Logo BeritaSatu

Mahasiswa Papua di Selandia Baru Dapat Kesempatan Bekerja

Senin, 15 Agustus 2022 | 21:43 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Mahasiswa Papua yang sebelumnya merasa resah dengan kelanjutan studinya di Selandia Baru, kini berhasil mendapatkan visa kerja di perusahaan konstruksi di sana.

Sebelumnya diberitakan sekitar 40 mahasiswa dari Papua yang tengah belajar di berbagai perguruan tinggi di Selandia Baru ini terancam diberhentikan beasiswanya.

Pada bulan Desember lalu, mahasiswa tersebut menerima surat dari Pemerintah Provinsi Papua yang menyatakan bahwa tunjangan hidup, biaya perjalanan dan studi mereka dihentikan dan harus pulang karena studinya yang tidak sesuai harapan. Sekitar 12 orang telah kembali ke rumah, dan mahasiswa lainnya turut khawatir jika bernasib sama.

Pada bulan Mei, 8 siswa menyelesaikan kursus pertukangan kayu di Politeknik Palmerston North UCOL, namun tetap tidak ada kepastian pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Papua.

Kemudian, adanya komunikasi dengan Gereja Grace City di Palmerston North, para mahasiswa asal Papua ini disarankan untuk menghubungi Patrick Phoa, sebagai penasihat kesehatan dan keselamatan untuk Konstruksi V-Pro di Manawatū, dan akhirnya mendapatkan visa kerja melalui dukungan dari perusahaan tersebut.

Salah satu mahasiswa, Roy Towolom, mengaku bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan dan tinggal di Selandia Baru. “Ini keajaiban. Ini sangat tidak nyata. Kami bersyukur kepada Tuhan bahwa putra Papua telah mendapat kesempatan yang baik.”

Saat ini mereka tinggal bersama, mendapatkan penghasilan dan mampu membiayai hidupnya.

Towolom mengatakan ini adalah kesempatan yang baik bagi mereka untuk belajar dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya.

Ketika Patric Phoa melakukan wawancara dengan para mahasiswa tersebut. Tak disangka, mereka menyatakan sangat senang dapat berkontribusi untuk masyarakat Papua

Sebelumnya Patric Poa bekerja di institut tersier IPU Selandia Baru. “Saya memperlakukan mereka seperti anak saya. Saya juga menjaga mereka.”

Pemilik perusahaan dan direktur pelaksana Jacky Xing mengatakan bahwa 8 mahasiswa tersebut telah dibimbing dan dilatih untuk dapat beradaptasi di bidang konstruksi. Jacky Xing mengaku iba saat mendengar kondisi para mahasiswa asal Papua.

“Kami benar-benar ingin membantu begitu kami tahu mereka berada dalam situasi kritis. Kami tahu kami harus bertindak cepat.”

Kini, Himpunan Mahasiswa Papua Oseania telah mengadvokasi para mahasiswa yang kehilangan beasiswanya.

Dari siswa yang tersisa di UCOL, satu masih menunggu visa kerja dan yang lainnya masih menunggu pembayaran uang kuliah yang sempat tertunda untuk dapat melanjutkan studi kembali.

Mahasiswa lain saat ini berkuliah di IPU, Massey University, University of Canterbury, University of Waikato, Auckland University of Technology dan Ardmore Flying School, yang sedang bekerja di perusahaan konstruksi.

Beberapa masih memiliki biaya kuliah yang ditanggung oleh pemerintah provinsi, sementara yang lain bekerja dengan pemerintah provinsi untuk membayar biaya atau untuk mendapatkan visa baru.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Biden Anugerahi Medali Kemanusiaan pada Elton John

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Jumat (23/9/2022) memberi Sir Elton John Medali Kemanusiaan Nasional.

NEWS | 25 September 2022

Temukan "Harta Karun Batavia", Ini yang Akan Dilakukan MRT

MRT Jakarta berusaha menyelamatkan dan memastikan agar cagar budaya tersebut tidak rusak dan bisa selamat.

NEWS | 25 September 2022

BBM Naik Bukan Hambatan Wisatawan, Jalur Puncak Tetap Macet

Pascakenaikan harga BBM naik, arus kendaraan di kawasan Jalur Puncak terpantau macet di beberapa titik.

NEWS | 25 September 2022

Bangkitkan Wisata, Perusahaan Ini Donasikan Cat untuk Pecinan Kembang Jepun

Wisata Pecinan Kembang Jepun merupakan representasi kembalinya budaya Arek yang lekat dengan nilai-nilai toleransi dan gotong royong yang kuat.

NEWS | 25 September 2022

Momen "Kalibata Fashion Week" ala Puan Maharani dan Cak Imin

Puan Maharani bersama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sempat berjalan di zebra cross ala catwalk fashion week.

NEWS | 25 September 2022

Zelensky Klaim Ukraina Kehilangan 50 Tentara Per Hari

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Ukraina kehilangan 50 tentara per hari.

NEWS | 25 September 2022

Tawa Puan Ketika Johan Budi Sebut Dewan Kolonel Saat Ziarah

Puan Maharani tertawa terhadap celetukan Johan Budi soal Dewan Kolonel ketika ziarah bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

NEWS | 25 September 2022

Swedia Catat Tahun Kekerasan Senjata Paling Mematikan

Swedia mencatat tahun kekerasan senjata paling mematikan. Sejumlah 48 orang sejauh ini telah ditembak mati di Swedia pada tahun 2022.

NEWS | 25 September 2022

Iran Ancam Respons Balasan untuk Ukraina setelah Dubes Diusir

Iran menjanjikan respons balasan yang tepat untuk Ukraina atas tindakan pengusiran duta besarnya.

NEWS | 25 September 2022

Wapres Ma'ruf Amin Akan Hadiri Pemakaman Shinzo Abe

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berangkat ke Tokyo, Jepang, untuk menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan mantan PM Jepang Shinzo Abe.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
PDIP Minta Andi Arief Hentikan Opini Soal Utusan Jokowi Bertemu Lukas Enembe

PDIP Minta Andi Arief Hentikan Opini Soal Utusan Jokowi Bertemu Lukas Enembe

NEWS | 20 menit yang lalu








Hasil Lengkap MotoGP Jepang

SPORT | 52 menit yang lalu


CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings