Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Erick Thohir: Harga Pertamax Bisa Turun Sesuai Harga Minyak Dunia

Rabu, 7 September 2022 | 22:23 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO
Erick Thohir.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax berpeluang turun.

Hal ini, ujar Erick Thohir, karena harga Pertamax ditentukan dengan mekanisme harga minyak mentah dunia.

Dia menyebutkan, apabila harga minyak dunia turun, maka Pertamax pun akan mengikuti mekanisme tersebut dengan menurunkan harga jual kepada masyarakat.

"Banyak juga yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun. seperti apa? Ya, pasti kita turun, cuma yang mesti diingat apa yang dilakukan pemerintah saat ini adalah mengurangi subsidi," ujar Erick Thohir saat meninjau Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC), Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Erick Thohir menyebut harga BBM seperti Pertalite, solar, dan Pertamax masih dalam subsidi. Dikatakan, jika minyak mentah dunia yang saat ini sebesar US$ 95 per barel turun menjadi US$ 75 per barel, maka itu akan diikuti dengan harga jual Pertamax kepada masyarakat.

"Kalau nanti harga minyak dunia turun, Pertamax akan sesuai harga pasar. Jadi, bisa saja turun. Tetapi, apakah solar dan Pertalite itu nanti harga pasar, tidak bisa, karena itu subsidi," ucap Erick Thohir.

Erick mengatakan, penyesuaian harga Pertamax dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter merupakan upaya pemerintah dalam mengalihkan subsidi agar lebih tepat sasaran.

Ia menyebutkan, selama ini meski Pertamax adalah jenis BBM nonsubsidi, Pertamina tetap memberikan subsidi. Erick mengatakan, harga Pertamax sejatinya masih berada di bawah harga keekonomian maupun harga yang ditawarkan kompetitor.

"Karena yang selalu diingatkan, yang pemerintah lakukan hari ini bukan kenaikan harga, melainkan pengurangan subsidi," ujar Erick Thohir.

Dikatakan, perbandingan harga BBM antarnegara tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. Erick Thohir mengatakan status sebagai negara produsen BBM tentu akan berbeda dengan negara yang hanya mengimpor BBM dalam penentuan harga jual kepada masyarakat.

"Nah, ini kadang-kadang persepsi dari masyarakat dibanding-bandingkan, kenapa negara ini lebih murah, karena masih menghasilkan, mayoritas gitu, kalau kita sudah impor," sambung dia.

Indonesia, ujarnya, sejak sembilan tahun lalu sudah bukan lagi menjadi anggota negara pengekspor minyak atau OPEC. Alhasil, Indonesia masuk dalam kategori negara pengimpor sejak 2003.

Erick Thohir mengatakan, pengurangan subsidi BBM akan diimbangi oleh perusahaan dengan menyesuaikan besaran gaji untuk para pekerja. Dikatakan, penyesuaian gaji merupakan hal yang lumrah tatkala terjadi pengalihan subsidi BBM.

Erick juga meminta agar BUMN melakukan sejumlah program dalam menyeimbangkan perekonomian. Salah satunya lewat Makmur, sebagai sebuah program dan ekosistem pertanian yang terintegrasi, dari hulu hingga ke hilir.

Tak hanya itu, lanjut Erick, BUMN melalui holding Perkebunan Nusantara juga telah kerja sama di sektor kopi dengan perusahaan asal Belanda.

"Kemarin, tanda tangan untuk kopi. Dari 7.000 hektare sudah mulai ada pembelinya dari luar negeri. Itu 100 persen swasta dari Belanda, total transaksinya lumayan meski belum besar, tetapi sudah mencapai US$ 5,6 juta," ujarnya.

Erick menyebut sejumlah program tersebut sebagai wujud keseriusan BUMN dalam mendukung peningkatan UMKM. Dia terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas para pelaku usaha lokal untuk mampu berbicara banyak di kancah internasional.

Berdasarkan riset, Erick katakan, 70 persen anak muda Indonesia ingin menjadi pengusaha. Menurut Erick, hal ini menjadi sebuah fondasi besar bagi Indonesia untuk menjadi negara maju.

"Makanya kita dorong BUMN memberikan pembiayaan dan pendampingnya, termasuk CSR pun sekarang hanya tiga: memberikan pendidikan, perbaikan lingkungan hidup dan pendampingan UMKM untuk digital marketing. Itu kita dorong supaya kita menjadi bangsa yang mandiri, jangan sekadar kita merdeka, tapi tidak berdaulat. Itulah kita harus membangun ekosistem ini," kata Erick menambahkan.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI