Logo BeritaSatu

Penelitian Tahap 1, Glow di KRB Tak Punya Efek Negatif

Jumat, 19 Agustus 2022 | 11:23 WIB
Oleh : Vento Saudale / BW

Bogor, Beritasatu.com – KRB atau Kebun Raya Bogor telah melakukan penelitian tahap awal dan diketahui wahana cahaya bertajuk Glow tidak berpengaruh negatif secara signifikan terhadap tumbuhan sekitar. Selanjutnya, riset masih diperlukan untuk mengetahui adanya efek terhadap manusia.

Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan, Kebun Raya, dan Kehutanan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andes Hamuraby Rozak, menyebut hasil riset tahap pertama T0 dan T1, tidak ada dampak yang merusak tumbuhan di KRB.

Advertisement

"BRIN telah menyampaikan langsung hasil riset tahapan T0 dan T1 kepada wali kota Bogor. Bahwa sampai dengan riset tahapan T1 hasilnya tidak ada dampak pengaruh yang signifikan terhadap pohon-pohon yang disinari oleh cahaya buatan," kata Andreas, Kamis (18/8/2022).

Mengacu kepada surat dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nomor B-2406/III.5/DI.03.01/7/2022 tentang Informasi Hasil Kajian Analisa ALAN (Artificial Light at Night) dengan cahaya buatan pada program Glow Kebun Raya Bogor (KRB) sudah dilakukan selama enam bulan atau fase T0 dan T1.

Maka, tahapan riset selanjutnya adalah fase T2 agar hasil penelitian lebih komprehensif diperlukan elemen manusia yang hadir di dalamnya.

"Riset T2 masih perlu dilakukan dengan menghadirkan elemen manusia di dalamnya perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil riset yang lebih komprehensif dari peneliti BRIN," katanya.

Sementara itu, GM Coorporate Communication dan Security PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku pengelola KRB, Zaenal Arifin, menjelaskan, pada tahapan riset T2 ini KRB mengundang pengunjung secara terbatas untuk melengkapi hasil kajian secara komprehensif. Dia pun tidak membenarkan ada penjualan tiket pada tahap ini.

Baca selanjutnya
Zaenal mengatakan, Glow berlanjut sebagai bagian dari lanjutan riset dengan mengundang ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tertangkap Basah, Jambret HP Dihakimi Massa di Karawang

Seorang pemuda dihakimi warga setelah tertangkap basah menjambret HP atau ponsel di Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang.

NEWS | 1 Februari 2023

Menparekraf Ubah Pembuangan Sampah Jadi Taman Wisata Kreatif

Menparekraf Sandiaga Uno berkolaborasi dengan Laskar Krukut Luhur (Laskaru) menggelar program menciptakan kampung kreatif.

NEWS | 1 Februari 2023

Menteri Muhadjir Dorong Kenaikan Biaya Haji Dilakukan Bertahap

Menko PMK Muhadjir Effendy mengaku telah mengusulkan kepada Menteri Agama (Menag) agar menaikkan biaya haji secara bertahap.

NEWS | 31 Januari 2023

Kuasa Hukum Ricky Rizal: JPU Harus Cabut Tudingan Saya 1 Tim dengan Pengacara Sambo

Kuasa hukum terdakwa Ricky Rizal, Erman Umar minta JPU mencabut tudingan bahwa dia satu tim dengan penasihat Ferdy Sambo.

NEWS | 31 Januari 2023

Ganjar Targetkan Masjid Agung Jawa Tengah Rampung Akhir 2023

Ganjar Pranowo mengatakan, Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT di Magelang yang dimulai pembangunanya hari ini diharapkan rampung akhir 2023.

NEWS | 31 Januari 2023

Jokowi Berikan Kebebasan Kaesang Bila Ingin Maju ke Dunia Politik

Keinginan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep untuk terjun ke dunia politik mendapat restu dari ayahnya.

NEWS | 31 Januari 2023

Kisah Bocah Perempuan 11 Tahun Lolos dari Penculikan di Semarang

Seorang bocah perempuan berusia 11 tahun lolos dari upaya penculikan dua orang tak dikenal seusai berbelanja di sebuah warung kelontong di Semarang,

NEWS | 31 Januari 2023

Data Pangan Sering Berbeda, Jokowi: Di Era Digital Harusnya Tidak Terjadi

Presiden RI Joko Widodo menyoroti masalah data produksi dan stok pangan yang kerap berbeda antara kementerian atau lembaga terkait.

NEWS | 31 Januari 2023

Presidensi G20 Indonesia Sukses, Jokowi: Modalnya Membangun Trust

Indonesia pada 2022 telah sukses memegang Presidensi Group of 20 (G20), forum kerja sama 20 ekonomi utama dunia.

NEWS | 31 Januari 2023

Turunnya Nilai Manfaat Dana Haji, Penyebab Biaya Haji Naik

Pakar kebijakan publik UPN Veteran, Achmad Nur Hidayat mengatakan, rencana kenaikan biaya haji dipicu turunnya nilai manfaat dana haji yang semakin kecil.

NEWS | 31 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
PLN Mobile Proliga 2023: Jakarta Elektrik PLN Telah Perbaiki Kelemahan

PLN Mobile Proliga 2023: Jakarta Elektrik PLN Telah Perbaiki Kelemahan

SPORT | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE