Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Azwar Anas Minta Jajaran Kementerian PAN dan RB Berpikir Out of the Box

Kamis, 8 September 2022 | 23:04 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAR
Menteri PAN dan RB, Abdullah Azwar Anas.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Abdullah Azwar Anas langsung mengadakan rapat dengan para pimpinan di Kementerian PAN dan RB, Jakarta, Kamis (8/9/2022). Anas menekankan pentingnya memiliki pola pikir yang inovatif dan tidak terkungkung pada cara-cara lama.

Anas menyebutkan tiga kunci mengelola pemerintah dengan merujuk pada teori Peter Drucker, yakni speed, inovasi, dan marketing. “Speed-nya harus kita tingkatkan, dan kantor ini tentu menjadi agen perubahan bagi semua kementerian dan lembaga,” ujar Anas saat memimpin rapat.

Terkait inovasi, menurut Anas, hal itu dapat muncul dengan adanya kolaborasi dan sinergisitas antara pimpinan dan staf. “Kalau di kantor ini selain bertemu dengan pimpinan tinggi, saya juga bertemu dengan staf. Dari staf inilah saya menemukan inovasi untuk menyelesaikan masalah,” ungkapnya.

Selanjutnya mengenai marketing, Anas menekankan bahwa komunikasi merupakan hal yang penting dalam menyampaikan pesan. Menurutnya, cara berkomunikasi berkaitan erat dengan pencapaian target kinerja yang ditetapkan. “Apa pun yang hebat yang kita jaga di kantor ini. Kalau cara komunikasi dengan stakeholder kita tidak tepat, maka kita akan kesulitan melakukan pencapaian target,” tuturnya.

Selain itu, Azwar Anas juga meminta jajarannya memiliki skala prioritas yang ditargetkan selesai, serta membuat kebijakan yang memiliki publik value. “Setiap kebijakan kita, harus ada public value, sehingga orang mendukung kebijakan yang kita buat,” katanya.

Menteri PAN dan RB, Abdullah Azwar Anas.

Di sisi isu strategis dan aktual bidang pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi, Sekretaris Kementerian PAN dan RB Rini Widyantini menjelaskan ada 10 isu yang saat ini tengah mengemuka yang sangat strategis untuk diselesaikan Kementerian PAN dan RB. Pertama, isu pelaksanaan reformasi birokrasi. Kedua, penyederhanaan birokrasi.

Ketiga, flexible working arrangement (FWA). Selama pandemi Covid-19 telah dilakukan flexible working arrangement yang mana isunya bukan hanya sekadar work from home dan work from office, tetapi bagaimana memberikan work life balance bagi ASN.

Keempat, terkait sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Saat ini, Kementerian PAN dan RB telah memiliki arsitektur SPBE dan tengah mendorong digitalisasi government. Kelima, berkaitan dengan peningkatan pelayanan publik termasuk di dalamnya inovasi, digitalisasi pelayanan publik dan pembangunan mal pelayanan publik (MPP).

Keenam, isu formasi Papua-Papua Barat yang ada di Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur. Ketujuh, peta penanganan tenaga honorer (THK-I dan THK-II). Kedelapan, mengenai kesejahteraan ASN. Kesembilan, yakni penghapusan jenis kepegawaian selain PNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kinerja (PPPK), yaitu tindak lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja. Kesepuluh, isu strategis Kementerian PANRB yaitu rencana pemindahan ASN ke Ibu Kota Nusantara.

Azwar Anas menegaskan bahwa prioritas penting harus segera diselesaikan. Sinergisitas dan kolaborasi internal maupun eksternal perlu diperkuat.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI