Logo BeritaSatu

Disebut Jadi Tersangka KPK, Rekening Lukas Enembe Diblokir PPATK

Selasa, 13 September 2022 | 10:56 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Papua, Lukas Enembe dikabarkan telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka. KPK juga telah meminta Ditjen Imigrasi untuk mencegah Lukas Enembe ke luar negeri. Tak hanya itu, KPK ternyata telah meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir rekening Lukas Enembe.

"Iya (PPATK telah memblokir rekening Gubernur Papua) dan kami sudah koordinasi dengan KPK sejak beberapa bulan lalu," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana melalui pesan tertulis, Selasa (13/9/2022).

Sebelumnya, Ditjen Imigrasi membenarkan telah mencegah Lukas Enembe bepergian ke luar negeri selama enam bulan hingga Maret 2023.

Tak hanya itu, KPK juga telah memanggil Lukas Enembe untuk diperiksa atas dugaan gratifikasi senilai Rp 1 miliar yang ditudingkan kepadanya, Senin (12/9/2022). Juru bicara Gubernur Papua, M Rifai Darus membenarkan panggilan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe tersebut. Namun, kata Rifai, Lukas Enembe belum bisa menghadiri panggilan KPK karena masih sakit.

"Kita tahu Gubernur sampai saat ini kondisinya belum pulih betul, kaki beliau bengkak sehingga masih sulit jalan, dan pita suaranya juga terganggu. Kami sejak semalam mendampingi beliau di kediaman dan memang kondisinya tidak dimungkinkan untuk hadir memenuhi panggilan KPK hari ini," kata Rifai di depan ratusan massa pendukung Gubernur Lukas yang memadati pintu masuk Mako Brimob Polda Papua, Senin (12/9/2022).

Koordinator Tim Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rering mempertanyakan alasan penetapan status tersangka kepada kliennya Lukas Enembe oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan gratifikasi sebesar Rp 1 miliar.

Menurut Roy, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) diterima Tim Hukum Lukas Enembe pada 5 September 2022. Padahal, Lukas Enembe sebelumnya tidak dilakukan pemeriksaan keterangan soal kasus gratifikasi tersebut.

"Harus tahu bahwa syarat untuk ditetapkan sebagai tersangka itu ada dua alat bukti, salah satunya yaitu harus mendapatkan izin dari mendagri. Tapi ini kan belum ada, tiba-tiba sudah ditetapkan (tersangka)," kata Roy di Jayapura, Senin (12/9/2022).

Roy merasa aneh atas keputusan yang dilakukan komisi antirasuah ini. Sebagai lembaga profesional, Roy mengaku bingung atas dasar apa KPK begitu terburu-buru menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka atas dugaan kasus gratifikasi tersebut.

"Kenapa beliau tidak ditahan dulu baru ditetapkan sebagai tersangka. Kan harusnya mendapat keterangan dulu, dikonfrontir dulu dengan gubernur tentang informasi yang diterima dari para pelapor, tidak buru-buru seperti ini," jelasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hingga Hari Ini, Total Rumah Rusak Akibat Gempa Cianjur 24.107 Unit

Total rumah rusak akibat gempa Cianjur, Jawa Barat hingga hari ini, Kamis (1/12/2022) sebanyak 24.107 unit.

NEWS | 1 Desember 2022

Pemuda Katolik Siap Berkolaborasi dengan Bawaslu Awasi Pemilu 2024

PP Pemuda Katolik menyatakan kesiapan mereka untuk berkolaborasi dengan Bawaslu dalam mengawasi pelaksanaan Pemilu 2024. 

NEWS | 1 Desember 2022

Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka Korupsi Kredit Bank Jateng

Bareskrim Polri melimpahkan tiga tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi pemberian kredit proyek BPD Jawa Tengah (Jateng) cabang Jakarta.

NEWS | 1 Desember 2022

Kuasa Hukum Hendra Kurniawan dan Agus Cecar Saksi dari Divisi Propam

Kuasa Hukum terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria, Henry Yosodingrat mencecar saksi Radite Hernawa yang merupakan Divisi Propam Polri.

NEWS | 1 Desember 2022

Karang Taruna Dukung Pemerintah Wujudkan Kesejahteraan

Ketua Umum Karang Taruna, Didik Mukrianto pihaknya mendukung dan konsisten bersama pemerintah mengurai persoalan, termasuk mewujudkan kesejahteraan sosial.

NEWS | 1 Desember 2022

Saksi dari Timsus Polri Beberkan Kejanggalan Kasus Brigadir J

Saat hadir sebagai saksi di sidang Hendra Kurniawan, salah satu timsus Polri, Agus Saripul Hidayat membeberkan kejanggalan kasus Brigadir J. 

NEWS | 1 Desember 2022

Kasus Suap, Eks Kepala BPN Riau M Syahrir Ditahan KPK

KPK menahan mantan Kepala Kanwil BPN Riau M Syahrir, tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan dan perpanjangan HGU di Kanwil BPN Riau. 

NEWS | 1 Desember 2022

Bertambah, Pengungsi Gempa Cianjur Mencapai 114.414 Orang

Jumlah pengungsi akibat gempa Cianjur bertambah menjadi sebanyak 114.414 orang sementara sehari sebelumnya 109.386 orang. 

NEWS | 1 Desember 2022

CCTV Rumah Ferdy Sambo 26 Kali Dimatikan secara Paksa

CCTV rumah Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, 26 kali dimatikan secara paksa.

NEWS | 1 Desember 2022

Sufmi Dasco Jadi Profesor, Prabowo: Guru Besar Penentu Peradaban Bangsa

Terkait pengukuhan Sufmi Dasco Ahmad sebagai profesor, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menegaskan guru besar merupakan penentu peradaban bangsa.

NEWS | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Juara Dunia Tinju Minta Maaf karena Ancam Lionel Messi

Juara Dunia Tinju Minta Maaf karena Ancam Lionel Messi

SEMESTA BOLA 2022 | 9 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE