Logo BeritaSatu

HRWG Sesalkan Adanya Rencana Pembentukan Dewan Keamanan Nasional

Kamis, 15 September 2022 | 23:19 WIB
Oleh : Yustinus Paat / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Human Rights Working Group (HRWG) menyesalkan rencana pemerintah melanjutkan upaya pengesahan rancangan peraturan presiden (perpres) tentang Dewan Keamanan Nasional (DKN). Padahal, keberadaan DKN telah ditolak oleh DPR dalam proses penyusunan RUU Keamanan Nasional.

“Kami menyesalkan upaya melanjutkan pengesahan perpres DKN, apalagi proses perumusannya yang tertutup dan tidak melibatkan secara penuh berbagai kelompok masyarakat sipil, akademisi, dan pihak yang berkepentingan. Ini kami patut pertanyakan,” ujar Direktur Eksekutif HRWG Daniel Awigra kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).

Advertisement

Menurut Daniel, seharusnya pemerintah Indonesia memperhatikan aspek penguatan perlindungan warga sipil secara lebih utuh. Termasuk, kata dia, mencegah potensi adanya represivitas negara ketika DKN dibentuk.

Penguatan warga sipil ini, menurut Daniel, bisa juga merujuk pada rekomendasi Komite HAM PBB kepada pemerintah Indonesia pada 2013. Pemerintah Indonesia diminta mengambil tindakan praktis untuk mengakhiri impunity terkait dengan penahanan secara sewenang-wenang dan extrajudicial killings, serta melindungan hak-hak warga dan pembela HAM.

“Apabila kemudian Presiden tetap mengeluarkan perpres terkait DKN, maka Presiden sama sekali tidak mengindahkan upaya pembaruan sistem ketatanegaraan Indonesia yang terus-menerus disempurnakan sejak masa Reformasi,” tuturnya.

Daniel juga menilai kewenangan luas dari DKN yang mencakup keamanan nasional, keamanan negara, dan pertahanan negara, membuat rencana pembentukan lembaga ini makin mengkhawatirkan. Pasalnya, akan mengaburkan kewenangan dari setiap lembaga negara yang telah ditegaskan di masing-masing undang-undang yang menaunginya, seperti TNI, kepolisian, dan Badan Intelijen Negara.

“Adanya DKN justru akan mengacaukan tata kelola keamanan dan pertahanan yang telah ada, yang kemudian memperkuat dugaan adanya kecenderungan untuk membangun sistem pemerintahan yang lebih represif sebagaimana di masa Orde Baru,” tegas Daniel.

“Karena itu, HRWG menilai bahwa sudah seharusnya Presiden tidak mengesahkan rancangan peraturan presiden tentang DKN tersebut untuk menghindari adanya kekacauan hukum dan kewenangan lembaga negara, termasuk pula mencegah terjadinya potensi pelanggaran hak asasi manusia dan terkikisnya prinsip demokrasi,” kata Daniel.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemenlu: Tidak Ada WNI Jadi Korban Bom di Masjid Pakistan

Ledakan di masjid, yang penuh dengan jemaah, itu terjadi di kawasan Police Lines dan menewaskan 100 orang, 97 di antaranya adalah polisi.

NEWS | 1 Februari 2023

Status Literasi Digital Masyarakat Indonesia Meningkat di Tahun 2022

Skor tersebut menunjukkan bahwa Literasi Digital masyarakat Indonesia berada pada kategori “sedang”.

NEWS | 1 Februari 2023

Reshuffle Rabu Pon? Jokowi Tertawa Lebar

Ditemani Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jokowi menjawab soal reshuffle sambil tertawa lebar.

NEWS | 1 Februari 2023

Cekcok dengan Istri, Seorang Ayah di Temanggung Tega Cabuli Anaknya

Polres Temanggung, Jawa Tengah mengamankan seorang ayah pelaku pencabulan. Korban adalah anak kandung pelaku dan masih di bawah umur.

NEWS | 1 Februari 2023

Sumbar Uji Coba Pembatasan BBM Subsidi dengan QR Code

Provinsi Sumatera Barat mulai menerapkan program pembelian BBM subsidi tepat untuk bahan bakar solar bersubsidi dan Pertalite. P

NEWS | 1 Februari 2023

Permukiman dan Pertanian di Embaloh Hulu Terendam Banjir Hingga 1,5 M

Permukiman penduduk dan lahan pertanian di beberapa bagian wilayah Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, terendam banjir.

NEWS | 1 Februari 2023

Indeks Persepsi Korupsi Menurun, KPK Sebut Butuh Terobosan

Indonesia memperoleh skor indeks persepsi korupsi (IPK) 34 per 100 untuk tahun 2022.

NEWS | 1 Februari 2023

7 TKW Jadi Target Pembunuhan Wowon Selanjutnya

Tersangka pembunuhan berantai atau serial killer Wowon Erawan alias Aki menargetkan 7 TKW sebagai korban berikutnya yang akan dibunuh.

NEWS | 1 Februari 2023

Korban Bom di Masjid Pakistan Naik Jadi 100 Orang Tewas

Jumlah korban tewas akibat bom di masjid di Peshawar, barat laut Pakistan, naik menjadi sedikitnya 100.

NEWS | 1 Februari 2023

Sri Sultan HB X Akan Sambut Kedatangan Utusan Paus Fransiskus

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menyambut hangat kunjungan utusan Paus Fransiskus, Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot MCCJ.

NEWS | 1 Februari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Fakta Menarik Doyoung NCT yang Genap Berusia 27 Tahun Hari Ini

Fakta Menarik Doyoung NCT yang Genap Berusia 27 Tahun Hari Ini

LIFESTYLE | 4 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE