Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bareskrim Diharapkan Dapat Tuntaskan Kasus Investasi Bodong

Kamis, 8 September 2022 | 22:38 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / CAR
Kuasa hukum ratusan nasabah Kresna Life, M Ali Nurdin dalam keterangannya di Jakarta.

Jakarta, Beritasatu.com - Nasabah korban PT Asuransi Jiwa Kresna Life mendorong Bareskrim Polri untuk menindaklanjuti laporan dari para korban pada 18 November 2020. Nasabah berharap besar kepada kepolisian agar dapat memberikan keadilan kepada korban yang sudah tahunan nasibnya tidak jelas.

“Mohon yang terhormat bapak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan bapak Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto membuka hati. Uang para pensiunan yang menjadi satu-satunya sumber kehidupan mereka wajib segera pengembaliannya, tanpa ditunda-tunda,” kata kuasa hukum ratusan nasabah Kresna Lifa, M Ali Nurdin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Ali menuturkan dorongan terhadap Bareskrim ini bisa menjadi jawaban atas nasib nasabah yang sudah terkatung-katung selama tahunan. Harapannya, proses penegakan hukum dengan menyita aset-aset Kresna Life bisa menjadi pengganti dana nasabah yang diinvestasikan di perusahaan tersebut.

Menurut Ali, laporan nasabah ke Bareskrim Mabes Polri sudah dua tahun lalu dan masih belum ada perkembangan lebih lanjut. Dari ratusan yang diwakili Ali, jumlah kerugiannya mencapai sekitar Rp 185,67 miliar.

“Jadi, harapan klien kami agar dana yang diinvestasikan nasabah ke Kresna Life bisa kembali. Apalagi sebagian nasabah yang menjadi klien kami sudah berumur, sehingga bergantung betul kepada dana itu,” ujar Ali.

Lebih lanjut, Ali mengatakan pihaknya mendorong Bareskrim Mabes Polri untuk bisa bekerja secara maksimal menangani perkara investasi bodong Kresna Life ini. Nasabah disebut percaya dan optimistis Bareskrim Polri bisa menolong masyarakat, khusus para nasabah yang menjadi korban.

“Kami juga berharap soal penyitaan aset Kresna Life, Bareskrim Polri bisa segera bergerak dan menginformasikannya kepada masyarakat. Kami berharap agar Polri bisa memacu kinerjanya dengan baik,” ucapnya.

Sebelumnya, perjalanan kasus Kresna Life berawal dari gagal bayar pada dua produk asuransinya. Keputusan ini disampaikan kepada para pemegang polis melalui surat edaran pada 14 Mei 2020. Alasannya manajemen Kresna Life waktu itu terdampak pandemi Covid-19, sehingga menimbulkan keadaan yang di luar kendali perusahaan.

Kresna Life lalu menjalani persidangan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kresna Life resmi menyandang status PKPU yang kemudian beralih menjadi homologasi, apalagi 80 persen lebih nasabah sudah setuju menempuh jalur damai.

Selanjutnya, Mahkamah Agung (MA) pada 23 Agustus 2021 atau tepat setahun lalu, membatalkan putusan PKPU. Dengan demikian, status Kresna Life kembali pada saat sebelum PKPU.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI