Logo BeritaSatu

IRRI dan Akademisi Apresiasi Survei Cadangan Beras Nasional

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:59 WIB
Oleh : JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Ilmuwan Laison Scientist dari International Rice Research Institute (IRRI Representatif) Indonesia, Hasil Sembiring merespon positif survei cadangan beras nasional 2022 (SCBN22) yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pusat Statistik (BPS) selama masa tanam dan panen tahun ini.

Angka hasil survei SCBN mencatat stok beras April 2022 sebesar 10,15 juta ton dan setiap hari dan bulan ada panen dengan kondisi harga stabil.

Menurut Hasil, survei tersebut merupakan jawaban pasti terhadap berbagai polemik data yang selama ini menjadi persoalan. Dia mengapresiasi karena stok dan ketersediaan beras nasional sampai bulan April 2022 dalam keadaan cukup dan pemerintah juga mampu menjaga harga dengan stabil.

"Saya pikir ini prestasi besar dari jajaran Kementan yang menginisiasi informasi perbatasan kita sehingga para pembuat keputusan itu bisa membuat keputusan yang tepat," ujar Hasil, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (10/8/2022).

Sebagaimana diketahui, BPS memastikan stok beras pada 30 April 2022 mencapai 10,15 juta ton. Stok tersebut merupakan stok yang paling tinggi apabila dibandingkan dengan periode lainnya berdasarkan survei konversi beras. Adapun stok beras yang ada di rumah tangga pada periode Maret-Juni masing-masing sekitar 6 juta ton beras.

Jadi, stok beras terbesar yang ada saat ini masih disimpan dalam bentuk gabah kering panen dan gabah kering giling. Jika dikonversi ke beras jumlahnya sekitar 6 juta ton. Stok tersebut disimpan dalam bentuk beras pada periode Maret-Juni yang masing-masing sebanyak 3 juta ton.

Hasil menjelaskan penghitungan beras dengan menggunakan metode kerangka sample area (KSA) merupakan penghitungan yang tepat dan tidak diragukan validitasnya. Karena itu, Hasil mendorong agar survei ini bisa dilakukan secara berkelanjutan baik pada masa tanam maupun panen.

"Kalau bisa frekuensi surveinya ditambah agar kita bisa menghitung berapa produksi yang dilakukan. Menurut saya ini harus lakukan lebih sering dan bila perlu per pulau atau per provinsi sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat ke depannya," terangnya.

Guru Besar Universitas Lampung, Bustanul Arifin juga menyambut baik survei SCBN 2022 ini. Menurutnya, survei tersebut bisa menjadi panduan awal dalam melakukan produksi ke depan. Meski demikian, sebaiknya, kata Bustanul, Indonesia mulai mendiversifikasi pangan lokal dan mengkonsumsinya secara baik dan merata di seluruh Indonesia, mengingat konsumsi beras nasional masih terbilang tinggi.

"Saya melihat data yang disampaikan Bapak Deputi BPS bahwa beras yang disimpan masyarakat itu sangat besar dan sangat dominan. Inilah saatnya kita juga memperbesar porsi diversifikasi pangan lokal," katanya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi Dan Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Ali Muso memastikan survei keseluruhan yang dilakukan Kementan dan BPS merupakan pijakan penting dalam mengambil keputusan baik di pusat maupun di daerah. Perpadi tidak meragukan data yang dikeluarkan sehingga survei semacam ini bisa dilakukan secara lebih rutin dengan mengikuti setiap musim panennya.

"Apalgi dia melihat panen beras terjadi setiap bulan dan produksi nasional tumbuh dengan baik. Yang pasti penggilingan padi dan pengusaha beras Indonesia menyambut baik atas keluarnya data Kementan dan BPS dalam rangka melihat stok di lapangan. Data ini sebenarnya data yang ditunggu oleh semua pihak," katanya.

"Saran kami tentunya perlu dilakukan dalam satu tahun beberapa kali survei, khususnya dalam beberapa bulan ke depan, dimana ada pelaksanaan panen. Di sisi lain, saya bersyukur, Alhamdulillah sampai hari ini tidak terjadi gejolak harga karena semuanya terkendali," pinta Sutarto.

Bersamaan, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Andi Trisyono pun menyampaikan terima kasih atas hasil survei yang dilakukan Kementan dan BPS. Dia melihat, data ini telah meyakinkan banyak orang dalam menentukan produksi yang lebih besar. Apalagi, Indonesia memiliki perangkat teknologi dan mekanisasi yang bisa mendukung peningkatan produksi.

"Terus terang perasaan yang senang karena hasil survei dilakukan dengan baik sehingga saya dan juga masyarakat Indonesia mengetahui kondisi perbatasan kita," katanya.

Dekan Pertanian Universitas Sebelas Maret, Samanhudi mengapresiasi kinerja pertanian Indonesia yang mampu meningkatkan produksi beras nasional sehingga dalam kurun waktu tiga tahun Indonesia sudah tidak melakukan impor.

"Saya memberikan apresiasi kepada kinerja Kementan sehingga dalam tiga tahun ini Indonesia sudah tidak impor beras. Saya kira ini prestasi yang sangat luar biasa. Jadi kami sebagai insan perguruan tinggi menyambut baik Kerjasama yang dilakukan ini," katanya.

Samanhudi menambahkan, survei cadangan beras nasional yang dilakukan ini harus menjadi pijakan bersama baik pusat maupun daerah. Data ini secara umum sangat valid karena sudah menggunakan kerangka sample area.

"Data cadangan berat kita ini sangat valid dan sudah tidak ada lagi perbedaan. Jadi jangan lagi ada kebingungan dan jangan ada keraguan. Semua sudah jelas stok kita aman dan terkendali," katanya.

Perlu diketahui, produksi beras nasional pada tahun 2019 mencapai 31,31 juta ton, meningkat di tahun 2020 menjadi 31,36 juta ton dan di tahun 2021 sebesar 31,33 juta ton. Di sisi lain, ekspor pertanian dari tahun ke tahun juga mengalami kenaikan yang diikuti kenaikan NTP maupun NTUP.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ukraina Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Bersama di Piala Dunia 2030

Ukraina akan bergabung dengan Spanyol dan Portugal dalam upaya mereka untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030.

NEWS | 4 Oktober 2022

Uji Rudal Korut ke Wilayah Jepang,Warga Sempat Diminta Berlindung

Korut menembakkan rudal balistik menuju ke wilayah Jepang pada Selasa (4/10/2022), memicu peringatan bagi penduduk untuk berlindung.

NEWS | 4 Oktober 2022

Pencuri Brankas Kafe Menyamar dengan Pakai Daster Tetangga

Seorang pencuri melakukan aksinya dengan menyamar sebagai perempuan dengan menggunakan daster milik tetangga.

NEWS | 4 Oktober 2022

Sepanjang 2022, 1.153 Orang Tewas Kecelakaan di Sumut

Polda Sumut mencatat, sebanyak 1.153 orang meninggal dunia dari 4.306 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sumatera Utara.

NEWS | 4 Oktober 2022

Gara-Gara Tragedi Kanjuruhan, Pos Polisi di Makassar Nyaris Dibakar

Pos polisi di Makassar hendak dibakar dan diduga terkait dengan tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan lebih seratus orang.

NEWS | 4 Oktober 2022

Riset Gen Manusia Purba, Svante Paabo Diganjar Hadiah Nobel Kedokteran 2022

Ilmuwan Svante Paabo memenangkan Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran 2022 untuk riset gen manusia purba.

NEWS | 4 Oktober 2022

Buntut Konten Prank KDRT, Baim Wong Dilaporkan ke Polisi

Baim Wong dan Paula Verhoeven dilaporkan ke Polres Metro, Jakarta Selatan terkait konten prank KDRT yang dibuat keduanya.

NEWS | 3 Oktober 2022

Santri Dukung Ganjar Gelar Maulid Nabi di Jakarta

Santri Dukung Ganjar mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa bersama untuk Ganjar Pranowo dan Indonesia di Jakarta Utara.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragis, Tragedi Kanjuruhan Buat Alfiansyah Jadi Yatim Piatu

Peristiwa tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) memaksa bocah 11 tahun M Alfiansyah menjadi anak yatim piatu.

NEWS | 3 Oktober 2022

Kasus KDRT Rizky Billar Naik ke Penyidikan

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Rizky Billar terhadap istrinya, Lesti Kejora, naik ke penyidikan dari penyelidikan.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Emas Naik karena Penurunan Dolar, Perak Melompat 7%

Harga Emas Naik karena Penurunan Dolar, Perak Melompat 7%

EKONOMI | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings