Logo BeritaSatu

Militer Selandia Baru Akan Melatih Personel Ukraina

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:33 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Wellington, Beritasatu.com- Selandia Baru akan mengirim 120 tentara untuk membantu melatih personel Ukraina di Inggris. Seperti dilaporkan RT, Selasa (16/8/2022), pemerintah Selandia Baru menekankan tidak akan ada keterlibatan langsung dalam konflik di Ukraina.

Selandia Baru akan mengirim 120 tentara untuk membantu melatih personel Ukraina di Inggris, kata pemerintah, meskipun menekankan bahwa tidak akan ada keterlibatan langsung dalam konflik di Ukraina.

Perdana Menteri Jacinda Ardern dan Menteri Pertahanan Peeni Henare mengumumkan langkah tersebut pada Senin (15/8), mencatat bahwa setidaknya 120 tentara, atau dua tim infanteri.

Ardern dan Henare akan melakukan perjalanan ke Inggris untuk membantu pelatihan 800 prajurit Ukraina, bagian dari kelompok 10.000 yang sebelumnya dilakukan London. untuk berlatih dalam "pertempuran garis depan."

“Kami telah diberitahu bahwa salah satu prioritas tertinggi untuk Ukraina saat ini adalah untuk lebih memperkuat pertahanan diri negara dan rakyatnya,” katanya.

Ardern menambahkan bahwa pelatihan itu akan melibatkan “penanganan senjata, pertolongan pertama pertempuran,” dan “pengoperasian.” hukum,” di antara keterampilan lainnya.

Para pelatih akan berangkat ke Inggris sekitar tiga minggu ke depan dan akan kembali pada November.

Saat PM membual lebih dari US$ 25,7 juta (Rp 377 miliar) dalam bantuan militer dan ekonomi ke Kyiv sejak operasi militer Moskwa dimulai pada Februari, dia bersikeras tentara Selandia Baru “belum dan tidak akan terlibat dalam pertempuran di wilayah Ukraina,” mempertahankan bahwa negaranya tidak akan terlibat langsung dalam permusuhan.

Pengerahan pelatihan terbaru bukan yang pertama di Selandia Baru, setelah mengirim sekitar 30 tentara untuk menginstruksikan pasukan Ukraina pada operasi artileri Mei lalu, meskipun Ardern mengatakan misi baru akan berada pada “skala yang jauh lebih besar.”

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kyiv untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina.

Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada 2014. Mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kyiv adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Satu dari Lima Pemuda Perkotaan Tiongkok Menganggur

Satu dari lima pemuda di Perkotaan Tiongkok dalam status menganggur. Tingkat pengangguran telah berulang kali mencapai level tertinggi baru tahun 2022.

NEWS | 25 September 2022

Biden Anugerahi Medali Kemanusiaan pada Elton John

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Jumat (23/9/2022) memberi Sir Elton John Medali Kemanusiaan Nasional.

NEWS | 25 September 2022

Temukan "Harta Karun Batavia", Ini yang Akan Dilakukan MRT

MRT Jakarta berusaha menyelamatkan dan memastikan agar cagar budaya tersebut tidak rusak dan bisa selamat.

NEWS | 25 September 2022

BBM Naik Bukan Hambatan Wisatawan, Jalur Puncak Tetap Macet

Pascakenaikan harga BBM naik, arus kendaraan di kawasan Jalur Puncak terpantau macet di beberapa titik.

NEWS | 25 September 2022

Bangkitkan Wisata, Perusahaan Ini Donasikan Cat untuk Pecinan Kembang Jepun

Wisata Pecinan Kembang Jepun merupakan representasi kembalinya budaya Arek yang lekat dengan nilai-nilai toleransi dan gotong royong yang kuat.

NEWS | 25 September 2022

Momen "Kalibata Fashion Week" ala Puan Maharani dan Cak Imin

Puan Maharani bersama Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sempat berjalan di zebra cross ala catwalk fashion week.

NEWS | 25 September 2022

Zelensky Klaim Ukraina Kehilangan 50 Tentara Per Hari

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Ukraina kehilangan 50 tentara per hari.

NEWS | 25 September 2022

Tawa Puan Ketika Johan Budi Sebut Dewan Kolonel Saat Ziarah

Puan Maharani tertawa terhadap celetukan Johan Budi soal Dewan Kolonel ketika ziarah bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

NEWS | 25 September 2022

Swedia Catat Tahun Kekerasan Senjata Paling Mematikan

Swedia mencatat tahun kekerasan senjata paling mematikan. Sejumlah 48 orang sejauh ini telah ditembak mati di Swedia pada tahun 2022.

NEWS | 25 September 2022

Iran Ancam Respons Balasan untuk Ukraina setelah Dubes Diusir

Iran menjanjikan respons balasan yang tepat untuk Ukraina atas tindakan pengusiran duta besarnya.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Tiket Pesawat Diprediksi Akan Naik Lebih Tinggi

Harga Tiket Pesawat Diprediksi Akan Naik Lebih Tinggi

EKONOMI | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings