Logo BeritaSatu

1,5 Tahun Disekap di Apartemen, Anak di Bawah Umur Dieksploitasi Jadi PSK

Kamis, 15 September 2022 | 17:28 WIB
Oleh : Prasetyo Nugroho / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Seorang anak perempuan di bawah umur berinisial NAT (15) disekap oleh seorang perempuan berinisial EMT di sebuah apartemen di Jakarta selama kurun waktu 1, 5 tahun. Selama itu, korban dieksploitasi dan dijadikan mesin penghasil uang sebagai pekerja seks komersial (PSK). Bahkan, korban diwajibkan menghasilkan uang minimal Rp 1 juta per harinya.

Pengacara korban, Muhammad Zakir Rasyidin mengatakan, kejadian itu sudah berlangsung sejak Januari 2021 silam. Awalnya, korban diajak temannya ke sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat. Namun, sesampainya di lokasi, korban dilarang keluar dan diharuskan bekerja dengan iming-iming akan dipercantik serta diberi sejumlah uang.

Advertisement

"Anak ini (korban) tidak bisa pulang karena diharuskan bekerja. Diimingi-imingi cantik dikasih uang tapi pekerjaan yang diberikan itu dia dijual ke pria hidung belang," ujar Zakir, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (15/9/2022).

Selama penyekapan itu, kata Zakir, korban juga mendapatkan tekanan dan intimidasi. Korban dipaksa untuk mendapatkan uang minimal Rp 1 juta per harinya dari pekerjaan sebagai pemuas nafsu hidung belang. Tak hanya itu, jika korban tidak bisa menghasilkan sejumlah uang yang telah ditentukan, korban diharuskan membayar Rp 35 juta yang disebut terlapor sebagai utang.

"Kalau tidak menghasilkan uang Rp 1 juta per hari dia diminta untuk bayar utang, (jika) tidak bisa menghasilkan uang Rp 1 juta per hari dengan menjajakan diri maka dia diminta untuk membayar utang," terang Zakir.

Lanjut Zakir, untuk mengelabui keluarga korban, terlapor EMT memperbolehkan korban pulang ke rumah ketika orang tua korban meminta anaknya pulang. Namun korban NAT tidak bisa berlama-lama di rumah dan harus kembali ke apartemen untuk bekerja. Orang tua korban sempat curiga, namun, korban enggan mengatakan yang sebenarnya mengenai pekerjaannya tersebut.

"Jadi keluarga disampaikan korban hanya bekerja. Dia tidak sampaikan detail apa pekerjaannya karena dia tertekan. Katanya harus bayar utang Rp 35 juta. Kalau dia ngomong harus bayar," ungkap Zakir.

Baca selanjutnya
Terkait utang Rp 35 juta itu, kata Zakir, korban sendiri mengaku ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Surat Kewarganeragaan Tidak Sah, Wakil PM Nepal Dicopot dari Jabatan

Hakim di pengadilan tinggi Nepal memutuskan mencopot jabatan wakil PM Nepal Rabi Lamichhana karena memiliki surat kewarganegaraan yang tidak sah.

NEWS | 29 Januari 2023

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi dengan magnitudo 5,1 melanda Maluku, Sabtu (28/1/2023) malam pukul 22.47 WIB, menurut BMKG, gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

NEWS | 28 Januari 2023

Legislator Minta BPKH Susun Peta Jalan Pola Pembiayaan Haji

Legislator meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menyusun peta jalan atau roadmap pola pembiayaan haji.

NEWS | 28 Januari 2023

Soal Kemungkinan Biaya Haji Turun, Ini Respons Komnas

Komnas Haji mengatakan bahwa masih ada kemungkinan biaya haji tahun ini turun dari angka yang diusulkan oleh Kementerian Agama.

NEWS | 28 Januari 2023

Panel DPR AS Bakal Pemungutan Suara untuk Blokir Aplikasi TikTok

Sebuah panel DPR AS Komite Urusan Luar Negeri berencana untuk mengadakan pemungutan suara bulan depan yang bertujuan memblokir penggunaan TikTok

NEWS | 29 Januari 2023

Pernikahan Dini Penyumbang Angka Stunting di NTB

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  melakukan pencegahan stunting pada aspek pernikahan dini atau muda.

NEWS | 28 Januari 2023

Banjir Manado dan Tanah Longsor Menewaskan 5 Warga

Banjir Manado dan tanah longsor mengakibatkan 3.866 keluarga yang terdampak dan lima orang meninggal dunia.

NEWS | 28 Januari 2023

Malaysia Keluarkan Peringatan Potensi Banjir Bandang

Peringatan potensi banjir bandang di tiga negara bagian dalam tempo 12 jam untuk tiga negara bagian di Malaysia.

NEWS | 28 Januari 2023

Komnas Harapkan Masalah Biaya Haji Tidak Dipolitisasi

Ketua Komisi Nasional Haji dan Umrah (Komnas Haji) Mustolih Siradj berharap isu biaya haji 2023 tidak dipolitisasi.

NEWS | 28 Januari 2023

Ganjar Tanam 1.500 Pohon di Area Rawan Longsor-Banjir Bandang

Penanaman pohon di lahan kritis yang berada di Desa Nyemoh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang juga dilakukan Ganjar Pranowo untuk mencegah banjir bandang.

NEWS | 29 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bus Persis Dilempari Batu Oknum Suporter, Persita Minta Maaf

Bus Persis Dilempari Batu Oknum Suporter, Persita Minta Maaf

BOLA | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE