Logo BeritaSatu

Kasus Brigadir J, Indikasi Pelanggaran HAM Sangat Kuat

Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:27 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Indikasi adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) pada kasus tewasnya Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J disebut sangat kuat. Hal itu mengingat, Komnas HAM memperoleh adanya indikasi kuat terkait menghalangi proses penyidikan.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menegaskan, menghalangi proses penyidikan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM. Diketahui, dalam kasus itu Polri telah menetapkan sejumlah tersangka, termasuk Irjen Ferdy Sambo.

"Kalau pertanyaannya apakah proses saat ini ditemukan indikasi pelanggaran HAM terkait obstruction of justice? Indikasinya sangat kuat," ujar Anam di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Dari temuan yang diperoleh Komnas HAM, indikasi menghalangi penyidikan terdapat pada adanya perusakan di TKP dan pengaburan kesaksian. Namun demikian, Anam belum dapat menyampaikan kesimpulan akhir terkait indikasi tersebut.

Baca selanjutnya
"Apakah itu terjadi? Kami belum bisa simpulkan, namun indikasinya kuat terjadi ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Kumulatif dan Suspek Covid-19 sampai 28 September 2022

Infografik tentang data jumlah kasus kumulatif dan suspek Covid-19 di Indonesia sampai tanggal 28 September 2022.

NEWS | 28 September 2022

Data Kematian Covid-19 di Indonesia sampai 28 September 2022

Infografik tentang data jumlah kematian Covid-19 di Indonesia sampai dengan tanggal 28 September 2022.

NEWS | 28 September 2022

Rugikan Rp 106 Triliun, Kasus KSP Indosurya Timbulkan Kerugian Terbesar

Berdasarkan analisis PPATK, nominal kerugian Rp 106 triliun yang diderita para korban KSP Indosurya adalah yang terbesar di Indonesia. 

NEWS | 28 September 2022

Eks Pegawai KPK Harap Febri Diansyah-Rasamala Tak Bela Sambo

Yudi Purnomo berharap Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang mengubah keputusan untuk tidak membela Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

NEWS | 28 September 2022

Daewoong Foundation Gandeng ITB Dirikan Lembaga Penelitian Farmasi Mutakhir

Ini sebagai upaya Daewoong Foundation untuk membina bakat penelitian untuk pengembangan penelitian farmasi di Indonesia.

NEWS | 28 September 2022

Pengacara Ungkap Putri Candrawathi Tidak Siap Ditahan

Pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Arman Hanis mengungkapkan bahwa kliennya Putri Candrawathi tidak siap untuk ditahan.

NEWS | 28 September 2022

Ibas Tegaskan SBY Bukan Golden Boy of America

Ibas menegaskan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan golden boy of America atau anak emas Amerika Serikat (AS).

NEWS | 28 September 2022

Presiden Jokowi Memberikan Handphone Baru untuk Sabrila

Sabrila, pelajar SMA Negeri 1 Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sultra mendapatkan  sebuah handphone baru dari Presiden Joko Widodo.

NEWS | 28 September 2022

Platform Kampus Merdeka Ternyata Dibuat Oleh Shadow Team

Shadow team yang dibentuk Mendikbudristek Nadiem Makarim membantu menciptakan berbagai aplikasi untuk pendidikan.

NEWS | 28 September 2022

Arab Saudi Sita 765.000 Tablet Amfetamin di dalam Semangka

Pihak berwenang Arab Saudi berhasil menyita 765.000 tablet amfetamin yang disembunyikan dalam buah semangka yang dikirim ke Riyadh.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ombudsman Tekankan Pentingnya Regulasi Pembatasan Distribusi BBM

Ombudsman Tekankan Pentingnya Regulasi Pembatasan Distribusi BBM

EKONOMI | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings