Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bareskrim Ringkus 2 DPO Kasus Narkoba Jaringan Internasional

Jumat, 9 September 2022 | 19:29 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / WM
Konferensi pers pengungkapan kasus TPPU Narkoba di Bareskrim Polri, Jumat 9 September 2022

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri meringkus dua daftar pencarian orang (DPO) kasus peredaran gelap 48 kilogram narkoba jenis sabu. Dari penangkapan tersebut, Polisi berhasil menyita mobil mewah hingga tanah dan bangunan.

Diketahui, mereka yang diringkus merupakan jaringan internasional yaitu Malaysia-Indonesia yang ada di kawasan Bengkalis, Riau yaitu ABD alias DL dan FA alias V.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Brigjen Krisno Halomoan Siregar mengatakan, pengungkapan kasus peredaran gelap 48 narkoba jenis Sabtu tersebut telah dilakukan pada Selasa (12/4/2022) lalu

“Saat itu kami menyebutkan ada DPO, nah ini sekaligus jawaban kepada rekan-rekan,” kata Krisno, di Bareskrim Polri, Jumat (9/9/2022).

Dikatakan Krisno, ABD diringkus pada Minggu (12/6/2022) lalu di Pekanbaru, Riau. Sementara itu, FA diringkus di sebuah hotel di Bali pada Selasa (26/7/2022).

“Dalam proses penyidikan terhadap FA alias V, mengakui bahwa sabu yang diselundupkan oleh tersangka MN, HA, dan MD dari Malaysia tersebut dipesan dari UJ, DPO WNA Malaysia,” ucapnya.

Lebih lanjut Krisno mengungkapkan, bisnis narkoba yang dijalankan itu, UJ yang merupakan DPO dibantu oleh WNA Malaysia dengan insial SH yang merupakan DPO juga dan perannya di bidang keuangan.

Di sisi lain, terkait kasus peredaran gelap narkoba tersebut menemukan dugaan aliran dana tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Polisi berhasil menyita barang bukti yaitu tujuh buah alat komunikasi, enam unit mobil berbagai merek yaitu Jaguar, Honda Accord, Mercedez Benz, Fortuner, Suzuki Ertiga, dan Suzuki Carry.

Tidak hanya itu, adapun lima unit motor Harley Davidson, objek tanah dan bangunan kurang lebih sebanyak 47 unit yang tersebar di wilayah Bekasi, Jakarta, Bogor, dan Bandung.

"Dengan estimasi jumlah aset kurang lebih sebesar Rp 50 miliar," tuturnya.

Selain itu, adapun rekening yang berafiliasi terhadap rekening tersangka yang diblokir sekitar Rp 6 miliar.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI