Logo BeritaSatu

Oknum Polisi Siksa ART, Indonesia Ingin Malaysia Serius Jalankan MoU

Selasa, 6 September 2022 | 07:29 WIB
Oleh : LES

Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Indonesia ingin Malaysia menjalankan kesepakatan yang telah ditandatangani mengenai MoU Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sektor Domestik, terkait kasus yang menimpa zeorang asisten rumah tangga disingkat ART disiksa majikannya oknum polisi di Batu Caves, Kuala Lumpur.

Kasus yang dialami Zailis yang mengalami penyiksaan di daerah Batu Caves menjadi tes keseriusan Pemerintah Malaysia menjalankan nota kesepahaman (MoU) yang baru ditandatangani pada 1 April 2022, kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono.

Advertisement

"Ya, tergantung pada penyelesaian kasus inilah, ya. Ya, tentu kami akan memberikan masukan kepada Jakarta. Karena kami tidak ingin juga kasus ini seperti kasus-kasus sebelumnya, banyak ketidakadilan dialami oleh pekerja migran kami," katanya saat ditanya apakah kasus tersebut bisa memengaruhi MoU Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sektor Domestik di Malaysia.

Hermono di KBRI di Kuala Lumpur, Senin (5/9/2022) mengatakan, kasus yang menimpa Zailis, warga negara Indonesia berusia 46 tahun yang bekerja sebagai ART di daerah Batu Caves di Kuala Lumpur itu sebagai tes atau ujian bagaimana pemerintah Malaysia betul-betul serius menjalankan MoU tersebut.

"Ada staf khusus Perdana Menteri yang menghubungi saya. Dia jamin ini akan diselesaikan secara hukum, enggak peduli siapa ... dia juga tahu kalau si majikan (laki-laki) ini oknum polisi, dia tahu," katanya.

Hal ini mengingat banyak kasus yang sebelumnya, seperti yang dialami Adelina Lisao dari NTT atau kasus pekerja-pekerja migran Indonesia lainnya yang tidak dibayar gajinya, yang masuk pengadilan tetapi kalah.

"Indonesia sudah menandatangani MoU yang tujuannya adalah kasus-kasus penyiksaan, pelanggaran terhadap hak-hak PMI sektor domestik ini bisa dicegah. Nah, sekarang terjadi lagi kasus seperti ini, kita akan melihat kesungguhan pemerintah Malaysia untuk mengatasi masalah ini," ujarnya.
Oleh sebab itu, Hermono mengatakan KBRI Kuala Lumpur akan memonitor secara seksama proses hukum yang akan dijalankan untuk kasus Zailis ini.

"This is test. Mereka serius apa enggak. Karena mereka sudah kasih komitmen pada Indonesia, termasuk kepada Menlu RI, kasus ini akan diprioritaskan," ujarnya.

Menurut Hermono, kasus Zailis ini yang parah sejak MoU ditandatangani pada tanggal 1 April. Akan tetapi, di luar itu KBRI juga menerima laporan kasus-kasus yang derajat lebih ringan.

"Kami tahu kalau dilapori, atau mereka melarikan diri ke sini (KBRI), atau ada masyarakat yang melaporkan pada kami. Di luar sana bisa saja banyak yang terjadi tetapi mereka tidak punya kemampuan melapor karena selalu di dalam rumah," kata dia.

Baca selanjutnya
Zailis dalam keadaan luka dan trauma berhasil melarikan diri dari rumah ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Perhatikan Asupan Makanan untuk Cegah Risiko Diabetes Anak

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat, temuan kasus diabetes anak meningkat hingga 70 kali lipat sejak tahun 2010.

NEWS | 6 Februari 2023

PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1444 H Jatuh pada Kamis 23 Maret 2023

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengumumkan awal Ramadan jatuh pada Kamis Pon, 23 Maret 2023 M.

NEWS | 6 Februari 2023

Sejarah Universitas Indonesia atau UI, Kampus Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2023

Universitas Indonesia atau UI adalah kampus terbaik di Indonesia versi Quacquarelli Symonds World University Ranking atau QS WUR 2023.

NEWS | 6 Februari 2023

Fadli Zon Tak Tahu Anies Utang Rp 50 Miliar ke Sandiaga Saat Pilkada DKI 2017

Fadli Zon mengaku tidak tahu soal utang Anies Baswedan sebesar Rp 50 miliar kepada Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta pada 2017.

NEWS | 6 Februari 2023

Terjadi 18 Kali Gempa Susulan, Rumah Sakit di Suriah Kewalahan Tangani Korban

Sedikitnya terjadi 18 gempa susulan dengan kekuatan lebih dari M 4 telah dicatat setelah gempa dahsyat melanda Turki selatan Senin (6/2/2023) pagi.

NEWS | 6 Februari 2023

Gempa Turki, KBRI Ankara: 3 WNI Terluka

Gempa Turki, KBRI Ankara sejauh ini mengkonfirmasi belum ada WNI yang tewas akibat gempa berkekuatan M 7,8 tersebut.

NEWS | 6 Februari 2023

Update: Korban Tewas Gempa Dahsyat Turki Jadi 521 Orang

Sebanyak 521 orang tewas di dua negara setelah gempa dahsyat berkekuatan (M) 7,8 SR mengguncang Turki selatan Senin (6/2/2023) pagi.

NEWS | 6 Februari 2023

Jaksa Minta Chuck Putranto Dinyatakan Bersalah dalam Kasus Brigadir J

Jaksa minta majelis hakim agar tetap menyatakan Chuck Putranto bersalah dalam kasus obstruction of justice kasus tewasnya Brigadir J.

NEWS | 6 Februari 2023

Gempa Turki, Korban Tewas Sudah Lebih 300 Orang

Gempa berkekuatan magnitudo 7,8 yang melanda Turki dan dirasakan hingga Suriah telah menelan korban hingga 300 jiwa.

NEWS | 6 Februari 2023

Ini Daftar Universitas Negeri Terbaik untuk Panduan UTBK SBMPTN 2023 atau SNBT 2023

Pendaftaran UTBK SBMPTN 2023 atau SNBT 2023 belum dibuka.

NEWS | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mengerikan! Video di Medsos Perlihatkan Detik-detik Aparteman Roboh Saat Gempa Turki

Mengerikan! Video di Medsos Perlihatkan Detik-detik Aparteman Roboh Saat Gempa Turki

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE