Logo BeritaSatu

Menkominfo Tegaskan Pentingnya Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi

Minggu, 14 Agustus 2022 | 20:19 WIB
Oleh : Primus Dorimulu, Aditya L Djono / DAS

Labuan Bajo, Beritasatu.com – Pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur telekomunikasi sebab akselerasi di bidang ini sangat penting sebagai prasyarat akselerasi digital. Tugas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tidak mudah karena harus mengurus dari hulu hingga hilir.

Demikian diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam acara Focus Group Discussion (FGD) "Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Digital" bersama pemimpin redaksi 18 media massa di Hotel Ayana, Labuan Bajo, NTT, Minggu (14/8/2022).

"Kini telah terjadi desrupsi teknologi dan akselerasi transformasi digital dan seterusnya, di mana telekomunikasi harus menjadi enablers. Dua masalah besar yakni tidak saja di sektor ICT infrastructure, tetapi juga di enabling-nya. Ini yang harus kerja kolaboratif kita semua,” kata Johnny.

Dia memaparkan, tugas Kemenkominfo terkait informatika tidak mudah karena harus mengurus dari hulu hingga sangat hilir. "Hulunya saja terpisah-pisah. Yang kita bicara saat ini adalah infrastruktur hulu atau upstream information and communication technology (ICT) infrastructure yaitu yang dikerjakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti)," ujar Johnny.

Selama ini Bakti Kominfo melayani akses internet, penyediaan base transceiver station (BTS), Palapa Ring, dan satelit multifungsi.

Pembangunan infrastruktur digital, menurut Johnny, juga terus dilakukan di sektor hilir, termasuk melalui pembangunan Pusat Data Nasional (PDN). "Sedangkan infrastruktur hilir, seperti pusat data untuk cloud computing, termasuk pusat data pemerintah," katanya.

Pada kesempatan sebelumnya Menteri Johnny mengungkapkan inefisiensi penggunaan Pusat Data, di mana pemerintah pusat dan daerah saat ini menggunakan sekitar 2.700 Pusat Data. Dari angka itu hanya 3% yang berbasis cloud. Sisanya merupakan server dan ethernet yang bekerja sendiri-sendiri.

Kondisi ini menyulitkan untuk interoperabilitas data guna menghasilkan satu data yang akan menjadi basis implementasi data-driven policy di Indonesia.

Bukan hanya itu. Saat ini, pemerintah pusat dan daerah menggunakan sekitar 24.400 aplikasi yang berbeda beda. Kondisi ini yang sedang ditata ulang Kemkominfo dengan mengembangkan aplikasi super (super apps) Indonesia yang terintegrasi sehingga mengefisienkan dan memudahkan layanan publik. Sesuai roadmap Kominfo, secara bertahap 24.400 aplikasi tersebut mulai dilakukan shutdown atau tutup dan berpindah ke aplikasi super.

Pemerintah juga merencanakan membangun empat Pusat Data Nasional (PDN) berbasis cloud, yakni di Jakarta, Batam, Labuan Bajo, dan di Ibu Kota Negara baru Nusantara.

“Kalau ini tidak ada semuanya, babak belur semua. Begitu kita sebut cloud computing data, kita bicara cross border data. To be honest, itu pertarungan geostrategis antara negara produsen dan negara konsumen. Kita sebetulnya jembatan negara konsumen,” tutur Johnny.

Lebih lanjut Johnny mengatakan, tugas Bakti Kominfo juga bukan semata-mata urusan infrastruktur. Sebab tower BTS yang dibangun secara masif masih perlu diaktifkan, dengan memberikan spektrum kepada operator seluler untuk menghidupkan sinyal. Selanjutnya, terdapat tantangan intervensi sinyal antara sistem milik Bakti Kominfo dan operator seluler.

“Operator seluler membangun bagaimana, ada hitung-hitungannya, sama seperti spektrum frekuensi diberikan kepada mereka dengan tugas membangun infrastruktur telekomunikasi nasional seluruh indonesia,” tegas Johnny.

Dia menjelaskan, tantangan pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak terbatas pada pilihan teknologi dan bauran pembiayaan yang harus disiapkan, tetapi medan yang harus dihadapi mitra Kemenkominfo juga tergolong berat. Produksi infrastrukturnya bisa sama, namun instalasinya rumit. Akibat tuntutan akselerasi, banyak pekerjaan pembangunan infrastruktur daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang seharusnya dikerjakan beberapa tahun, dibangun dalam setahun.

“Itu masalah. Mohon dipahami ini pekerjaan tahun jamak, instalasinya sangat sulit. Tetapi karena tuntutan, dicoba sedapat mungkin dibangun dalam tahun tunggal, produksi selesai walau dengan masalah disrupsi rantai pasok,” ungkapnya.

Disrupsi rantai pasok yang ia maksud, antara lain kelangkaan chip di dunia hingga distribusi satelit yang kerap harus melewati jalur darat dan memakan waktu lebih lama. Selanjutnya, tantangan penentuan titik pembangunan menara BTS yang harus mampu mencakup area kebutuhan sinyal masyarakat. Hal ini sangat berhubungan dengan rencana pembangunan dan pengembangan desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Johnny menyampaikan, banyak terjadi saat negosiasi lahan, sulit sekali mengurus karena diberikan tempat yang jauh dari coverage ideal. Alhasil, penyesuaian coverage sinyal dengan perencanaan daerah memakan waktu lama. Hal ini perlu koordinasi dengan pemerintah daerah agar sekali dibangun dapat langsung menjadi sentra pembangunan dan pengembangan daerah.

“Jangan sampai kita bangun BTS, tetapi rumah sakit, sekolah, kantor pemerintah dibangun di tempat yang lain sama sekali, lalu blind spot lagi,” tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap Polri Serahkan Sambo Cs ke Jaksa

Ferdy Sambo dan 11 tersangka lain kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dan obstruction of justice segera diserahkan ke jaksa.

NEWS | 29 September 2022

Kasus dan Kematian Covid-19 Jakarta sampai 28 September 2022

Infografik tentang data kasus dan jumlah kematian Covid-19 di Jakarta sampai tanggal 28 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Jumlah Penerima Vaksin Covid-19 sampai 28 September 2022

Infografik tentang data jumlah penerima vaksin Covid-19 di Indonesia sampai dengan tanggal 28 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia sampai 28 September 2022

Infografik tentang data dan tren kasus aktif Covid-19 di Indonesia sampai dengan tanggal 28 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi pada 28 September 2022

Infografik tentang data angka prevalensi Covid-19 di 10 provinsi di Indonesia pada tanggal 28 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Partai Demokrat Tetap Ingin AHY Ikut Pilpres 2024

Koordinator Juru bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan partainya terbuka mengusung Anies Baswedan sebagai capres.

NEWS | 29 September 2022

Puan Tanam Padi Bareng Petani dan Borong Sayur-Mayur di Bali

Dalam kunjungan kerjanya di Bali, Ketua DPR Puan Maharani meninjau lokasi pertanian di Kabupaten Badung. Ia juga ikut menanam padi bersama petani.

NEWS | 29 September 2022

Puan Maharani Tegaskan PDIP Siap Usung Calon Presiden Sendiri

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menyatakan partainya siap mengusung calon presiden (capres) sendiri pada Pilpres 2024.

NEWS | 29 September 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 28 September 2022

Infografik tentang data positivity rate Covid-19 di Indonesia sampai dengan tanggal 28 September 2022.

NEWS | 29 September 2022

Tim Putri BIN O2C Berpeluang ke Babak Kedua Livoli

Tim putri BIN O2C Bandung dan PLN Batam berpeluang ke babak delapan besar kompetisi bola voli Livoli Divisi I.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap Polri Serahkan Sambo Cs ke Jaksa

Berkas Perkara Dinyatakan Lengkap Polri Serahkan Sambo Cs ke Jaksa

NEWS | 50 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings