Logo BeritaSatu
31 Tahun Merdeka,

Bagaimana Reformasi Mendongkrak Perekonomian Uzbekistan

Jumat, 2 September 2022 | 17:07 WIB
Oleh : JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Uzbekistan baru saja merayakan hari kemerdekaannya yang ke-31. Selama beberapa tahun terakhir, reformasi besar-besaran telah berlangsung di Uzbekistan dan telah mendongkrak perekonomian negara. Pada sebuah wawancara dengan Beritasatu.com, Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Dr. Ulugbek Rozukulov berbicara tentang bagaimana reformasi ini membentuk Uzbekistan modern, serta bagaimana hubungan bilateral antara Indonesia-Uzbekistan.

Berikut adalah cuplikan dari wawancara tersebut:

Beritasatu.com: Selamat pagi, Pak Duta Besar. Saya senang bertemu dengan Anda. Terima kasih atas kesempatan ini. Masyarakat Indonesia kini semakin tertarik untuk mengetahui soal Uzbekistan dan kami kali ini bertemu dengan Anda menjelang hari libur nasional Hari Kemerdekaan Uzbekistan!

Dubes: Selamat pagi. Pertama, saya ingin menyapa seluruh pembaca publikasi Anda, serta ingin memberikan ucapan selamat untuk HUT kemerdekaan Indonesia yang dirayakan belum lama ini. Saya juga ingin berterima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk bercerita tentang negara kami yakni Republik Uzbekistan.

Benar, hari ini kami merayakan hari terpenting dalam sejarah negara kami yakni kemerdekaan Uzbekistan. Pada 31 Agustus 1991, sebuah peristiwa bersejarah berlangsung di mana menjadi titik balik dari kehidupan bangsa ini. Rakyat kami, yang melihat masa depan dengan penuh harapan, mencapai tujuan kami yakni meraih kemerdekaan. Tahun ini, kami merayakan tahun ke-31 kemerdekaan.

Pada tahun-tahun kemerdekaan, kami melakukan sejumlah langkah penting dalam membangun negara dan masyarakat baru seperti pembangunan fondasi negara modern, cabang kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Dalam waktu singkat, kami juga mengadopsi konstitusi, mata uang negara soum, serta juga membentuk cadangan emas dan devisa.
Sejarah kuno, identitas nasional, warisan budaya yang kaya, dan nilai-nilai spiritual kami telah dihidupkan kembali. Kini, Uzbekistan memiliki tempat yang layak di masyarakat dunia.

Beritasatu.com: Selama beberapa tahun terakhir, ada pengintensifan reformasi-reformasi di Uzbekistan. Apa indikator utama yang menjadi ciri Uzbekistan saat ini?

Dubes: Sejak terpilihnya Yang Mulia Bapak Shavkat Miromonovich Mirziyoyev sebagai Presiden Republik Uzbekistan, ada dorongan baru untuk pembangunan negara kami.

Uzbekistan mengadopsi sebuah strategi yang meliputi lima bidang prioritas untuk pembangunan Uzbekistan untuk periode tahun 2017-2021. Strategi ini meliputi program reformasi mendasar di seluruh sektor ekonomi dan sosial, konstruksi publik dan negara, yang diprakarsai dan dijalankan di bawah kepemimpinan Presiden Republik Uzbekistan.

Sebagai hasil dari implementasi strategi ini, selama 2017-2021, PDB Uzbekistan naik 24%, produksi industri meningkat 34%, pembentukan bisnis baru meningkat lebih dari tiga kali lipat, pendapatan riil masyarakat secara keseluruhan juga naik 28% dibandingkan tahun 2016.

Karena liberalisasi ekonomi dan penyederhanaan prosedur bea cukai, omset perdagangan luar negeri Uzbekistan meningkat 1,8 kali lipat. Hal yang menggembirakan adalah produk yang diekspor semakin beragam dan pangsa produk industri dan jasa di pangsa ekspor sudah mencapai 41,4% di tahun 2021.

Selama empat tahun terakhir, sistem perpajakan telah direformasi. Jumlah pajak telah dikurangi, pajak omset telah dihapuskan. Tarif PPN telah dikurangi dari 20 menjadi 15 persen. Apalagi mulai 1 Januari 2023 diturunkan menjadi 12%.

Hasil positif dari reformasi ini yang tercermin dari berbagai pemeringkatan dunia tentunya membuka kesempatan bagi negara untuk masuk ke pasar keuangan internasional dan memperkuat kepercayaan investor terhadap ekonomi. Khususnya Eurobond pemerintah, obligasi swasta dari bank-bank besar, serta perusahaan Uzbekistan dijual kepada investor asing.

Dalam waktu singkat, volume investasi naik 2,5 kali lipat, termasuk investasi asing yang meningkat 3,5 kali lipat. Dalam kerangka perubahan struktural di sektor tenaga listrik, minyak dan gas bumi dan sektor utilitas publik, fungsi manajemen negara dan ekonomi telah dipisahkan, dan langkah-langkah penting telah diambil untuk menciptakan lingkungan yang kompetitif di industri-industri ini. Fasilitas infrastruktur baru telah diterapkan. Ribuan kilometer jalan, saluran listrik, dan saluran pasokan gas telah dibangun dan diperbaiki.

Berkaca pada kesuksesan dan keefektifan implementasi reformasi ini, Presiden Republik Uzbekistan mengadopsi strategi baru untuk periode 2022-2026. Berdasarkan analisis International Monetary Fund dan badan-badan pemeringkatan ternama, Uzbekistan adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang dalam kondisi sulit saat ini berhasil memastikan stabilitas keuangan dan ekonomi, memulihkan industri manufaktur, dan meningkatkan aktivitas ekonomi.
Kesimpulan yang sama diberikan dalam laporan analitik yang diterbitkan dari bank investasi Amerika J.P. Morgan "Uzbekistan: On the Way to Zenith".

Di bidang pembangunan negara, prioritas strategi Presiden Uzbekistan Shavkat Miromonovich Mirziyoyev adalah pengembangan lebih lanjut dari prinsip-prinsip demokrasi dan implementasinya di lembaga-lembaga negara dan pengembangan masyarakat sipil.

Beritasatu.com: Selama beberapa tahun terakhir, Uzbekistan telah menjalankan kebijakan luar negeri yang aktif. Apa elemen utama dari kebijakan luar negeri Uzbekistan?

Dubes: Pertama, prioritas kebijakan luar negeri yang diprakarsai oleh Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev pragmatik dan terverifikasi secara strategis. Ini berkontribusi pada penguatan negara kami sebagai rekan yang dapat dipercaya dan stabil yang patut mendapatkan kepercayaan dan menerapkan kebijakan luar negeri yang aktif.

Alhasil, situasi politik di Asia Tengah membaik secara signifikan, sebagai contoh tumbuhnya semangat bertetangga di kawasan, awal kerja sama antarnegara tetangga untuk mengatasi isu kawasan yang krusial, respon bersama terhadap tantangan dan ancaman yang dihadapi kawasan, termasuk pandemi dan dampaknya, mengatasi isu lingkungan, mencegah ancaman transnasional seperti ekstrimisme dan terorisme, serta penguatan keharmonisan antar etnis, serta tali pertemanan dan persaudaraan antara masyarakat Asia Tengah.

Sudah menjadi tradisi bagi pemimpin negara Asia Tengah untuk menggelar konsultasi rutin. Sebagaimana Presiden Shavkat Mirziyoyev mengatakan, istilah ‘semangat Asia Tengah’ telah muncul di kosa kata politik dunia, yang secara akurat mencerminkan atmosfer positif kerja sama dan saling pengertian yang tercipta di kawasan.

Inisiatif Uzbekistan untuk memperkuat kerja sama antarkawasan juga patut mendapatkan perhatian khusus. Pada 11 Juli, Majelis Umum PBB dengan suara bulat menyetujui resolusi khusus untuk memperkuat keterkaitan antara Asia Tengah dan Selatan. Adopsi resolusi tersebut menjadi implementasi praktis dari inisiatif Presiden Republik Uzbekistan Yang Mulia Bapak Shavkat Mirziyoyev, yang dikemukakan selama konferensi internasional tingkat tinggi “Asia Tengah dan Selatan: Konektivitas Regional. Tantangan dan Peluang”, diadakan pada Juli 2021 di Tashkent.

Konferensi Tashkent berhasil mengumpulkan 600 perwakilan dari 50 negara di dunia, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres yang turut hadir pada kegiatan itu mengatakan “konektivitas memainkan peran kunci dalam perdagangan, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan” dan “dapat membantu membangun perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran jangka panjang di Asia Tengah dan Asia Selatan”.

Kerja sama yang lebih erat dengan Asia Selatan, pembentukan koridor transportasi baru, tentunya akan berdampak positif pada perluasan kerja sama perdagangan dan ekonomi dengan negara Asia Tengah, serta Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Secara umum, Uzbekistan memiliki hubungan yang seimbang dengan negara-negara terkemuka di dunia, negara-negara kawasan, dan organisasi internasional, menjaga keseimbangan geopolitik dan memastikan diversifikasi perdagangan dan hubungan ekonomi.

Hari ini kita memiliki hubungan yang setara dengan negara-negara asing dan memelihara hubungan perdagangan dan ekonomi yang saling menguntungkan.

Beritasatu.com: Bagaimana perkembangan hubungan bilateral dan multilateral antara Uzbekistan dan Indonesia saat ini? Di bidang dan sektor apa yang menurut Anda memiliki potensi terbesar untuk kerja sama?

Dubes: Tahun ini, kita merayakan 30 tahun dibentuknya hubungan diplomatik antara Republik Uzbekistan dan Republik Indonesia. Selama bertahun-tahun, hasil kerja sama yang signifikan telah dicapai, dialog politik tumbuh, para pihak saling mendukung dalam kerangka organisasi internasional, dan hubungan ekonomi, budaya, dan kemanusiaan yang saling menguntungkan telah dibangun dan diperkuat.

Jika kita berbicara tentang potensi kerja sama lebih lanjut, menurut saya, pertama-tama, kerja sama ekonomi memiliki prospek yang besar untuk berkembang. Uzbekistan dan Indonesia memiliki sejumlah sektor pelengkap ekonomi dan jenis produk yang memiliki permintaan tinggi di pasar kami.

Uzbekistan tertarik untuk meningkatkan volume perdagangan antarnegara, termasuk pasokan pupuk kimia, produk tekstil (benang kapas dan kain), sutra, produk pertanian (kacang polong, kacang hijau, kacang-kacangan, dried pepper, bawang putih), buah-buahan seperti delima, buah-buahan berbiji seperti ceri, aprikot, persik, plum, dan lain-lain), buah kering, kacang-kacangan dan sayur yang memiliki permintaan tinggi di pasar Indonesia.

Di saat yang sama, Uzbekistan siap membeli produk Indonesia yang memiliki permintaan di pasar domestik maupun Asia Tengah seperti teh dan kopi, berbagai macam buah tropis seperti pisang, nanas, buah naga, seafood, kertas, produk karet, dan lainnya.
Statistik menunjukkan selama Januari-Juli tahun ini, ekspor dari Indonesia ke Uzbekistan naik 1,4 kali lipat, dan omset perdagangan luar negeri antar negara kita meningkat 1,6 kali lipat dan melampaui angka ini untuk keseluruhan tahun 2021.

Secara umum, kita berhasil mengatasi penurunan perdagangan yang disebabkan oleh pandemi.

Dalam perdagangan internasional, kita bisa mencatatkan hasil yang lebih baik lagi. Sehingga upaya sedang dilakukan untuk mengintensifkan kerja sama antar kamar dagang, serta badan terkait Uzbekistan dan Indonesia.

Tentunya, pariwisata juga menjadi arah kerja sama yang menjanjikan. Uzbekistan adalah salah satu dari pusat peradaban Islam dan tempat kelahiran Imam Al Bukhari, Bahouddin Nakshbandi, Ibn Sina, serta ilmuwan hebat lainnya dalam peradaban Islam, tetapi juga peradaban dunia.

Pengembangan pariwisata adalah salah satu elemen dari strategi Uzbekistan. Saat ini, kemudahan bebas visa diberikan bagi wisatawan yang berasal dari lebih dari 90 negara. Indonesia merupakan salah satu negara pertama yang diberikan kemudahan ini. Bahkan selama fase akut karantina Covid-19, wisatawan Indonesia tetap bisa berkunjung ke Uzbekistan tanpa visa.

Di tahun 2019, sebelum pandemi Covid-19, jumlah wisatawan asal Indonesia melebihi 3.500 orang. Ini kecil, tetapi tingkat pertumbuhannya 1,7 kali lipat lebih besar dari 2018. Pada Desember 2019, Uzbekistan menghadirkan program Umrah+ dengan alokasi tempat duduk bagi jemaah Indonesia untuk penerbangan Tashkent-Jeddah-Tashkent.

Alhasil, pada kuartal pertama 2020, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan naik dua kali lipat. Di kuartal pertama 2020, wisatawan Indonesia termasuk warga negara Asia Tenggara terbanyak yang mengunjungi Uzbekistan dalam rangka menjalankan pariwisata ziarah.

Di saat yang sama, ada juga peluang yang baik bagi negara kami untuk pariwisata musim dingin. Dalam beberapa tahun terakhir, Uzbekistan telah membangun infrastruktur resor ski dengan standar internasional tinggi. Mengunjungi Pulau Bali, resor lainnya, serta pusat sejarah lainnya di Indonesia juga menjadi populer di Uzbekistan. Sebagai seseorang yang familiar dengan tingginya layanan pariwisata Indonesia, saya rasa ada potensi yang menjanjikan dan besar untuk meningkatkan arus turis dari Uzbekistan ke Indonesia.

Sayangnya, pandemi Covid-19 telah menyebabkan penyesuaian. Kami telah kehilangan jumlah penumpang bersama dalam jumlah yang signifikan, dan penerbangan langsung juga ditangguhkan. Tapi, kini, pembatasan karantina utama di Uzbekistan maupun Indonesia telah dilonggarkan atau ditiadakan. Kami optimistis akan prospek dimulainya kembali arus wisata.
Tentu saja, daftar bidang kerja sama yang menjanjikan antara negara kita tidak terbatas pada yang disebutkan sebelumnya, kita memiliki interaksi yang sangat luas. Patut dicatat keberhasilan dalam pengembangan ikatan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan, termasuk pertukaran perwakilan civitas akademika.

Hingga saat ini telah ditandatangani 16 kesepakatan antara universitas kedua negara tentang pembuatan kursus pelatihan untuk spesialis di bidang pariwisata halal, layanan hotel modern, guru bahasa Indonesia, dll.

Pada bulan September 2019, diluncurkan program master bersama antara Universitas Negeri Bukhara dan Universitas Gunadarma untuk melatih spesialis TIK di bidang pariwisata.

Negara kami dengan penuh hormat mengenang kunjungan Presiden Pertama Republik Indonesia Yang Mulia Bapak Sukarno, ke bekas Uni Soviet pada bulan September 1956. Meskipun ada pembatasan agama di Uni Soviet pada waktu itu, keputusan Bapak Sukarno untuk melakukan perjalanan ke Uzbekistan untuk mengunjungi makam Imam al-Bukhari adalah contoh penghormatan sejati kepada putra terkemuka dari Uzbekistan. Sejak itu, menjadi peristiwa unik dan salah satu sumber hubungan persahabatan antara Uzbekistan dan Indonesia.

Meski kita jauh dari satu sama lain dari sudut pandang geografis, negara kita dekat dengan hati dan saling menghormati tradisi yang menciptakan peluang kuat untuk kerja sama komprehensif yang langgeng.

Beritasatu.com: Bapak Duta Besar. Terima kasih telah menghadiri wawancara ini.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penasihat Hukum: Saksi Aditya Cahya Pelapor Atau Timsus?

Penasihat hukum Arif Rachman mempertanyakan keberadaan saksi Kompol Aditya Cahya, apakah bertindak sebagai pelapor atau sebagai Timsus di Dittipidsiber.

NEWS | 26 November 2022

Update Gempa Cianjur: 318 Jiwa Orang Meninggal Dunia

Jumlah korban meninggal akibat gempa Cianjur, hingga hari ini, Sabtu (26/11/2022) pukul 17.00 WIB terus bertambah menjadi 318 orang.

NEWS | 26 November 2022

Segera Dibuka, Intibios Hang Tuah Hadirkan Layanan Kesehatan Satu Atap

Intibios Hang Tuah yang akan segera beroperasi memberikan layanan kesehatan satu atap yaitu laboratorium, klinik sekaligus farmasi di satu tempat.

NEWS | 26 November 2022

Enggartiasto: Intibios Utamakan Experience Layanan Kesehatan

Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa layanan kesehatan Intibios ingin memberikan pengalaman pelayanan kesehatan yang berbeda kepada masyarakat.

NEWS | 26 November 2022

Kendarai Motor, Mahasiswa UMM Jatuh dari Jembatan Setinggi 25 Meter

Mahasiswa UMM Irfaan Hafids Akbar jatuh dari atas jembatan Soekarno Hatta, Kota Malang. Korban jatuh dari ketinggian 25 meter.

NEWS | 26 November 2022

Antar Bantuan Korban Gempa Cianjur, BNPB Gunakan Motor

BNPB menggunakan sepeda motor untuk mengantarkan bantuan bagi korban gempa Cianjur yang berada di daerah yang susah dijangkau.

NEWS | 26 November 2022

Jokowi Tegaskan Reputasi Global Indonesia Patut Dijaga

Presiden Jokowi mengatakan reputasi global yang diraih Indonesia saat ini patut dijaga keberlanjutannya oleh kepemimpinan berikutnya.

NEWS | 26 November 2022

Guru Diminta Ciptakan Lingkungan Belajar Menyenangkan

Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim mengajak guru berinovasi menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.

NEWS | 26 November 2022

Warga Rembang Bergerak Membantu Korban Gempa Cianjur

Masyarakat di Rembang terus bergerak membantu para korban gempa Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Mereka dengan menggalang bantuan di jalan protokol di Rembang.

NEWS | 26 November 2022

BPKH Menyerahkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyerahkan bantuan kemaslahatan senilai Rp 2,2 miliar untuk para korban gempa Cianjur.

NEWS | 26 November 2022


TAG POPULER

# Kasus Tambang Ilegal


# Henry Yosodiningrat


# Net89


# Tiket KCJB


# PLN


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hujan, Publik Soundrenaline Antusias Tonton Plain White T's

Hujan, Publik Soundrenaline Antusias Tonton Plain White T's

LIFESTYLE | 28 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE