Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Polisi Selidiki Motif Penyerang Salman Rushdie dan Hubungannya dengan Iran

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:22 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Salman Rushdie

Chicago, Beritasatu.com - Polisi terus menyelidiki motif Hadi Matar, tersangka penusuk Salman Rushdie, dan kemungkinan hubungannya dengan pendukung rezim Iran. Pria berusia 24 yang ditangkap akibat serangan itu telah didakwa, dan ditolak jaminannya karena jaksa berpendapat bahwa dia mendapat dukungan internasional atas tindakannya.

Sementara itu, kondisi Salman Rushdie, penulis buku Ayat-ayat Setan berangsur membaik, setelah ia diserang oleh seorang aktivis pro-Iran di sebuah acara di negara bagian New York pada hari Jumat. Penulis asal Inggris itu juga telah dilepas ventilatornya, dan dapat berbicara dan telah membuat lelucon.

Menurut Agen Salman Rushdie, Andrew Wylie pada hari Minggu (14/8/2022), bahwa penulis, yang jadi subjek dari fatwa kematian yang dikeluarkan oleh mendiang pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini 33 tahun yang lalu, tetap dirawat di rumah sakit karena cedera serius.

Wylie sebelumnya menggambarkan kondisi Rushdie suram, dengan mencatat bahwa penulis itu berada dalam "kondisi kritis," bahwa ia "kemungkinan kehilangan mata," dan telah menderita kerusakan pada lengan dan hatinya.

Berita tentang membaiknya kondisi Salman Rushdie (75), bagaimanapun, mendorong harapan dan melunakkan serangan itu sebagai upaya yang gagal oleh rezim ekstremis Iran, yang dituduh mendorong terorisme di seluruh dunia.

Tersangka Hadi Matar mengaku tidak bersalah atas tuduhan percobaan pembunuhan tingkat kedua dan penyerangan di tingkat kedua. Dia didakwa pada Sabtu malam di Penjara Kabupaten Chautauqua di New York.

Jaminan untuk Hadi Matar ditolak dengan alasan jaksa penuntut bahwa pria ini memiliki dukungan internasional dan dapat dengan mudah melarikan diri dari negara itu.

Jaksa Wilayah Chautauqua Jason Schmidt mengatakan kepada Hakim Marilyn Gerace bahwa fatwa yang dikeluarkan oleh Iran pada tahun 1989 “memainkan peran penting untuk pertimbangan jaminan karena sumber dayanya tidak penting bagi saya. . . agenda yang dilakukan kemarin adalah sesuatu yang diadopsi dan disetujui oleh kelompok dan organisasi yang lebih besar jauh di luar batas yurisdiksi wilayah Chautauqua. . . Bahkan jika pengadilan ini menetapkan jaminan satu juta dolar, kami menghadapi risiko bahwa jaminan ini dapat dipenuhi karena itu.”

Hadi Matar, yang berasal dari Fairview, New Jersey, dijadwalkan hadir kembali di pengadilan pada Jumat. Dia didampingi oleh seorang pembela umum New York yang ditugaskan untuk mewakilinya oleh pengadilan.

Polisi terus menyelidiki motif Hadi Matar dan kemungkinan hubungannya dengan pendukung rezim Iran.

Halaman Facebook dan media sosial Hadi Matar memuat foto-foto Khomeini dan para pemimpin rezim Iran lainnya.

“Penusukan Salman Rushdie bukanlah tindakan spontan,” kata Ali Safavi, anggota komite urusan luar negeri Dewan Nasional Perlawanan Iran yang berbasis di Paris, yang mengecam keras serangan itu.

“Lebih dari 30 tahun yang lalu, Ruhollah Khomeini, pendiri teokrasi yang berkuasa di Iran, mengeluarkan fatwa untuk membunuhnya. Penggantinya Ali Khamenei membenarkannya dan lembaga-lembaga negara menetapkan hadiah $3,5 juta. Pelajaran yang bisa dipetik adalah bahwa peredaan menjadi bumerang dan memberanikan terorisme.”



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: AFP


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI