Logo BeritaSatu

Ini Faktor yang Membuat Covid-19 di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain

Selasa, 23 Agustus 2022 | 19:41 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JEM

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan faktor penyebab jumlah kasus Covid-19 di Indonesia lebih rendah dibandingkan negara-negara lain. Faktor tersebut, kata Budi Gunadi, karena saat ini masyarakat Indonesia sudah memiliki level antibodi yang tinggi.

"Kita sudah melihat dibandingkan Desember hanya 88% dari masyarakat yang memiliki antibodi sekarang naik ke 98,5%. Level antibodinya yang tadinya cuma sekitar 400-an unit per mililiter sekarang naik lebih dari 2.000 unit per mililiter. Akibatnya apa? Akibatnya memang terbukti populasi masyarakat Indonesia sudah sangat terlindungi dari level antibodinya,” kata Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers seusai mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang evaluasi PPKM yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Oleh sebab itu, kasus Covid-19 Omicron subvarian BA.4 dan BA.5 di Tanah Air masih relatif lebih rendah dibandingkan negara lainnya.

“Itu sebabnya kenapa, untuk kasus gelombang BA.4 dan BA.5 yang di Jepang, Eropa dan Amerika, itu meningkatkan kasus konfirmasi tinggi sekali, kita tidak. Karena level imunitas masyarakat sudah sangat tinggi,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Dijelaskan Budi, beberapa negara seperti Jepang, Amerika Serikat serta negara-negara di Eropa, jumlah kasus konfirmasi hariannya mencapai di atas 100.000 kasus. Bahkan di Jepang, kasus konfirmasi mencapai 200.000 per hari.

“Kasus konfirmasi harian setinggi ini, pasti akan mengakibatkan terjadinya mutasi dan timbulnya varian baru. Jadi pasti akan ada varian baru karena adanya kasus konfirmasi setinggi ini,” ungkap Budi Gunadi Sadikin.

Baca selanjutnya
Kondisi adanya kasus konfirmasi harian yang begitu tinggi di negara-negara tersebut, ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

ELT Helikopter Polri yang Jatuh di Belitung Tidak Berfungsi

ELT atau emergency locator transmiter milik helikopter Polri yang jatuh di Belitung berhasil ditemukan dalam keadaan tidak berfungsi.

NEWS | 29 November 2022

Sembuh dari Covid-19, Putri Candrawathi Kembali Jalani Sidang di PN Jaksel

Sembuh dari Covid-19, terdakwa Putri Candrawathi kembali menjalani sidang di PN Jaksel (Pengadilan Negeri Jakarta Selatan), Selasa (29/11/2022).

NEWS | 29 November 2022

Polda Metro Jaya Buka Gerai SIM Keliling hingga 14.00 WIB

Polda Metro Jaya membuka gerai SIM Keliling di beberapa lokasi di DKI Jakarta, Selasa (29/11/2022), mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

NEWS | 29 November 2022

Trauma, Korban Gempa Cianjur Mengungsi ke Majalengka

Sebanyak 17 korban gempa Cianjur mengungsi ke rumah saudaranya di Desa Sukasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa (29/11/2022).

NEWS | 29 November 2022

Pemetaan demi Pembenahan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Guru SDN 1 Kuta Febri Nirmala menjadikan ruang kelas sebagai rumah kedua demi mendorong kemampuan belajar para siswanya.

NEWS | 29 November 2022

40 Tahun Tertidur, Gunung Berapi Terbesar di Dunia Meletus di Hawaii

Gunung berapi aktif terbesar di dunia Mauna Loa, meletus untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, memuntahkan lahar dan abu panas pada Senin di Hawaii.

NEWS | 29 November 2022

Hina Pedangdut Dewi Perssik, Winarsih Jadi Tersangka

Winarsih ditetapkan sebagai tersangka karena menghina dan mencemarkan nama baik pedangdut Dewi Perssik.

NEWS | 29 November 2022

Sidang Brigadir J hingga Impor Beras Terpopuler di Beritasatu.com

Sidang perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan isu impor beras menjadi berita terpopuler di Beritasatu.com

NEWS | 29 November 2022

BNPB: Bencana Hidrometeorologi Diperkirakan Merata pada Desember

BNPB menyatakan, potensi terjadi bencana hidrometeorologi diperkirakan merata pada Desember 2022 mendatang.

NEWS | 29 November 2022

Tim Peneliti UGM Klaim Deteksi Gejala Sebelum Gempa Cianjur

Gejala gempa Cianjur itu tertangkap melalui sistem peringatan dini yang dikembangkan UGM dengan mengukur konsentrasi gas radon dan groundwater level 1-3.

NEWS | 29 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kinerja Pasar Modal Membaik Ditopang Perlindungan Investor

Kinerja Pasar Modal Membaik Ditopang Perlindungan Investor

EKONOMI | 19 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE