Logo BeritaSatu

Meneropong Masa Depan Taman Nasional Komodo

Jumat, 19 Agustus 2022 | 09:43 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang, Dwi Argo Santosa, Yudo Dahono / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Taman Nasional Komodo berada di simpang jalan yang cukup pelik. Dukungan lingkungan yang rapuh dengan semakin banyaknya kegiatan wisata yang berlangsung di kawasan tersebut mengancam kelestarian satu-satunya konservasi binatang purba komodo (Varanus komodoensis) yang terdapat di dunia.

Berdasarkan penelitian dari Tim Ahli Kajian Daya Dukung Daya Tampung Berbasis Jasa Ekosistem di Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Kawasan Perairan Sekitarnya, daya tampung atau kapasitas ideal pengunjung ke Taman Nasional Komodo hanya 215.000 wisatawan per tahun dan batas tertinggi sebanyak 292.000 wisatawan atau bertambah 5% dari batas ideal. Jika lebih dari itu, maka akan sangat berbahaya bagi kelestarian Taman Nasional Komodo, khususnya perlindungan habitat komodo, hewan langka yang telah menjadi ikon pariwisata dunia.

Berdasarkan hasil analisis kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak 2016 hingga saat ini, kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara terus meningkat dan dikhawatirkan bakal melampaui daya tampungnya sebagai objek wisata paling digemari wisatawan dunia saat ini.

Meneropong Masa Depan Taman Nasional Komodo
Grafis Taman Nasional Komodo, NTT.

Populasi komodo yang diperkirakan tinggal 1.400 ekor tak pelak menjadi incaran wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Terlebih lagi, International Union for the Conservation of Nature/IUCN telah memasukkan komodo ke dalam kategori vulnerable atau (rentan) menjadi endangered (terancam punah).

Ancaman kepunahan komodo tersebut menjadi latar belakang diperlukannya penataan di kawasan Taman Nasional Komodo yang berimbas pada kenaikan harga tiket masuk.

Menurut pakar lingkungan yang juga akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Irman Firmansyah berbagai aktivitas masyarakat di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, telah menjadi pemicu terjadinya perubahan iklim di Taman Nasional Komodo.

"Aktivitas yang memicu terjadinya perubahan iklim, yakni yang mengeluarkan emisi ataupun karbon, seperti kendaraan bermotor atau transportasi di lokasi dan daerah terdekat sekitarnya, penggunaan energi, lahan pertanian, termasuk aktivitas manusia lainnya," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com, Minggu (7/8/2022).

Meneropong Masa Depan Taman Nasional Komodo
Kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo.

Faktor-faktor tersebut, katanya, berdampak pada perubahan penggunaan lahan, desertifikasi atau penggurunan, hilangnya biodiversitas, ketersediaan air, frekuensi badai, dan terganggunya kesehatan lingkungan. Kondisi tersebut masih bisa dipulihkan karena daya dukung dan daya tampung Taman Nasional Komodo masih cukup baik.

Karena itu, Irman mengingatkan agar berbagai aktivitas yang memicu terjadinya perubahan iklim tidak melampaui kapasitas daya dukung dan daya tampung Taman Nasional Komodo. Oleh karena itu, diperlukan aksi bersama untuk melakukan konservasi di wilayah tersebut.

"Pemulihan kondisi Taman Nasional Komodo akibat perubahan iklim harus menjadi agenda prioritas. Kalau tidak, bisa berdampak pada berkurangnya luas habitat dan ekosistem komodo di alam liarnya. Hal itni tentu memengaruhi genetika komodo di tengah terjadinya perubahan lahan hutan gugur, ketersediaan air, serta berkurangnya produksi oksigen," ungkapnya.

Kunjungan wisatawan yang berlebihan memiliki dampak negatif terhadap keberlangsungan ekosistem di kawasan wisata konservasi itu. "Hasil kajian menunjukkan untuk menjaga kelangsungan hidup komodo, jumlah kunjungan harus dibatasi," tegasnya.

Baca selanjutnya
Kenaikan TarifPembatasan jumlah kunjungan tersebut dilakukan dengan menaikkan harga tiket masuk ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BPBD Jatim Fasilitasi 2.219 Warga Semeru di Pengungsian

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan ribuan pengungsi  erupsi Semeru tersebut saat ini ditampung di 12 tempat.

NEWS | 5 Desember 2022

7 Jenazah Korban Bus Jatuh ke Jurang di Magetan Dipulangkan ke Semarang

Tujuh jenazah korban bus jatuh ke jurang di Magetan, Jawa Timur dipulangkan ke Semarang, Minggu (4/12/2022) malam.

NEWS | 5 Desember 2022

Kaesang-Erina Menikah, Jokowi Minta Maaf ke Warga Yogya dan Solo

Jokowi memohon maaf jika pernikahan putranya, Kaesang dengan Erina Gundono nantinya menganggu aktivitas warga Yogyakarta dan Sol.

NEWS | 5 Desember 2022

Bahlil Lahadalia: Stabilitas Politik Jadi Kunci Keberhasilan Investasi 2023

Bahlil Lahadalia menekankan langkah pemerintah untuk mencapai target investasi hanya bisa terjadi bila terjadi stabilitas politik dan ekonomi.

NEWS | 4 Desember 2022

2 Orang Terluka Dampak Gempa Garut Sudah Ditangani Tim Medis

Dua orang yang terluka tertimpa material bangunan akibat gempa Garut sudah mendapatkan penanganan medis dengan kondisi mulai membaik

NEWS | 4 Desember 2022

Polda Metro Tetapkan 2 Tersangka Pinjol Ilegal di Manado

Polda Metro Jaya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pinjaman daring atau pinjaman online/pinjol ilegal di Manado, Sulawesi Utara.

NEWS | 4 Desember 2022

Kasal Baru Harus Memiliki Kemampuan Diplomasi Tingkat Tinggi

Calon Kasal pengganti Laksamana Yudo Margono harus sosok memiliki kemampuan diploasi tingkat tinggi dan paham tentang geopolitik maritim Indonesia.

NEWS | 4 Desember 2022

Hingga 4 Desember, Cianjur Diguncang 384 Kali Gempa Susulan

BMKG mencatat total gempa susulan di Cianjur hingga 4 Desember 2022 pukul 15.00 WIB mencapai 384 kali.

NEWS | 4 Desember 2022

Rem Blong Diduga Penyebab Bus Masuk Jurang di Magetan

Bus masuk jurang yang menewaskan tujuh orang di Magetan, Jawa Timur, diduga karena rem blong, Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022

Pemkab: Rumah Rusak Berat Akibat Gempa Cianjur Jadi 8.151 Unit

Jumlah rumah yang rusak berat akibat gempa Cianjur bermagnitudo 5,6 bertambah menjadi 8.151 rumah hingga Minggu (4/12/2022).

NEWS | 4 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Puji Kaesang Pangarep, Erina Gudono: Dia Tampan dan Pemberani

Puji Kaesang Pangarep, Erina Gudono: Dia Tampan dan Pemberani

LIFESTYLE | 29 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE