Logo BeritaSatu

BNPT: Pemuda Harus Dibekali Moderasi Agama untuk Lawan Radikalisme

Rabu, 31 Agustus 2022 | 22:12 WIB
Oleh : JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengatakan generasi muda, terutama mahasiswa, harus dibekali moderasi beragama dan literasi digital untuk melawan penyebaran ideologi intoleran, radikalisme, dan terorisme.

"Generasi muda harus dibekali pengetahuan agar mereka tidak mudah terpapar dengan hal-hal berkaitan ideologi terorisme yang jauh dari kepribadian bangsa Indonesia,” kata Boy Rafli, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Menurut Kepala BNPT, moderasi beragama adalah salah satu vaksin agar negeri ini bebas dari intoleransi, radikalisme dan terorisme disamping penguatan wawasan kebangsaan dan kearifan lokal.

Untuk itu, Boy Rafli dalam acara kuliah umum pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Kampus IV Tuntungan, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/8/2022), mengapresiasi deklarasi Relawan Moderasi Beragama yang diikuti kurang lebih 6000 mahasiswa dan mahasiswi baru UINSU dengan membubuhkan tanda tangan di kain kafan raksasa.

Kepala BNPT juga menghaturkan terima kasih kepada rektor UINSU yang memberikan ruang dan waktu untuk membekali mahasiswa/mahasiswi baru tentang pencegahan radikalisme dan terorisme.

"Ini penting untuk menyelamatkan anak muda Indonesia sehingga mereka bisa menimba ilmu dan melaksanakan perkuliahan dengan baik, sekaligus memiliki semangat nilai-nilai kebangsaan, cinta kepada NKRI, dan semangat mencintai nilai luhur bangsa," katanya.

Kepala BNPT menguraikan, Indonesia adalah negara yang diberkahi Allah SWT dengan berbagai nilai luhur, yang terbangun sejak Republik Indonesia belum berdiri.

Dalam kesempatan ini, Kepala BNPT juga mengingatkan para mahasiswa untuk berhati-hati saat bermedia sosial karena banyak sekali disebarluaskan melalui media sosial ini.

Dari data yang ada, Indonesia berada di nomor empat pengguna internet di dunia. Dari 273 juta lebih dari 2 juta penduduk Indonesia menggunakan internet, kemudian 80 persen menggunakan akun medsos. Dan dari pengguna akun medsos 60% adalah generasi milenial dan generasi z.

Fakta itu membuat generasi muda begitu mudah tersambung dengan berbagai informasi. Para pengusung ideologi terorisme sangat mahir menggunakan media sosial. Mereka bahkan menyelenggarakan pelatihan untuk menjadi teroris secara online, tidak lagi ketemu dengan mentornya.

“Jadi hati-hati bermedia sosial apalagi dengan narasi agama yang ujungnya menganjurkan kekerasan yang ekstrem. Bahkan ada yang diajarkan menjadi bom bunuh diri. Di Indonesia sudah banyak. Demikian juga bahkan melibatkan kaum perempuan. Jadi yang mahasiswi semua kita mohon waspada menggunakan media sosial, jangan sampai nanti dengan asyik berkomunikasi di media sosial ternyata mereka menjadi bagian perekrut pelaku terorisme,” ucap Boy Rafli.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wapres: Perlu Kerja Bersama Turunkan Angka Stunting di Indonesia

Wapres KH Ma'ruf Amin menegaskan perlu kerja bersama yang makin intens antara semua stakeholder dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.

NEWS | 7 Desember 2022

Destinasi Wisata di Nusa Penida Disiapkan Secara Optimal

Destinasi wisata Kepulauan Nusa Penida, Klungkung disiapkan secara optimal karena memiliki pemandangan alam yang indah yang dapat dinikmati oleh wisatawan.

NEWS | 7 Desember 2022

Drone Serang Pangkalan Udara Rusia, Analis: Sistem Pertahanan Gagal

Dua serangan drone di pangkalan udara di dalam wilayah Rusia telah membuat Moskwa mendapat pukulan besar.

NEWS | 7 Desember 2022

Musra XIX Digelar di DIY Awal Tahun Depan

Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY bakal menjadi tuan rumah Musyawarah Rakyat alias Musra ke XIX bulan Januari tahun depan.

NEWS | 7 Desember 2022

Al Jazeera Ajukan Kasus Shireen Abu Akleh ke Pengadilan Internasional

Al Jazeera telah mengajukan kasus pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh, yang ditembak di kepala saat meliput serangan Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional.

NEWS | 7 Desember 2022

Ganjar Pranowo dan Cerita Dapur Megawati di Kebagusan

Ganjar Pranowo mengaku banyak mendapat ilmu dan pengalaman politik di dapur rumah Megawati Soekarno Putri di Kebagusan, Jakarta Selatan.

NEWS | 7 Desember 2022

7 Desember, Polda Metro Uji Coba Tilang Elektronik Mobile

Polda Metro Jaya uji coba penindakan menggunakan sistem tilang elektronik mobile atau electronic traffic law enforcement/ETLE mobile mulai 7 Desember

NEWS | 6 Desember 2022

KKB Tembak Mati 3 Tukang Ojek di Pegunungan Bintang Papua

KKB tembak mati tiga tukang ojek di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

NEWS | 6 Desember 2022

Ganjar: Pemanfaatan Medsos Penting bagi Pemimpin Masa Kini

Ganjar Pranowo membeberkan pentingnya pemanfaatan medsos bagi pemimpin masa kini.  Medsos sangat penting untuk menjangkau banyak masyarakat.

NEWS | 6 Desember 2022

Foto Prewedding, Kaesang Sempat Kabur Saat Mau Didandani Rama Jee

Make up Artist (MUA) Rama Jee mengaku, Kaesang Pangarep sempat kabur saat akan didandani untuk foto prewedding.

NEWS | 6 Desember 2022


TAG POPULER

# Ricky Rizal


# Kecelakaan Beruntun di Jaktim


# Pernikahan Kaesang


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Wapres: Perlu Kerja Bersama Turunkan Angka Stunting di Indonesia

Wapres: Perlu Kerja Bersama Turunkan Angka Stunting di Indonesia

NEWS | 17 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE