Logo BeritaSatu

KPK Jelaskan Enggan Adili Surya Darmadi secara In Absentia

Rabu, 10 Agustus 2022 | 23:28 WIB
Oleh : FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan tidak mengambil opsi untuk menyidangkan pemilik PT Darmex/PT Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng secara in absentia atau proses pengadilan tanpa dihadiri terdakwa.

KPK telah menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka pemberi suap dalam kasus dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan tahun 2014.

"Yang harus dipahami ini ada dua perkara yang berbeda. Pertama, adalah pasal 2, pasal 3 yang kita bicarakan adalah kerugian keuangan negara. Tentu di sana ada pemulihan kerugian keuangan negara melalui aset-asetnya. Kemudian kedua, yang ditangani KPK ini kan berhubungan dengan perkara suap, kemudian diduga sebagai pemberi suap," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di Gedung Rupbasan KPK, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (10/8/2022).

Sementara itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) juga menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi lahan sawit seluas 37.095 hektare bersama mantan Bupati Indragiri Hulu (Inhu) Raja Thamsir Rahman. Surya Darmadi dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi tentang Kerugian Negara.

"Kami tidak berbicara mengenai kerugian keuangan negara tentunya. Nah in absentia itu bisa dilakukan kalau kemudian ujungnya ada perampasan hasil tindak pidana korupsi yang ditimbulkan, hasil kerugian keuangan negara yang tadi itu. Artinya, ketika kemudian diputus oleh pengadilan memang kemudian optimalisasi asset recovery bisa dilakukan ketika pada pasal 2, pasal 3," ucap Ali.

Sedangkan dalam pasal suap, ia mengatakan yang akan dituntut dengan uang pengganti hanya penerima suap.

"Berbeda dengan pasal suap, apalagi pemberi suap yang kemudian dituntut untuk uang pengganti ini kan penerima suap karena dia menikmati sebagai koruptor yang menikmati dan menerima, maka kemudian dirampasnya dengan cara uang pengganti, dituntut uang pengganti," ucap Ali.

"Tetapi untuk pemberi apakah kemudian uangnya dikembalikan, tentunya tidak. Ini yang kemudian KPK sejauh ini tidak mengambil opsi in absentia karena pasal-pasalnya, pasal suap, berbeda dengan pasal 2, pasal 3 yang itu bisa dilakukan penyitaan aset kemudian ketika diputus di pengadilan bisa dilakukan eksekusi dan sebagainya," kata dia.

Sebelumnya, KPK telah memasukkan Surya Darmadi ke dalam status daftar pencarian orang (DPO) sejak 2019.

"Iya itu DPO sudah cukup lama oleh KPK dan sudah ada penjelasan dari NCB Interpol itu masih masuk di daftar (DPO) sehingga saya kira statusnya saat ini masih jadi DPO, masih jadi buron," ujar Ali.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tersisa 25

Pasien Covid-19 yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini Kamis (29/9/2022) tersisa 25 orang.

NEWS | 29 September 2022

Komnas HAM Sebut Kondisi Kesehatan Lukas Enembe Tak Baik

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyatakan bahwa kondisi kesehatan bapak Lukas Enembe sedang tidak dalam keadaan baik.

NEWS | 29 September 2022

Ini Obrolan Lukas Enembe dengan Direktur Penyidikan KPK

Komnas HAM mengungkapkan isi obrolan antara Direktur Penyidikan KPK dengan Lukas Enembe melalui sambungan telepon.

NEWS | 29 September 2022

AS Kerahkan F-15 untuk Jatuhkan Pesawat Tak Berawak Iran

AS mengerahkan jet tempur F-15 untuk menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak Iran yang tampaknya menuju pasukan AS di Erbil, Irak.

NEWS | 29 September 2022

Presiden Jokowi Pastikan Pemulihan Ekonomi Indonesia Kuat

Presiden Jokowi menyatakan, pemulihan ekonomi Indonesia relatif kuat dibandingkan negara-negara G-20 lainnya.

NEWS | 29 September 2022

Komunitas Pasien Cuci Darah Dorong Transformasi Kesehatan

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia mendorong adanya upaya transformasi kesehatan di Indonesia.

NEWS | 29 September 2022

Komisi Yudisial Pastikan Bakal Awasi Sidang Ferdy Sambo

KY memastikan memantau dan mengawasi persidangan perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dkk.

NEWS | 29 September 2022

Pria Israel Miliki Tingkat Terendah untuk Alami Kanker Prostat

Pria-pria di Israel memiliki salah satu tingkat terendah untuk mengalami kanker prostat dibandingkan dengan negara-negara lain di seluruh dunia.

NEWS | 29 September 2022

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi di G-20

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang tertinggi pada kelompok negara G-20.

NEWS | 29 September 2022

Disebut Jadi "Kuda Hitam" 2024, Erick Thohir: Hasil Kerja Adalah Pencitraan Terbaik

Menteri BUMN Erick Thohir digadang-gadang bakal menjadi kuda hitam di Pilpres 2024, namun memilih untuk terus bekerja. 

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tersisa 25

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tersisa 25

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings