Logo BeritaSatu

Kasus Surya Darmadi Rugikan Negara Rp 104,1 Triliun, Ini Perinciannya

Selasa, 30 Agustus 2022 | 17:19 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyampaikan kerugian negara di kasus dugaan korupsi bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng mencapai Rp 104,1 triliun. Angka tersebut merupakan hasil penghitungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Deputi bidang Investigasi BPKP, Agustina Arumsari memaparkan, perhitungan tersebut mencakupi kerugian keuangan dan perekonomian negara di kasus Apeng. Cakupan perhitungan tersebut yakni kegiatan usaha PT Duta Palma Group dengan lima anak usahanya pada periode 2003 sampai 2022.

Advertisement

"Adanya fakta-fakta yang menurut pendapat kami juga menimbulkan dampak kerugian keuangan maupun perekonomian negara," ungkap Sari di Gedung Kejagung, Jakarta, Selasa (30/8/2022).

Dijelaskan lebih lanjut, kerugian tersebut terdiri dari beberapa hal seperti penyimpangan saat pengalihan kawasan hutan hingga upaya suap pada proses perizinan untuk mengalihkan kawasan hutan. Penyimpangan-penyimpangan itu dipandang telah menyebabkan kerugian keuangan dan perekonomian negara, baik langsung maupun tidak langsung.

Hal itu mengingat terdapat hak negara atas pemanfaatan sumber daya alam nasional. Diketahui kemudian, kerugian keuangan negara di kasus ini mencapai Rp 4,9 triliun.

"Kami hitung dengan jumlah untuk kerugian negara ada US$ 7,8 juta kalau dirupiahkan sekitar Rp 114 miliar. Untuk yang lainnya ada provisi sumber daya hutan kemudian ada fakta-fakta memang hutan itu mengalami kerusakan sehingga ada biaya pemulihan kerusakan hutan yang dicari jumlah semuanya berjumlah Rp 4,9 triliun," ungkapnya.

Kerugian perekonomian negara di kasus ini juga turut dihitung oleh BPKP. Dalam menghitungnya, BPKP berkolaborasi dengan ahli lingkungan serta ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM). Dari sana, terungkap kerugian perekonomian negara di kasus dugaan korupsi Surya Darmadi alias Apeng sekitar Rp 99 triliun.

"Masing-masing dengan kompetensinya menghitung kerugian keuangan negara dan seluruh angka dari kami baik dari sisi keuangan negara maupun perekonomian negara terhitunglah sebesar Rp 99,34 triliun kerugian perekonomian negara," imbuhnya.

Diketahui, Kejagung telah menetapkan Surya Darmadi alias Apeng sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group. Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan, perusahaan milik Surya Darmadi tersebut mengelola lahan 37.095 hektare secara melawan hukum.

Dari penyelewengan tersebut, perusahaan Surya Darmadi Apeng diduga untung Rp 600 miliar tiap bulannya. Kerugian negara dalam kasus ini diduga sekitar Rp 104,1 triliun. Selain Surya Damradi, Kejagung juga menjerat Bupati Indragiri Hulu periode 1999-2008, Raja Thamsir Rahman dalam kasus ini.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Liga Premier Singapura Gunakan Teknologi VAR untuk Pertama Kalinya

Wasit di Liga Premier Singapura (SPL) akan mendapat bantuan ekstra di musim mendatang, dengan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

NEWS | 29 Januari 2023

Surat Kewarganeragaan Tidak Sah, Wakil PM Nepal Dicopot dari Jabatan

Hakim di pengadilan tinggi Nepal memutuskan mencopot jabatan wakil PM Nepal Rabi Lamichhana karena memiliki surat kewarganegaraan yang tidak sah.

NEWS | 29 Januari 2023

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi dengan magnitudo 5,1 melanda Maluku, Sabtu (28/1/2023) malam pukul 22.47 WIB, menurut BMKG, gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

NEWS | 28 Januari 2023

Legislator Minta BPKH Susun Peta Jalan Pola Pembiayaan Haji

Legislator meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menyusun peta jalan atau roadmap pola pembiayaan haji.

NEWS | 28 Januari 2023

Soal Kemungkinan Biaya Haji Turun, Ini Respons Komnas

Komnas Haji mengatakan bahwa masih ada kemungkinan biaya haji tahun ini turun dari angka yang diusulkan oleh Kementerian Agama.

NEWS | 28 Januari 2023

Panel DPR AS Bakal Pemungutan Suara untuk Blokir Aplikasi TikTok

Sebuah panel DPR AS Komite Urusan Luar Negeri berencana untuk mengadakan pemungutan suara bulan depan yang bertujuan memblokir penggunaan TikTok

NEWS | 29 Januari 2023

Pernikahan Dini Penyumbang Angka Stunting di NTB

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  melakukan pencegahan stunting pada aspek pernikahan dini atau muda.

NEWS | 28 Januari 2023

Banjir Manado dan Tanah Longsor Menewaskan 5 Warga

Banjir Manado dan tanah longsor mengakibatkan 3.866 keluarga yang terdampak dan lima orang meninggal dunia.

NEWS | 28 Januari 2023

Malaysia Keluarkan Peringatan Potensi Banjir Bandang

Peringatan potensi banjir bandang di tiga negara bagian dalam tempo 12 jam untuk tiga negara bagian di Malaysia.

NEWS | 28 Januari 2023

Komnas Harapkan Masalah Biaya Haji Tidak Dipolitisasi

Ketua Komisi Nasional Haji dan Umrah (Komnas Haji) Mustolih Siradj berharap isu biaya haji 2023 tidak dipolitisasi.

NEWS | 28 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Liga Premier Singapura Gunakan Teknologi VAR untuk Pertama Kalinya

Liga Premier Singapura Gunakan Teknologi VAR untuk Pertama Kalinya

NEWS | 21 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE