yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di kediaman Kadiv Propam Irjan Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, dinilai banyak pihak telah mencoreng nama baik Polri. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun tidak menginginkan nama baik Polri yang telah dibangun selama ini rusak begitu saja dengan adanya kasus tersebut.

Ia ingin kasus ini diselesaikan secara hukum dan diusut tuntas. Keseriusannya terhadap penyelesaian kasus ini disampaikan Presiden Jokowi hingga 3 kali di berbagai kegiatan yang dilakukan.

Pernyataan pertama, disampaikan Jokowi saat mengunjungi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022). Ia meminta peristiwa baku tembak dua anggota polisi harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Saat itu, Jokowi hanya memberikan pernyataan yang singkat saja.

“Proses hukum harus dilakukan,” tegas Jokowi saat itu.

Pernyataan itu dilontarkan Jokowi setelah 4 hari kasus itu terjadi. Peristiwa baku tembak antarpolisi yang menewaskan Brigadir J terjadi pada Jumat (8/7/2022).

Pernyataan kedua, diungkapkan Jokowi untuk menanggapi penemuan rekaman kamera televisi sirkuit tertutup (CCTV) di sepanjang jalan sekitar di rumah dinas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan oleh Tim Khusus Bareskrim Polri.

Jokowi yang sedang mengunjungi Taman Komodo Nasional di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/7/2022), meminta Polri dan jajarannya segera mengusut tuntas kasus itu. Ia memerintahkan penanganan kasus tersebut dibuka dan tidak boleh ditutup-tutupi.

“Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas. Buka apa adanya. Jangan ditutup-tutupi. Transparan, sudah,” tegas Jokowi seusai

Hal itu sangat penting agar tidak ada lagi keragu-raguan masyarakat terhadap kinerja Polri. Menurut Jokowi, kepercayaan masyarakat yang cukup tinggi kepada Polri harus terus dijaga. Karena itu, kasus tersebut harus benar-benar dilakukan secara terbuka

“Itu penting agar masyarakat, tidak ada keragu-raguan terhadap peristiwa yang ada. Ini yang harus dijaga, kepercayaan publik terhadap Polri harus kita jaga,” ujar Jokowi.

Pernyataan ketiga, diucapkan Jokowi seusai meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (9/8/2022).

Ketika ditanya awak media, bahwa Polri akan segera mengumumkan tersangka baru yang ketiga pada hari ini, lagi-lagi Jokowi meminta Polri segera mengusut tuntas kasus tersebut. Ia memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak ragu-ragu untuk menyelesaikan kasus penembakan tersebut.

“Iya sejak awal kan saya sampaikan usut tuntas. Jangan ragu-ragu, jangan ada yang ditutup-tutupi. Ungkap kebenaran apa adanya, ungkap kebenaran apa adanya,” tegas Jokowi.

Lagi, Jokowi menegaskan ia tidak ingin kasus penembakan Brigadir J ini menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Karena hal yang paling penting bagi Jokowi ada citra Polri tetap terjaga dengan baik.

“Sehingga, jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Itu yang paling penting. Citra Polri apapun tetap harus kita jaga,” ungkap Jokowi.

Hingga saat ini, Polri telah menetapkan 2 tersangka, yaitu Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dan ajudan istri Irjen Ferdy Sambo yaitu Brigadir Ricky.

Brigadir Ricky disangkakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Pasal tersebut mengatur perihal pembunuhan berencana.

Selain Brigadir Ricky, Bharada E telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka di kasus tewasnya Brigadir J. Bharada E disangkakan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Pasal ini berbeda dengan dengan yang disangkakan kepada Brigadir RR.

Bharada E dan Brigadir Ricky ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan polisi yang dilayangkan oleh pihak keluarga Brigadir J yakni terkait dugaan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP juncto 338 junto 351 ayat 3 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Perubahan Jam Kerja di DKI, Bogor Ingin Ada Kajian Bersama

Pemkot Bogor ingin ada kajian bersama dengan daerah penyangga terkait rencana perubahan jam kerja sebagai upaya mengatasi kemacetan di DKI.

NEWS | 25 September 2022

Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Guncang Melonguane Sulawesi Utara

Gempa bumi dengan magnitudo 5,5 yang mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara itu terjadi pukul 18.16.33 WIB.

NEWS | 25 September 2022

MAKI: Lukas Enembe Cukup Sehat Jalani Pemeriksaan KPK

MAKI menilai Gubernur Papua Lukas Enembe cukup sehat sehingga dapat menjalani pemeriksaan yang diagendakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NEWS | 25 September 2022

Tak Masuk Prolegnas, Ini Pasal Kontroversial RUU Sisdiknas

RUU Sisdiknas batal masuk dalam Prolegnas prioritas tahun 2022, berikut berbagai pasal kontroversial yang tercantum di dalamnya.

NEWS | 25 September 2022

Kasus Lukas Enembe, KSP Tegaskan Tak Ada Kaitan dengan Politik

Tenaga Ahli Utama KSP Theo Litaay menegaskan kasus Lukas Enembe murni kasus hukum dan tak ada kaitannya dengan masalah politik.

NEWS | 25 September 2022

Cerita Rektor UGM Saat Jadi Mahasiswa Almarhum Samekto

Rektor UGM Ova Emilia menceritakan kisahnya saat masih menjadi mahasiswa almarhum Samekto Wibowo. 

NEWS | 25 September 2022

Mendag Zulhas Usulkan Rp 100 Triliun Serap Hasil Petani

Mendag Zulkifli Hasan mengusulkan anggaran sebesar Rp 100 triliun per tahun untuk menyerap komoditas bahan pokok hasil para petani.

NEWS | 25 September 2022

32 Pasien Covid-19 Jalani Perawatan di RSDC Wisma Atlet

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Minggu (25/9/2022) tersisa 32 orang.

NEWS | 25 September 2022

Puisi Terakhir Karya Prof Samekto Dibacakan, Pelayat Menitikkan Air Mata

Saat puisi terakhir karya Prof Samekto dibacakan, para pelayat menitikkan air mata. Samekto Wibowo meninggal karena terseret ombak.

NEWS | 25 September 2022

Guru Besar UGM Meninggal Terseret Ombak, Ini Imbauan BNPB

Terkait periwisata guru besar UGM yang meninggal terseret ombak, BNPB mengingatkan masyarakat terkait keamanan berwisata di pantai.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Romelu Lukaku Tak Berpikir untuk Kembali ke Chelsea

Romelu Lukaku Tak Berpikir untuk Kembali ke Chelsea

BOLA | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings