Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Kyoshi Kimura Meriahkan Festival Ikan Tuna di Gorontalo

Sabtu, 3 September 2022 | 21:07 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER
Wakil Ketua DPR, Rachmat Gobel bersama raja tuna dari Jepang, Kyoshi Kimura, di acara festival kuliner ikan tuna di Gorontalo.

Gorontalo, Beritasatu.com - Raja Tuna dari Jepang Kyoshi Kimura ikut memeriahkan Festival Ikan Tuna di Gorontalo. Ia membawa serta lima chef dan para jagoan pemotongan tuna dari Jepang.

Wakil Ketua DPR Bidang Korinbang, Rachmat Gobel mengatakan, Festival Ikan Tuna merupakan bagian dari upaya membangun budaya tuna di Gorontalo.

"Festival Ikan Tuna ini merupakan wujud syukur atas karunia Tuhan, wujud terima kasih kepada nelayan, dan wujud tekad untuk memakmurkan masyarakat Gorontalo,” kata Rachmat Gobel, melalui keterangan tertulis, Sabtu (3/9/2022).

Rachmat Gobel memprakarsai Festival Ikan Tuna pada 2-4 September 2022. Acara ini berlangsung di lapangan Ippot, Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Raja tuna dari Jepang, Kyoshi Kimura, ikut memeriahkan festival kuliner ikan tuna di Gorontalo.

Festival ini dimeriahkan dengan beragam kuliner ikan tuna, demo memotong ikan tuna, demo memasak ikan tuna, lomba memakan ikan tuna, lomba memasak ikan tuna, dan lomba memotong ikan tuna.

Kimura adalah pemilik jaringan restoran Sushi Zanmai dan perusahaan Kiyomura Corporation. Basis usahanya dimulai di pasar ikan Tsukiji di Tokyo. Ia merupakan kawan kuliah Rachmat Gobel di Chuo University, Jepang.

Kimura sempat membuat geger dunia ketika memenangkan lelang blue fin tuna dengan berat 278 kilogram dengan harga fantastis, 333,6 juta yen atau sekitar Rp 45 miliar.

"Normalnya harga ikan tersebut sekitar US$ 88 per kilogram. Kimura melakukan itu sebagai bentuk apresiasi terhadap nelayan ikan tuna. Jadi bukan soal harganya tapi apresiasinya," kata Rachmat Gobel.

Kimura yang memimpin dan melakukan pemotongan ikan tuna itu sendiri. Ikan tuna itu memiliki berat 80 kilogram yang didapat dari Teluk Tomini.

Ia memulai dengan irisan dengan menggunakan katana, pedang yang biasa digunakan oleh samurai. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan pisau yang lebih pendek dari katana. Lalu ia mencoba satu irisan. “Ini enak. Banyak lemaknya,” katanya.

Hasil pemotongan itu kemudian langsung diiris menjadi potongan-potongan kecil menjadi sushi dan langsung dicoba oleh para pengunjung.

Sebelum melakukan demo pemotongan tuna dan pembuatan sushi, pengunjung menyaksikan lelang ikan tuna dari para nelayan Gorontalo.

Kimura menunjukkan kepada publik bagaimana mengecek ikan dengan kualitas yang lebih baik. Ia mengiris di bagian pangkal ekor. Ikan yang memiliki berat 80 kilogram dinilainya lebih baik. "Banyak lemaknya. Sedangkan ikan satunya sudah tidak segar,” katanya.

Ikan yang memiliki berat 80 kilogram itulah yang kemudian dibawa ke panggung untuk demo pemotongan ikan tuna. Kimura mengatakan, ikan ini dia perkirakan dari kedalaman 50 meter. "Yang lebih enak jika dari kedalaman 100 meter hingga 200 meter, karena kandungan lemaknya sudah lebih banyak,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI