Logo BeritaSatu

Atasi HIMARS, Rusia Kembangkan Taktik Baru di Ukraina

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 13:54 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Moskwa, Beritasatu.com- Rusia sedang mengembangkan taktik baru untuk mengatasi dampak Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) yang dipasok Amerika Serikat (AS). Seperti dilaporkan Newsweek, Kamis (11/8/2022), pejabat Ukraina mengatakan HIMARS telah membuat pasukan Rusia dalam keadaan putus asa.

Oleksiy Danilov, sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, mengatakan kepada Sky News dalam satu wawancara yang diterbitkan Kamis bahwa taktik baru ini disebut sebagai "dispersi."

"Mereka sekarang mengurangi penumpukan amunisi dan sebagainya. Tapi itu tidak membantu mereka," katanya.

HIMARS AS di Ukraina, 16 unit di antaranya telah dikirim ke negara yang dilanda perang sejauh ini. HIMARS telah mendapat perhatian dalam beberapa pekan terakhir karena keberhasilan dilaporkan dalam serangan terhadap Rusia.

Lusinan depot amunisi Rusia termasuk di antara target yang dilaporkan dihancurkan Ukraina, menjelaskan mengapa Rusia mungkin mencoba untuk membubarkan amunisinya.

Newsweek tidak dapat secara independen memverifikasi taktik baru Rusia untuk melawan serangan HIMARS. Kementerian pertahanan Rusia dan Ukraina telah dihubungi untuk konfirmasi dan komentar.

Menurut pabrikan HIMARS Lockheed Martin, sistem tersebut memiliki jangkauan "yang diakui dan terbukti" hingga 300 kilometer, setara dengan sekitar 186 mil, dan dapat menghasilkan "serangan presisi jarak jauh yang cepat." Perusahaan menyatakan bahwa amunisi dalam pengembangan akan dapat menawarkan jangkauan yang lebih besar dari 499 kilometer, sekitar 310 mil, pada masa depan.

Kepada Sky News, Danilov mengatakan bahwa tentara Rusia "takut" dengan senjata tersebut.

"Pertama, mereka tidak tahu dari mana rudal itu akan terbang, mereka tidak bisa mencegatnya. Mereka jatuh ke kondisi kebingungan," katanya.

"Keberhasilan Ukraina dengan HIMARS adalah 'tak terduga' untuk Rusia, dan roket itu telah mendapatkan begitu banyak ketenaran dalam perang bahwa akronim adalah sinonim untuk kata 'kematian," kata Danilov.

Pejabat AS dan Ukraina telah berulang kali menggembar-gemborkan efektivitas HIMARS terhadap target Rusia.

Paket bantuan keamanan AS terbaru ke Ukraina, yang bernilai US$ 1 miliar (Rp 14,6 triliun), termasuk amunisi HIMARS tambahan.

Dalam rilis Pentagon pada Senin yang merinci isi paket, Colin Kahl, wakil menteri pertahanan untuk kebijakan, menjelaskan bahwa Ukraina telah berhasil memanfaatkan jenis amunisi HIMARS, Sistem Roket Peluncuran Berganda Terpandu (GMLRS), melawan Rusia.

"Amunisi itu sendiri, GMLRS ini memiliki efek yang sangat besar. Ini adalah hulu ledak seberat 200 pon, ini setara dengan serangan udara, sejujurnya—serangan udara berpemandu presisi. Ini adalah amunisi berpemandu GPS. Mereka sangat efektif dalam menghantam benda-benda yang sebelumnya sulit dipukul dengan andal oleh Ukraina,” ujar Kahl.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Iran Ancam Respons Balasan untuk Ukraina setelah Dubes Diusir

Iran menjanjikan respons balasan yang tepat untuk Ukraina atas tindakan pengusiran duta besarnya.

NEWS | 25 September 2022

Wapres Ma'ruf Amin Akan Hadiri Pemakaman Shinzo Abe

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berangkat ke Tokyo, Jepang, untuk menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan mantan PM Jepang Shinzo Abe.

NEWS | 25 September 2022

Uni Eropa Yakin Putin Tak Menggertak Soal Senjata Nuklir

Uni Eropa (UE) meyakini Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menggertak soal senjata nuklir.

NEWS | 25 September 2022

PSI: Anies Baswedan Belum Selesaikan PR Banjir dan Macet

Partai Solidaritas Indonesia meminta Anies segera selesaikan permasalahan DKI Jakarta seperti banjir dan macet.

NEWS | 25 September 2022

Buktikan Kondisi Kesehatan, KPK Minta Lukas Enembe Berikan Catatan Medis

KPK meminta Gubernur Papua Lukas Enembe untuk menyerahkan catatan medis yang menjelaskan kondisi kesehatannya.

NEWS | 25 September 2022

Israel Akan Memasok Sistem Pertahanan Udara ke UEA

Israel akan memasok sistem pertahanan udara ke Uni Emirat Arab (UEA). sistem pertahanan udara SPYDER akan meningkatkan kemampuan UEA

NEWS | 25 September 2022

Pertemuan dengan Cak Imin, Puan Maharani Tiba di TMP Kalibata

Agenda dari kedatangan Puan Maharani ke TMP Kalibata adalah menjalani pertemuan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

NEWS | 25 September 2022

Jelang Pertemuan Puan Maharani-Cak Imin, Sejumlah Politisi Tiba di TMP Kalibata

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengagendakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

NEWS | 25 September 2022

UGM Akan Gelar Penghormatan Terakhir untuk Samekto Wibowo

UGM akan memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum Prof. Dr. dr. Samekto Wibowo yang meninggal dunia akibat terseret ombak.

NEWS | 25 September 2022

Rumor Kudeta Tiongkok Bermula dari Pembatalan 6.000 Penerbangan

Rumor kudeta Tiongkok dan Presiden Xi Jinping tahanan rumah bermula dari pembatalan 6.000 penerbangan domestik dan internasional.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
BBM Naik Bukan Hambatan Wisatawan, Jalur Puncak Tetap Macet

BBM Naik Bukan Hambatan Wisatawan, Jalur Puncak Tetap Macet

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings