Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Surya Darmadi Turut Didakwa Terkait Pencucian Uang

Kamis, 8 September 2022 | 17:37 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / BW
Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Surya Darmadi (tengah), menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 8 September 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng turut didakwa melakukan pencucian uang. Tuduhan pencucian uang itu disebutkan pada dakwaan ketiga primer terhadap Apeng.

“Telah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang, atau surat berharga atau perbuatan lain,” ungkap jaksa saat persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (8/9/2022).

Apeng diduga telah mengubah uang yang bersumber dari pidana korupsi pada kegiatan perkebunan kelapa sawit mulai 2004 sampai Juni 2022. Hal itu dilakukan demi menyembunyikan atau menyamarkan sumber harta kekayaan.

“Dengan mengatasnamakan terdakwa sendiri, mengatasnamakan pihak lain dalam pembelian tanah dan bangunan di dalam negeri dan luar negeri, penempatan dana di bank, penyetoran modal, transaksi saham, pembelian kapal, mengalihkan dana ke perusahaan terdakwa di luar negeri,” kata jaksa.

Pencucian uang oleh Apeng diduga dilakukan bersama eks Bupati Indragiri Hulu, Raja Thamsir Rachman. Disebutkan pada dakwaan, uang korupsi Apeng diduga bersumber dari PT Banyu Bening Utama, PT Kencana Amal Tani, PT Palma Satu, PT Seberida Subur, serta PT Panca Agro Lestari. Uang tersebut kemudian dikirim ke PT Darmex Plantations milik Apeng dalam bentuk pembagian deviden.

Pada kasus ini, Apeng diduga memperoleh uang Rp 7,59 triliun serta US$ 7,88 juta atau sekitar Rp 118,2 miliar (kurs Rp 15.000).

Diungkapkan juga, uang tersebut dialirkan ke perusahaan lain, membeli aset, serta diberikan ke sejumlah pihak. Salah satu pihak yang memperolehnya yakni anak Apeng, Cheryl Darmadi.

Apeng dalam periode 27 Juli 2017 sampai 11 Mei 2018 diduga memberikan uang sekitar Rp 15,15 miliar ke anaknya itu melalui rekening PT Palma Satu. Atas ulahnya ini, Apeng dijerat dengan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Diketahui, dalam kasus ini Apeng didakwa melakukan korupsi yang menyebabkan kerugian perekonomian negara sekitar Rp 73,9 triliun atau Rp 73.920.690.300. Korupsi terkait penyerobotan lahan untuk perkebunan sawit oleh perusahaan Apeng itu dilakukan bersama eks Bupati Indragiri Hulu Raja Thamsir Rachman.

Apeng disebut telah memperkaya dirinya sebesar Rp 7.593.068.204.327 dan US$ 7.885.857. Dia juga didakwa merugikan keuangan negara Rp 4.798.706.951.640,00 dan US$ 7.885.857,36.

Apeng didakwa dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Apeng juga dijerat dengan Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI