Logo BeritaSatu

Berbeda Jalan Adili Surya Darmadi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 10:02 WIB
Oleh : Muhammad Aulia, Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memburu pemilik PT Darmex Group/ Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng. KPK sudah tiga tahun mencari keberadaan bos produsen minyak goreng dengan merek Palma itu. Kedua lembaga penegak hukum memiliki kepentingan yang sama. Mengadili Surya Darmadi atas kasus korupsi.

Kejagung menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group di Indragiri Hulu, Riau. Tak hanya itu, Apeng juga dijerat ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kejagung juga menjerat Raja Thamsir Rachman selaku Bupati Indragiri Hulu periode 1999-2008 dalam kasus dugaan korupsi penyerobotan lahan.

Kasus ini bermula saat Raja Thamsir Rahman menerbitkan izin lokasi dan usaha perkebunan di daerahnya pada lahan seluas 37.095 hektare kepada lima perusahaan anak usaha PT Duta Palma Group milik Surya Darmadi secara melawan hukum. Kelima perusahaan itu, yakni PT Panca Agro Lestari, PT Palma Satu, PT Seberida Subur, PT Banyu Bening Utama, dan PT Kencana Amal Tani.

"Izin usaha lokasi dan izin usaha perkebunan dipergunakan oleh SD (Surya Darmadi) dengan tanpa izin pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan serta tanpa adanya hak guna usaha dari Badan Pertanahan Nasional (BPN)," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam keterangan pers melalui video, dikutip Selasa (2/8/2022).

Apeng telah memanfaatkan kawasan hutan untuk membuka perkebunan kelapa sawit serta memproduksinya. Tak tanggung-tanggung, ulah korup Surya Darmadi diduga menimbulkan kerugian negara hingga mencapai Rp 78 triliun.

Berbeda Jalan Adili Surya Darmadi
Grafis Lima Kasus Korupsi dengan Kerugian Terbesar.

"Membuka perkebunan kelapa sawit dan memproduksi sawit yang menimbulkan kerugian keuangan negara dan perekonomian negara berdasarkan hasil perhitungan ahli dengan estimasi kerugian sebesar Rp 78 triliun," tutur Burhanuddin.

Secara nominal, kerugian keuangan negara dalam kasus korupsi yang menjerat Surya Darmadi memang masih kalah dibanding skandal BLBI yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 130 triliun. Namun, perlu dicatat, kerugian keuangan negara dalam skandal BLBI melibatkan sekitar 48 bank. Sementara, dugaan korupsi penyerobotan lahan di Riau hanya menyangkut Surya Darmadi dan sejumlah perusahaannya. Dengan demikian, dapat dikatakan korupsi yang yang menjerat Surya Darmadi merupakan kasus dengan kerugian keuangan terbesar sepanjang sejarah di Indonesia.

Baca selanjutnya
Ditambah lagi sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung, Surya Darmadi sudah ...


hal 1 dari 5 halaman

Halaman: 12345selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Demokrat Minta Hasto PDIP Hentikan Sebar Hoaks Pemilu 2009 Curang

Partai Demokrat minta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan jajarannya diminta tidak lagi menyebarkan hoaks terkait Pemilu 2009 curang.

NEWS | 25 September 2022

Ungkap Kesamaan PDIP dengan PKB, Puan: Partai Wong Cilik

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengungkapkan adanya kesamaan antara pihaknya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

NEWS | 25 September 2022

Santri di Palembang Gelar Istigasah untuk Kesuksesan Ganjar pada Pilpres 2024

Masyarakat dan para santri di Ponpes Sultan Mahmud Badaruddin di Kota Palembang, Sumatera Selatan menggelar istigasah dan selawat akbar.

NEWS | 25 September 2022

Tokoh Pemuda Papua Dukung KPK Tuntaskan Kasus Korupsi Lukas Enembe

Tokoh Pemuda Papua, Martinus Kasuay mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Menuntaskan kasus dugaan korupsi Gubernur Papua, Lukas Enembe.

NEWS | 25 September 2022

Tiongkok Gunakan Robot untuk Uji Bom di Pesawat Hipersonik

Tiongkok menggunakan robot untuk menguji bom ddi pesawat hipersonik. Peneliti telah mengembangkan sistem captive trajectory system (CTS)

NEWS | 25 September 2022

RUU Sisdiknas Perlu Pokja Nasional Libatkan Akademisi

Tim pokja nasional RUU Sisdiknas perlu dibekali surat keputusan penugasan resmi dari Kemendikbudristek.

NEWS | 25 September 2022

Soal Peluang Duet dengan Puan, Cak Imin Tanya Prabowo Dulu

Cak Imin menjelaskan perlu bertanya lebih dahulu ke Prabowo Subianto soal peluang duet antara Puan Maharani dengan dirinya di Pemilu 2024.

NEWS | 25 September 2022

Pertemuan Puan dan Cak Imin Hari Ini Capai Kesepakatan

Puan Maharani dab Muhaimin Iskandar atau Cak Imin hari ini melakukan pertemuan, dan mereka mencapai satu kesepakatan.

NEWS | 25 September 2022

Soal Dewan Kolonel, Puan Minta Kader Fokus Temui Masyarakat

Ketua DPP PDIP Puan Maharani enggan menanggapi lebih lanjut berkaitan dengan pembentukan Dewan Kolonel oleh sejumlah anggota fraksi di internalnya.

NEWS | 25 September 2022

Menlu Pakistan Minta Taliban Tidak Menindas Kaum Perempuan

Menlu Pakistan Bilawal Bhutto Zardari memperingatkan Taliban agar tidak mengejar kebijakan yang menindas terhadap kaum perempuan.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ungkap Kesamaan PDIP dengan PKB, Puan: Partai Wong Cilik

Ungkap Kesamaan PDIP dengan PKB, Puan: Partai Wong Cilik

NEWS | 3 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings