Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Glow di KRB Diminta Dihentikan Sementara, Ini Alasannya

Sabtu, 10 September 2022 | 07:08 WIB
Oleh : Vento Saudale / BW
Atraksi wisata malam glow di Kebun Raya Bogor yang dalam waktu dekat akan dibuka.

Bogor, Beritasatu.com – DPRD meminta aktivitas wisata cahaya Glow di Kebun Raya Bogor (KRB) dihentikan sementara. Glow bisa dilanjutkan ketika hasil riset yang lebih komprehensif, kredibel, dan independen keluar.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto seusai menggelar dengar pendapat bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan pengelola KRB PT Mitra Natura Raya, di Balai Kota Bogor, Jumat (9/9/2022).

"Kami di Forkopimda ingin ada titik temu bagaimana pengelolaan KRB ini, tetap mengacu pada lima fungsi utamanya tanpa kemudian mengundang polemik dan lain-lain," kata Atang.

Ia menilai, dalam pertemuan dengar pendapat tersebut, titik masalah adalah ketika riset yang dilakukan oleh BRIN mengatakan itu tidak bermasalah, tetapi riset yang dilakukan oleh lembaga lain itu ada masalah.

"Saya menyampaikan bahwa seharusnya, riset yang dipakai bukan riset dari BRIN. Tetapi riset yang dipakai adalah dari pihak yang tidak berkepentingan, independen," kata Atang.

Atang melihat, sudah banyak literasi berdasarkan jurnal internasional, jurnal nasional, jurnal ilmiah yang telah mempelajari dampak dari cahaya, ataupun lampu terhadap ekosistem lingkungan. Tinggal diperkuat lagi dengan riset dari lembaga independen agar hasil kajian lebih komprehensif dan kredibel.

"Saya kira bisa dijadikan titik tolaknya. Kesimpulan terakhir tadi pak wali mengatakan dari mulai sekarang kegiatan Glow dihentikan sampai dengan ada keputusan lebih lanjut," tandas Atang.

Sebelumnya pada pertengahan Agustus 2022, GM Coorporate Communication dan Security PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku pengelola KRB, Zaenal Arifin, menjelaskan riset tahap pertama telah dilakukan oleh BRIN dan hasilnya tidak ada dampak negatif aktivitas Glow terhadap ekosistem di KRB.

Selanjutnya dilakukan penelitian tahan kedua, pada tahapan riset T2 ini KRB mengundang pengunjung secara terbatas untuk melengkapi hasil kajian secara komprehensif. Dia pun tidak membenarkan jika ada penjualan tiket pada tahap ini.

Zae mengatakan, Glow berlanjut sebagai bagian dari lanjutan riset dengan mengundang pengunjung secara terbatas dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak sampai dewasa, keluarga, anak didik dan dari kalangan akademisi sampai individu dari berbagai profesi. Jumlahnya pun dibatasi maksimal 500 orang setiap malamnya.

Program Glow merupakan salah satu terobosan yang dilakukan BRIN bersama mitranya, PT Mitra Natura Raya, dalam menghadirkan sarana edukasi dan wisata pertama di Asia Tenggara.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI