Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kabareskrim: Kecil Kemungkinan Brigadir J Lecehkan Istri Ferdy Sambo

Rabu, 10 Agustus 2022 | 13:09 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / BW
Agus Andrianto.

Jakarta, Beritasatu.com - Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, aksi dugaan pelecehan seksual Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, kecil kemungkinan terjadi.

"Kalau (Pasal) 340 diterapkan, kecil kemungkinannya itu (pelecehan oleh Brigadir Yosua)," kata Agus kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022).

Sebelumnya, rilis awal kepolisian menyebutkan bahwa Brigadir J tewas akibat ditembak Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E. Sebelumnya, Bharada E mendengar teriakan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang diduga telah dilecehkan oleh Brigadir J.

Diketahui dalam kasus ini, Polri menetapkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J. Diketahui, Brigadir J tewas di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.

''Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara, dan timsus telah memutuskan menetapkan saudara FS (Ferdy Sambo) sebagai tersangka," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Meskipun demikian, Sigit belum mengungkapkan motif pembunuhan Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo. Dia memastikan proses pengusutan akan terus dilakukan sehingga akan mengungkap motif maupun hal lainnya secara komprehensif. “Motif masih pendalaman,” tegas Sigit.

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, Ferdy Sambo maupun tiga tersangka lainnya berinisial RE (Richard Eliezer) RR (Ricky Rizal), dan Kuwat dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

"Dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun," ujar Agus.

Motif
Sementara itu, motif kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih belum terungkap dan terus didalami oleh polisi.

Pengacara atau kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, motif pembunuhan berencana terhadap Brigadir J hanya dapat dipahami oleh orang-orang yang dekat dengan Tuhan.

"Motifnya sudah terungkap, hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang dekat dengan Tuhan, kalau dia tidak punya kedekatan dia sulit memahami," kata Kamaruddin saat dihubungi wartawan, Rabu (10/8/2022).

Di sisi lain, Kamaruddin menduga kliennya telah mendapatkan ancaman pembunuhan satu pekan sebelum kematiannya, yaitu pada 1-7 Juli 2022.

"Karena almarhum ini sangat disayang oleh bapak dan ibu, dianggap atau diangkat sebagai anaknya atau diperlakukan sebagai anaknya membuat yang lain cemburu, sehingga timbul gesekan-gesekan atau pengaduan yang tidak benar," ucapnya.

Tidak hanya itu, Kamaruddin juga menduga ada pelanggaran hukum yang terjadi antara pelaku pembunuhan. Sehingga, Brigadir J dianggap akan membocorkan informasi.

"Ada dugaan juga perbuatan melawan hukum di antara mereka, sehingga dianggap sebagai whistleblower atau pemberi kesaksian, almarhum ini, sehingga dia dihabisi," tutur Kamaruddin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI