Logo BeritaSatu

Polisi Australia Sita 2 Ton Sabu Senilai Rp 16,3 Triliun

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 08:34 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Canberra, Beritasatu.com- Polisi Australia sita rekor 2 ton sabu asal Uni Emirat Arab (UEA) yang disembunyikan di ubin marmer. Seperti dilaporkan CBCNews, Jumat (26/8/2022), pengungkapan ini digambarkan polisi sebagai penyitaan narkoba terbesar yang pernah ada di Australia.

“Tiga pria ditangkap setelah 748 kilogram (1.649 pon) obat itu ditemukan awal bulan ini tersembunyi di 24 kontainer yang tiba di Port Botany,” kata para pejabat, Jumat.

Sejumlah 1.060 kilogram sabu lainnya ditemukan di 19 kontainer yang tiba di pelabuhan yang sama minggu lalu. Obat-obatan itu disembunyikan dengan metode yang sama dan semuanya dikirim dari Uni Emirat Arab.

Polisi memperkirakan nilai sabu tersebut di jalanan sebesar 1,6 miliar dolar Australia (US$ 1,1 miliar atau Rp 16,3 triliun). Taksiran ini mencerminkan harga yang lebih tinggi yang dibayarkan warga Australia untuk obat-obatan terlarang daripada yang dilakukan pengguna di banyak negara yang sebanding.

Kepala Detektif Polisi Supt. John Watson menggambarkan jumlah sabu sebagai "mengejutkan."

"Penyitaan ini akan dirasakan selama berminggu-minggu yang akan datang oleh banyak pemasok tingkat tinggi, menengah dan bawah," kata Watson.

Tidak ada penangkapan lebih lanjut yang dilakukan sejak penyitaan pekan lalu. Penyelidik telah mengalihkan perhatian mereka untuk mengidentifikasi pemasok luar negeri.

"Wilayah Timur Tengah mungkin menjadi fokus utama kami. Tapi saya tentu tidak akan membatasi penyelidikan kami hanya di wilayah itu," kata Watson.

Menurut Watson, semua kontainer itu direncanakan untuk dikirim ke satu pabrik di Sydney barat yang telah didirikan untuk mengekstrak sabu dari marmer dengan cepat. Polisi tidak tahu seberapa sering pabrik itu digunakan.

Ketiga pria yang sudah ditangkap - berusia 24, 26 dan 34 tahun- menghadapi kemungkinan hukuman seumur hidup di penjara jika terbukti bersalah dalam perdagangan narkoba. Mereka telah muncul di pengadilan dan telah ditolak jaminan.

"Keberanian orang-orang ini untuk berpikir bahwa mereka dapat mengimpor obat-obatan berbahaya dalam jumlah besar ke Australia sangat mencengangkan," kata Asisten Komisaris Pasukan Perbatasan Australia Erin Dale.

"Mari kita perjelas: ini adalah penyitaan methylamphetamine terbesar di perbatasan Australia dan karenanya merupakan pukulan besar bagi para penjahat terorganisasi," tambahnya.

Rekor penangkapan sabu Australia sebelumnya adalah 1,8 ton AS yang disembunyikan di speaker dan dikirim ke Melbourne dari Bangkok pada April 2019. Tiga warga Melbourne didakwa dengan pelanggaran narkoba.

Penemuan ini menandai yang terbaru dalam serangkaian penyitaan sabu skala besar di seluruh dunia. Awal bulan ini, tentara Meksiko menyita hampir 1,5 ton sabu dan 328 pon bubuk fentanil di sebuah pos pemeriksaan di negara bagian Sonora di utara.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mangkir dari Pemeriksaan soal Tambang Ilegal, Ismail Bolong Berdalih Sakit

Ismail Bolong mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Dit Tipidter Bareskrim Polri terkait kasus tambang ilegal dengan alasan sakit. 

NEWS | 30 November 2022

Ditembak OTK, Anggota Polres Yahukimo di Dekai Tewas

Orang tak dikenal atau OTK, Selasa (29/11/2022) sekitar pukul 23.09 WIT menembak Brigadir Polisi Muhammad Yusdar, anggota Polres Yahukimo hingga tewas.

NEWS | 30 November 2022

Cianjur Bangkit, Warga Sarampad Wetan Bangun Kembali Masjid

Sepekan lebih bencana gempa Cianjur, Jawa Barat, warga mulai semangat untuk kembali bangkit dari bencana.

NEWS | 30 November 2022

Kamis, Bareskrim Polri Akan Periksa Keluarga Ismail Bolong

Bareskrim Polri akan memeriksa keluarga Ismail Bolong pada Kamis (1/11/2022) terkait kepemilikan saham perusahaan dalam kasus tambang ilegal.

NEWS | 30 November 2022

Sidang Kasus Brigadir J Hari Ini, 3 Terdakwa Saling Bersaksi

Sidang perkara dugaan pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel hari ini akan menghadirkan Bharada E, Kuat Maruf, dan Bripka RR yang saling bersaksi. 

NEWS | 30 November 2022

Polri Kerahkan 261 Personel Layani Kesehatan Korban Gempa Cianjur

Polri mengerahkan 21 dokter spesialis untuk melayani korban gempa Cianjur. Total ada 261 personel dari jajaran medis yang tangani korban gempa Cianjur.

NEWS | 30 November 2022

Korban Gempa Cianjur, Paboi: Layanan Ortopedi Butuh 4 Bulan

Paboi menyatakan tindakan medis bedah untuk korban gempa Cianjur membutuhkan waktu hingga 4 bulan.

NEWS | 30 November 2022

KPU Sebut Pelamar Calon PPK Sebanyak 304.602 Orang

KPU menyebut pelamar calon panitia pemilihan kecamatan atau PPK untuk Pemilihan Umum Serentak 2024 berjumlah 304.602 orang.

NEWS | 30 November 2022

Tiga Jenazah Awak Helikopter Polri NBO-105 P-1103 Ditemukan

Jenazah ketiga dari awak helikopter Polri NBO-105 P-1103 yang mengalami kecelakaan di perairan Belitung Timur berhasil ditemukan, Rabu (30/11/2022) dini hari.

NEWS | 30 November 2022

KPK Sebut Banyak Sekolah Rusak Akibat Tindak Pidana Korupsi

KPK menyatakan bahwa salah satu masalah yang timbul karena tindak pidana korupsi yakni banyaknya fasilitas sekolah yang rusak.

NEWS | 30 November 2022


TAG POPULER

# Ferdy Sambo


# Impor Beras


# UMP DKI Jakarta


# Pemimpin Berambut Putih


# Adian Napitupulu


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mangkir dari Pemeriksaan soal Tambang Ilegal, Ismail Bolong Berdalih Sakit

Mangkir dari Pemeriksaan soal Tambang Ilegal, Ismail Bolong Berdalih Sakit

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE