Logo BeritaSatu

KPK: Tidak Logis Koruptor Dapat Remisi karena Sudah Donor Darah

Kamis, 15 September 2022 | 21:07 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti soal pemberian remisi serta pembebasan bersyarat bagi para narapidana atau napi kasus korupsi. KPK menilai tidak logis jika pemberian remisi dan pembebasan bersayarat terhadap koruptor hanya mengacu pada pembinaan para napi di lembaga pemasyarakatan (lapas), seperti donor darah atau membatik.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron menegaskan, pemberian remisi serta pembebasan bersyarat seharusnya juga memerhatikan perilaku para napi tersebut ketika perkara masih di tahap penyelidikan, penyidikan, bahkan sampai penuntutan di pengadilan. Untuk itu, dia menekankan pemberian remisi serta pembebasan bersyarat, termasuk kepada koruptor harus dilaksanakan secara proporsional.

Advertisement

“Kan tidak logis kalau kemudian remisinya seakan-akan hanya remisi dalam perspektif masa pembinaan di lapas saja. Apalagi kemudian misalnya dianggap sudah memiliki kontribusi bagi negara dan kemanusiaan ketika sudah donor darah, kemudian pandai membatik dan lain-lain,” ujar Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Padahal, Ghufron menekankan, narapidana itu dijebloskan ke penjara karena mencuri uang rakyat. Tak hanya merugikan perekonomian negara, para koruptor itu juga sudah merugikan kepentingan masyarakat.

“Itu kan padahal perilakunya itu perilaku yang sebelumnya pada saat proses peradilan pidana, proses penyelidikan, penyidikan, mereka-mereka tersangka korupsi itu merugikan uang rakyat dan kepentingan orang banyak,” ungkapnya.

Ghufron mengakui, remisi maupun pembebasan bersyarat merupakan hak bagi tiap narapidana yang diatur dalam Pasal 10 UU Pemasyarakatan. Hanya saja, dia mengingatkan agar pelaksanaan pemberian remisi kepada para napi dijalankan secara lebih proporsional.

“Maksudnya apa proporsional? Harus seimbang antara perbuatannya yang mencederai publik dan merugikan Indonesia rakyat banyak dengan kemudian pembinaan yang masanya mohon maaf kadang hanya masanya empat tahun sudah dianggap kemudian terpulihkan,” tutur Ghufron.

Ghufron juga mempertanyakan pembinaan para napi tersebut sudah terevaluasi dengan baik. Selain itu, apakah pembinaan tersebut juga telah mampu membuat perilaku para napi menjadi sesuai dengan norma-norma yang ada di masyarakat.

Baca selanjutnya
Terkait polemik tersebut, Ghufron meminta agar ada keterbukaan dalam pemberian remisi ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tekan Stunting untuk Turunkan Kemiskinan, Ganjar Luncurkan Kancing Merah

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, meluncurkan program Kancing Merah dalam rangka menekan angka stunting untuk menurunkan tingkat kemiskinan.

NEWS | 3 Februari 2023

Ditemui Menlu Se-ASEAN, Jokowi Tekankan Netralitas dan Stabilitas Perdamaian

Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan para menteri luar negeri ASEAN dan sekretaris jenderal ASEAN di Istana Negara, Jakarta, Jumat (3/2/2023).

NEWS | 3 Februari 2023

3 Pekan, Polisi Tangkap 16 Pengedar dan Bandar Narkoba

Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung menangkap 16 orang pengedar dan bandar narkoba dalam tiga pekan.

NEWS | 3 Februari 2023

Masih Ada Target Pembunuhan Jadi Alasan Wowon Belum Bertobat

Wowon Erawan alias Aki mengaku belum kepikiran untuk bertaubat dan menyudahi aksi pembunuhan berantai atau tobat jika kasusnya tak terungkap.

NEWS | 3 Februari 2023

Kasus KSP Indosurya, Bareskrim Terus Buru Tersangka Suwito Ayub

Dittipideksus Bareskrim Polri terus memburu tersangka Suwito Ayub terkait kasus penipuan investasi dana nasabah KSP Indosurya.

NEWS | 3 Februari 2023

Tepis Pembatasan, Panitia Satu Abad NU: Semua Boleh Datang ke Sidoarjo

Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan menegaskan, acara puncak resepsi Satu Abad NU dipastikan terbuka untuk semua golongan masyarakat.

NEWS | 3 Februari 2023

Pertama di Indonesia, Bendungan Tamblang Gunakan Teknologi Inti Aspal

Presiden Jokowi meresmikan proyek Bendungan Tamblang yang dikerjakan oleh PTPP di Kabupaten Buleleng, Bali, dengan anggaran dari APBN senilai Rp 820 miliar.

NEWS | 3 Februari 2023

Duloh Mengaku Bersetubuh dengan Noneng Mertua Wowon Sebelum Membunuhnya

Solihin alias Duloh mengaku bahwa dirinya bersetubuh terlebih dahulu dengan Noneng Suryati, mertua Wowon sebelum akhirnya dibunuh.

NEWS | 3 Februari 2023

Menko Airlangga Apresiasi Progres Konstruksi Smelter Manyar

Menko Airlangga optimis konstruksi smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia rampung tepat waktu pada Desember 2023.

NEWS | 3 Februari 2023

Toko Material di Pondok Labu Ludes Terbakar

Sebuah toko penjual material bangunan di Jalan Wijaya Kusuma, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, ludes terbakar, Jumat (3/2/2023) pagi.

NEWS | 3 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Mutasi Perwira


# Ganjar


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tekan Stunting untuk Turunkan Kemiskinan, Ganjar Luncurkan Kancing Merah

Tekan Stunting untuk Turunkan Kemiskinan, Ganjar Luncurkan Kancing Merah

NEWS | 13 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE