Logo BeritaSatu

Eks Wali Kota Cimahi Diduga Suap Robin Patujju Rp 500 Juta

Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:23 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / JEM

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan terhadap eks Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna yang menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. Dalam kasus ini, Ajay diduga menyuap eks penyidik KPK Stephanus Robin Patujju sebesar Rp 500 juta yang berkaitan dengan penanganan perkara.

Advertisement

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto mulanya menjelaskan, Ajay saat masih menjabat wali kota Cimahi memperoleh info soal adanya pengusutan oleh KPK terkait dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ajay lalu berinisiatif mengatur, agar KPK tidak melakukan penelusuran di Cimahi.

Ajay lalu mencari kenalan yang diduga punya pengaruh di KPK. Hal itu dia lakukan melalui Radian Ashar dan Saiful Bahri selaku warga binaan di Lapas Sukamiskin. Keduanya lalu merekomendasikan eks penyidik KPK Stephanus Robin Patujju alias Roni ke Ajay.

Sekitar Oktober 2020, Ajay dan Robin mengadakan pertemuan di sebuah hotel di Bandung. Dalam pertemuan itu, dibahas soal permasalahan yang tengah dihadapi Ajay.

“Stephanus Robin Patujju diduga menawarkan bantuan pada AMP (Ajay Muhammad Priatna) berupa iming-iming agar pengumpulan bahan keterangan dan informasi di Kota Cimahi oleh tim KPK tidak berlanjut dan AMP nantinya juga tidak menjadi target operasi KPK dengan syarat adanya kesepakatan pemberian sejumlah uang,” ungkap Karyoto saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Untuk meyakinkan Ajay, Robin mengajak Maskur Husain selaku pengacara sekaligus orang kepercayaannya untuk memberikan saran ke mantan Wali Kota Cimahi itu. Ajay lalu diketahui sepakat memberikan sejumlah uang ke Robin dan Maskur. Robin sempat meminta uang Rp 1,5 miliar, namun Ajay hanya sanggup membayar Rp 500 juta.

Diungkapkan, Ajay menyerahkan langsung uang Rp 100 juta ke Robin di sebuah hotel di Jakarta. Pemberian uang itu merupakan wujud tanda jadi ke Robin, sedangkan sisanya diberikan melalui ajudan Ajay.

“Adapun jumlah uang yang diduga diberikan AMP pada Stephanus Robin Pattuju alias Roni dan Maskur Husain seluruhnya sekitar Rp 500 juta,” tutur Karyoto.

Uang tersebut diduga bersumber dari penerimaan gratifikasi dari sejumlah ASN pada Pemkot Cimahi. Dugaan itu selanjutnya bakal didalami KPK.

Atas ulahnya, Ajay disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

510 Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Keracunan Makanan

Tim kesehatan Puskesmas Wagir mendapat laporan banyak mahasiswa yang mengalami diare saat berada di lokasi perkemahan.

NEWS | 7 Februari 2023

Bappenas: RI Butuh 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyatakan, Indonesia membutuhkan waktu 22 tahun untuk menyandang status negara berpendapatan tinggi.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Pelabuhan Iskenderun Turki Terbakar Pascagempa, Operasional Dihentikan

Puluhan kontainer kargo terbakar sejak Senin (6/2/2023) petang hingga Selasa (7/2/2023) di kota pelabuhan Iskenderun yang dilanda gempa dahsyat.

NEWS | 8 Februari 2023

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Kirim Sampel ke BPOM

Bareskrim Polri mengirimkan sampel ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait dua kasus baru gagal ginjal akut yang ditemukan di DKI Jakarta.

NASIONAL | 7 Februari 2023

Ibunya Tewas, Bayi Baru Lahir Selamat dari Puing-puing Gempa Dahsyat

Keajaiban setelah bayi baru lahir ditemukan dalam kondisi selamat dari puing-puing akibat gempa dahsyat di sebuah rumah di Suriah utara.

INTERNASIONAL | 8 Februari 2023

Keren! Qoala Plus Tumbuh Tiga Kali Lipat di Sumatera

Qoala Plus sebagai unit bisnis insurtech Qoala mencatat pertumbuhan tiga kali lipat di wilayah Sumatera.

EKONOMI | 8 Februari 2023

OJK Catat Kredit Macet 21 Fintech Lending di Atas 5 Persen

Sebanyak 21 penyelenggara fintech lending mencatat pembiayaan bermasalah atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) di atas 5%.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Alasan Ekonomi Jadi Motif Anggota Densus 88 Bunuh Sopir Taksi Online

Polisi tidak menjelaskan lebih rinci ada kesulitan apa sehingga HS, oknum anggota Densus 88 itu gelap mata melakukan pembunuhan terhadap sopir taksi online.

MEGAPOLITAN | 7 Februari 2023

Mardiono Sowan ke Ponpes Sukahideng, PPP Diminta Dekati Kiai dan Masyarakat

Muhamad Mardiono mengatakan dengan mendekatkan diri kepada masyarakat dan kiai maka PPP diharapkan bisa mendengar serta menyerap aspirasi yang ada.

NASIONAL | 8 Februari 2023

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Daftar Obat Aman Dipertanyakan

Seiring munculnya kasus baru gagal ginjal akut, Tim Advokasi untuk Kemanusiaan meminta daftar obat aman yang dirilis BPOM harus diperiksa kembali.

NASIONAL | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Warunk Upnormal


# Susi Air


# Gempa Turki


# Jokowi


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Putra Ronaldinho Segera Gabung Barcelona

Putra Ronaldinho Segera Gabung Barcelona

BOLA | 9 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE