Logo BeritaSatu

Rusia Hukum Pejabat yang Tuntut Pengunduran Diri Putin

Kamis, 15 September 2022 | 09:35 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Moskwa, Beritasatu.com- Otoritas Rusia menjatuhkan hukuman denda pada pejabat yang menuntut pengunduran diri Presiden Vladimir Putin terkait kerugian di Perang Ukraina. Seperti dilaporkan Nesweek, Selasa (14/9/2022), Dmitry Palyuga, seorang wakil kota untuk Smolninskoe di St. Petersburg didenda 47.000 rubel (US$780 atau Rp 11,6 juta).

Palyuga adalah politisi Rusia yang merupakan bagian dari kelompok yang mengajukan banding ke parlemen negara itu pekan lalu. Hukuman denda dijatuhkan beberapa hari setelah Palyuga dan anggota lainnya dituduh melakukan tindakan yang bertujuan mendiskreditkan Kremlin.

Palyuga mengumumkan berita denda itu di Twitter, dan menambahkan bahwa dia bermaksud untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Empat anggota dewan lokal Smolninskoe akan hadir di pengadilan minggu ini. Secara total, tujuh anggota menandatangani banding.

Kelompok itu semuanya dipanggil oleh polisi karena dianggap "mendiskreditkan" pemerintah Rusia setelah mereka mengirim permintaan ke parlemen Rusia, Duma Negara. Kelompok itu mengatakan invasi Putin telah menyebabkan hilangnya nyawa besar-besaran, veteran cacat, menghambat ekonomi nasional, dan gagal melacak ekspansi NATO ke arah timur.

Tuduhan pengkhianatan tampaknya terkait langsung dengan invasi skala penuh Rusia ke U kraine, yang digambarkan sebagai "operasi militer khusus" oleh Putin.

"Ukraina sedang melakukan militerisasi dan telah menerima senjata senilai $38 miliar untuk melawan Rusia. Semua ini adalah konsekuensi dari keputusan untuk memulai Operasi Militer Khusus. Tindakan Putin menimbulkan ancaman bagi keamanan Rusia. Dia harus dipecat! Diadopsi pada pertemuan Dewan Kota Smolninskoe," cuit Nikita Yuferev, sesama wakil kota yang juga terlibat dalam upaya tersebut, pada saat itu.

Sejak perang dimulai, Rusia telah menuduh banyak pejabat dan bahkan tentaranya sendiri dengan istilah "mendiskreditkan" angkatan bersenjata dan pemerintah negara itu.

Parlemen Rusia meloloskan undang-undang pada bulan Maret yang menjatuhkan hukuman penjara hingga 15 tahun karena sengaja menyebarkan berita "palsu" tentang angkatan bersenjata negara itu. Kremlin telah menggunakan undang-undang tersebut untuk menindak mereka yang menyimpang dari narasi perang Putin.

Warga Rusia semakin lantang menyuarakan perbedaan pendapat terhadap konflik, yang sekarang memasuki bulan ketujuh.

Minggu ini, satu kotamadya Moskwa mengirimkan surat kepada Putin yang mengatakan bahwa Rusia kini telah menjadi "ditakuti dan dibenci" sementara "agresi" telah membawa negara itu kembali ke "era Perang Dingin."

Saluran Telegram Pro-Kremlin juga mengkritik pemerintah Rusia di tengah keberhasilan serangan balasan Kyiv di Kharkiv.

Juru bicara Putin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers pada hari Selasa bahwa kelompok itu harus "sangat berhati-hati" ketika mengkritik pihak berwenang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jelang Akhir Tahun, TECH Masuk Paket Saham ETF State Street

Menjelang akhir tahun 2022 saham PT IndoSterling Technomedia (TECH) berhasil masuk dalam Exchange Trade Fund (ETF).

NEWS | 25 September 2022

Kebakaran di Hutan Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan

Petugas gabungan beserta masyarakat setempat memadamkan kebakaran di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai.

NEWS | 25 September 2022

Pemerintah Pusat Lakukan Pengawasan Sangat Ketat Dana Otsus Papua

Pemerintah pusat akan melakukan pengawasan sangat ketat terkait dana otonomi khusus (otsus) Papua.

NEWS | 25 September 2022

Mahfud Tegaskan KPK Punya Mekanisme soal Pemeriksaan Lukas Enembe

Mahfud MD menegaskan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki mekanisme terkait pemeriksaan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe.

NEWS | 25 September 2022

Target Rumah DP Rp 0 Turun Drastis, Riza: Disesuaikan Masa Penjabat Gubernur

Pemprov DKI menurunkan jumlah target pembangunan rumah DP Rp 0. Hal itu karena menyesuaikan dengan masa jabatan penjabat (pj) gubernur DKI Jakarta.

NEWS | 25 September 2022

Relawan Sahabat Ganjar di Majalengka Gelorakan Hidup Sehat

Relawan Sahabat Ganjar menggandeng komunitas senam untuk menggelorakan hidup sehat yang dikampanyekan Ganjar Pranowo.

NEWS | 25 September 2022

Akun Medsos Belasan Awak Narasi Diretas

Akun media sosial milik belasan awak redaksi Narasi menghadapi usaha peretasan secara serentak. Usaha peretasan itu menyasar beragam platform.

NEWS | 25 September 2022

Ledakan di Asrama Polisi Berasal dari Paket Warna Cokelat

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Aqudusy menyatakan ledakan berasal dari sebuah paket dalam wadah kardus cokelat.

NEWS | 25 September 2022

Pendeta Alberth Ingatkan Lukas Enembe Bertanggung Jawab kepada Tuhan

Tokoh agama Papua Pendeta Alberth Yoku mengingatkan Gubernur Papua Lukas Enembe akan tanggung jawab kepada Tuhan.

NEWS | 25 September 2022

Kapolda Jateng Datangi Lokasi Ledakan di Asrama Polisi Solo Baru

Ledakan terjadi di Asrama Polisi Grogol Indah, Solo Baru, Sukoharjo, Minggu (25/9/2022). Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi datang ke TKP.

NEWS | 25 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Indonesia Rintis Kerja Sama Lalu Lintas Data dengan Portugal

Indonesia Rintis Kerja Sama Lalu Lintas Data dengan Portugal

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings