Menkes Ukraina Tuduh Rusia Blokir Akses Obat-obatan

Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Sabtu, 13 Agustus 2022 | 20:12 WIB
Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan obat-obatan kepada rumah sakit di Kyiv, Ukraina, Rabu, 29 Juni 2022.
Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan obat-obatan kepada rumah sakit di Kyiv, Ukraina, Rabu, 29 Juni 2022. (BPMI Setpres)

Kyiv, Beritasatu.com - Menkes Ukraina menuduh pihak berwenang Rusia melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan memblokir akses ke obat-obatan yang terjangkau di daerah-daerah yang telah diduduki pasukannya sejak menginvasi negara itu lima setengah bulan lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, Menkes Ukraina Viktor Liashko mengatakan pihak berwenang Rusia berulang kali telah memblokir upaya untuk menyediakan obat-obatan yang disubsidi negara kepada orang-orang di kota-kota dan desa-desa yang diduduki.

"Sepanjang enam bulan perang, Rusia tidak (mengizinkan) koridor kemanusiaan yang layak sehingga kami dapat menyediakan obat-obatan kami sendiri kepada pasien yang membutuhkannya," kata Liashko, berbicara di Kementerian Kesehatan di Kyiv Jumat (12/8/2022) malam.

"Kami percaya bahwa tindakan ini diambil dengan niat oleh Rusia, dan kami menganggapnya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang yang akan didokumentasikan dan akan diakui," kata menkes Ukraina tersebut.

Pemerintah Ukraina memiliki program yang menyediakan obat untuk penderita kanker dan kondisi kesehatan kronis. Penghancuran rumah sakit dan infrastruktur bersama dengan pemindahan sekitar 7 juta orang di dalam negeri juga telah mengganggu bentuk perawatan lain, menurut pejabat PBB dan Ukraina.

Perang di Ukraina telah menyebabkan gangguan parah pada layanan kesehatan yang dikelola negara, yang sedang menjalani reformasi besar, sebagian besar sebagai tanggapan terhadap pandemi Covid-19, ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukannya untuk menyerang pada 24 Februari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pihaknya mencatat 445 serangan terhadap rumah sakit dan fasilitas perawatan kesehatan lainnya pada 11 Agustus yang secara langsung mengakibatkan 86 kematian dan 105 luka-luka.

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kapolri Benarkan Pilot Susi Air Kapten Philips Disandera KKB Papua

Kapolri Benarkan Pilot Susi Air Kapten Philips Disandera KKB Papua

NEWS
Kapolri: Pilot dan Penumpang Susi Air yang Diamankan KBB Papua Sedang Dicari

Kapolri: Pilot dan Penumpang Susi Air yang Diamankan KBB Papua Sedang Dicari

NEWS
Gempa Turki, 104 WNI Tak Punya Tempat Tinggal Layak dan Segera Dievakusi ke Ankara

Gempa Turki, 104 WNI Tak Punya Tempat Tinggal Layak dan Segera Dievakusi ke Ankara

NEWS
Dubes RI: Gempa Turki, Ibu dan 2 Anak dari Indonesia Hilang Kontak

Dubes RI: Gempa Turki, Ibu dan 2 Anak dari Indonesia Hilang Kontak

NEWS
Erick Thohir Jelaskan ke Jokowi Simbol Baju Banser yang Dipakainya Saat Puncak 1 Abad NU

Erick Thohir Jelaskan ke Jokowi Simbol Baju Banser yang Dipakainya Saat Puncak 1 Abad NU

NEWS
Video Membeludaknya Warga Nahdliyin di Puncak 1 Abad NU

Video Membeludaknya Warga Nahdliyin di Puncak 1 Abad NU

NEWS

BERITA TERKINI

Prabowo dan Iko Uwais Tunjukkan Kuda-kuda Silat

Prabowo dan Iko Uwais Tunjukkan Kuda-kuda Silat

PEMILU PRESIDEN 52 menit yang lalu
Retno Marsudi: Palestina Punya Hak untuk Merdeka

Retno Marsudi: Palestina Punya Hak untuk Merdeka

INTERNASIONAL 2 jam yang lalu
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon