Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kapolri Diminta Tindak Tegas Oknum Polisi Penghambat Kasus Brigadir J

Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:03 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Listyo Sigit Prabowo.

Jakarta, Beritasatu.comKapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo diharapkan dapat menindak tegas oknum kepolisian yang menghambat penuntasan kasus penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ketua Harian Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ali Irfan mengatakan proses pengusutan skandal pembunuhan Brigadir J telah menjadi perhatian besar masyarakat.

Ali mengapresiasi langkah Kapolri yang memimpin langsung pengusutan dan telah menetapkan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus penembakan Brigadir J. Hal itu merupakan upaya Kapolri untuk mengembalikan citra kepolisian dan kepercayaan publik. Pasalnya, kasus tersebut bukan hanya penembakan dan pembunuhan, tetapi ada upaya menutup-nutupi hingga merekayasa kasus.

Untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, menurutnya, tidak ada jalan lain, kecuali dengan mengusut tuntas dan menindak semua yang terlibat mendukung tindakan Ferdy Sambo. Begitu juga upaya rekayasa yang dilakukan oleh sekelompok kepolisian.

“Pak Kapolri jangan ragu untuk menuntaskan kasus ini. Tindak tegas jika ada oknum di kepolisian yang mencoba menghambat pengungkapan kasus ini,” kata Ali, Senin (15/8/2022).

Dia menuturkan pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J menjadi pertaruhan besar institusi Polri. Mayoritas masyarakat masih percaya Polri dapat mengusut tuntas dan bertindak profesional. Masyarakat mendukung penuh langkah Kapolri yang tegas dan tidak pandang bulu untuk menindak semua aparat yang terlibat dalam pembunuhan dan merancang skenario palsu, termasuk menutupi upaya menghalangi penegakan hukum.

Ali juga menyoroti masih adanya indikasi perlawanan di internal kepolisian yang sengaja menghambat dan memperlambat pengusutan karena berbagai kepentingan tertentu.

Perlawanan perwira di internal kepolisian, menurut Ali, disebabkan banyak faktor, seperti faktor solidaritas kepada Ferdy Sambo, faktor ancaman kehilangan jabatan dan penghasilan, serta pragmatis-politis yang ingin memanfaatkan kasus untuk mendapatkan keuntungan tertentu.

“Ada indikasi perlawanan di internal, hal itu karena ada yang solider sebagai teman FS (Ferdy Sambo), ada yang takut hilang jabatan dan pendapatan, tetapi ada juga yang memanfaatkan untuk mendapat pencitraan dan kepentingan pribadi,” katanya.

Ali berharap di internal Polri tidak ada pihak yang memanfaatkan peristiwa ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok, apalagi untuk menjatuhkan Kapolri. Kabareskrim yang secara khusus paling bertanggung jawab dalam mengusut dan menyidik kasus ini juga diharapkan bekerja secara profesional dan transparan.

“Kabarekrim harus steril dari kepentingan yang kontraproduktif dan harus dalam satu komando di bawah Kapolri,” tegas Ali.

Diketahui, Kepala divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polri solid dalam satu komando di bawah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Dedi menegaskan itu menanggapi isu perlawanan di internal kepolisian pascapenetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka.

“460.000 anggota Polri dipastikan setia, tunduk, dan taat kepada pimpinan tertinggi, yakni Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Semuanya full under control pada Kapolri,” kata Dedi.

Dedi juga menyatakan penindakan dan pengusutan tanpa pandang bulu ini merupakan komitmen Kapolri dalam rangka mengevaluasi secara menyeluruh dampak yang ditimbulkan dari kasus pembunuhan Brigadir J.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI