Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Iran Sebut Salman Rushdie Diserang karena Ulahnya Sendiri

Senin, 15 Agustus 2022 | 14:41 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Penulis Inggris, Salman Rushdie

Dubai, Beritasatu.com – Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin (15/8/2022) menyatakan, serangan terhadap Salman Rushdie terjadi karena ulahnya sendiri dan para pendukungnya.

Juru bicara kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani dalam jumpa pers mengatakan, kebebasan berbicara tidak membenarkan penghinaan Rushdie terhadap agama dalam tulisannya.

Penulis kelahiran India ini telah hidup dalam ketakutan karena fatwa hukuman mati oleh pemimpin spiritual Iran di waktu lalu, sejak penerbitan novelnya tahun 1988 "The Satanic Verses," atau Ayat-ayat Setan yang dipandang menghujat agama.

Pada tahun 1989 Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan fatwa, atau dekrit, menyerukan untuk membunuh novelis dan siapa pun yang terlibat dalam penerbitan buku tersebut.

Pemerintah Iran pada tahun 1998 mengatakan, tidak akan lagi mendukung fatwa tersebut, dan Rushdie telah hidup relatif terbuka dalam beberapa tahun terakhir.

"Salman Rushdie mengekspos dirinya pada kemarahan rakyat dengan menghina kesucian Islam dan melintasi garis merah 1,5 miliar Muslim," kata Kanaani.

"Selama serangan terhadap Salman Rushdie, kami tidak menganggap siapa pun selain dirinya dan para pendukungnya layak untuk dicela, dicela, dan dikutuk ... Tidak ada yang berhak menuduh Iran dalam hal ini."

Dia mengatakan Iran tidak memiliki informasi lain tentang penyerang Salman Rushdie kecuali apa yang muncul di media.

Salman Rushdie mulai pulih setelah ditikam berulang kali saat tampil di depan publik di negara bagian New York.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: CNA/Reuters


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI