Logo BeritaSatu

Invasi Rusia Picu Kerusakan Lingkungan Ukraina hingga Rp 149 Triliun

Kamis, 1 September 2022 | 14:02 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Moskwa, Beritasatu.com- Invasi Rusia memicu kerusakan lingkungan Ukraina hingga US$ 10 miliar atau Rp 149 triliun. Seperti dilaporkan Newsweek, Kementerian Lingkungan Ukraina menuduh Rusia melakukan kejahatan pada sumber daya alam Ukraina atas invasi enam bulan Kremlin.

Kementerian Perlindungan Lingkungan dan Sumber Daya Alam Ukraina mengatakan dalam posting Telegram pada Kamis (25/8/2022) bahwa pihaknya telah mencatat lebih dari 2.000 insiden pasukan Rusia yang merusak udara, tanah dan air negara itu.

Postingan tersebut adalah laporan terbaru yang menggambarkan konsekuensi bencana konflik bagi lingkungan Ukraina. Kementerian menyatakan pihaknya merekam insiden tersebut dengan tujuan meminta pertanggungjawaban Kremlin.

“Sejak awal invasi besar-besaran Federasi Rusia ke Ukraina, kami mencatat semua kejahatan penjajah terhadap lingkungan untuk membuatnya [Presiden Rusia Vladimir Putin] membayar penuh atas apa yang telah dia lakukan terhadap Ukraina,” kata posting kementerian.

Kementerian Ukraina memperkirakan bahwa total degradasi tanah dan sumber daya air Ukraina serta polusi udara yang disebabkan oleh invasi Rusia bernilai 395 miliar hryvnia Ukraina (lebih dari US$10 miliar).

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) melaporkan bulan lalu bahwa pemantauannya menemukan daerah pedesaan dan perkotaan Ukraina dapat menghadapi "warisan beracun bagi generasi mendatang."

UNEP menyatakan masih memverifikasi polusi dan kerusakan ekologis yang disebabkan oleh ribuan kemungkinan insiden yang berpotensi tumpah ke negara-negara tetangga.

"Pemetaan dan penyaringan awal bahaya lingkungan hanya berfungsi untuk mengonfirmasi bahwa perang benar-benar beracun," kata Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen.

Andersen menambahkan bahwa Ukraina akan "membutuhkan dukungan internasional yang besar untuk menilai, mengurangi dan memulihkan kerusakan di seluruh negeri, dan mengurangi risiko ke wilayah yang lebih luas."

Laporan dari media, kelompok konservasi dan lembaga pemerintah telah memperingatkan bahwa perang telah membunuh ribuan lumba-lumba di Laut Hitam, banyak di antaranya dilaporkan terdampar di Turkiye.

UNEP menyatakan konflik tersebut telah menyebabkan bahaya lingkungan setelah infrastruktur minyak dan gas serta fasilitas industri lainnya dihantam. Kedua belah pihak dalam perang telah melaporkan kerusakan fasilitas industri yang memuntahkan bahan kimia berbahaya ke udara di dekat penduduk sipil.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Saksi dari Timsus Polri Beberkan Kejanggalan Kasus Brigadir J

Saat hadir sebagai saksi di sidang Hendra Kurniawan, salah satu timsus Polri, Agus Saripul Hidayat membeberkan kejanggalan kasus Brigadir J. 

NEWS | 1 Desember 2022

Kasus Suap, Eks Kepala BPN Riau M Syahrir Ditahan KPK

KPK menahan mantan Kepala Kanwil BPN Riau M Syahrir, tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan dan perpanjangan HGU di Kanwil BPN Riau. 

NEWS | 1 Desember 2022

Bertambah, Pengungsi Gempa Cianjur Mencapai 114.414 Orang

Jumlah pengungsi akibat gempa Cianjur bertambah menjadi sebanyak 114.414 orang sementara sehari sebelumnya 109.386 orang. 

NEWS | 1 Desember 2022

CCTV Rumah Ferdy Sambo 26 Kali Dimatikan secara Paksa

CCTV rumah Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, 26 kali dimatikan secara paksa.

NEWS | 1 Desember 2022

Sufmi Dasco Jadi Profesor, Prabowo: Guru Besar Penentu Peradaban Bangsa

Terkait pengukuhan Sufmi Dasco Ahmad sebagai profesor, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan guru besar merupakan penentu peradaban bangsa.

NEWS | 1 Desember 2022

Update Gempa Cianjur, 329 Orang Meninggal dan 595 Luka Berat

Bupati Cianjur, Herman Suherman menyampaikan hingga saat ini terdapat 349 orang meninggal dunia dan 595 orang luka berat akibat gempa Cianjur. 

NEWS | 1 Desember 2022

KLHK Raih Peringkat Pertama Indonesia SDGs Action Awards 2022

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meraih peringkat pertama Indonesia SDGs Action Awards 2022 kategori kementerian/lembaga.

NEWS | 1 Desember 2022

Ganjar Sebut Pendidikan Anti Korupsi di 23 SMA/SMK di Jateng Efektif

Pendidikan anti korupsi bisa diberikan melalui komunikasi yang kreatif lain seperti melalui media sosial, kaus, atau berbagai media seperti stiker dan lainnya.

NEWS | 1 Desember 2022

Ganjar Dorong Seluruh Daerah Komitmen Antikorupsi Usai Hadiri Hakordia di Surabaya

Acara dibuka oleh Ketua KPK RI Firli Bahuri, dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Parawansa, Wagub DIY KGPAA Paku Alam X, Wagub Kalteng, dan Sekda Kalbar.

NEWS | 1 Desember 2022

Konvoi Geng Motor Bersenjata Parang Resahkan Warga Bogor

Geng motor bersenjata parang dan golok konvoi di wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Aksi itu meresahkan warga.

NEWS | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Saksi dari Timsus Polri Beberkan Kejanggalan Kasus Brigadir J

Saksi dari Timsus Polri Beberkan Kejanggalan Kasus Brigadir J

NEWS | 10 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE