Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bareskrim Kebut Pemberkasan Kasus Wanaartha Life

Jumat, 16 September 2022 | 09:58 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / WM
Aksi demonstrasi Nasabah WanaArtha Life di depan Kantor OJK, Jakarta, Rabu, 30 Maret 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis hakim menolak gugatan praperadilan tiga tersangka PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life). Ketiga tersangka tersebut yaitu MA, EL, RF. Setelah itu, penyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri akan melakukan penyidikan lebih lanjut.

"Kemudian terkait update kasus PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, hakim sidang memutuskan menolak gugatan praperadilan terkait kasus dugaan tindak pidana penggelapan di PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha dengan tersangka inisial MA, EL, dan RF," kata juru bicara Divisi Humas Polri Kombes Ade Yaya Suryana dalam keterangan video seperti dikutip Beritasatu.com, Jumat (16/9/2022).

Kemudian setelah adanya keputusan itu, penyidik segera melakukan langkah-langkah penyidikan seperti pemeriksaan saksi dan ahli, melakukan audit keuangan, melakukan penyitaan aset-aset, hingga segera melakukan pemberkasan untuk pengiriman tahap satu dari masing-masing tersangka kasus tersebut.

Melakukan upaya penggeledahan untuk mencari dokumen dan alat bukti lainnya, segera melakukan pemberkasan untuk pengiriman tahap satu dari masing-masing tersangka," ucapnya.

Diketahui, penyidik Subdit V Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan pemalsuan data pemegang polis asuransi PT Wanaartha Life.

Adapun ketujuh tersangka tersebut adalah MA, TK, YM, YY, DH, EL, dan RE. Pihak kepolisian tidak merinci peran dan status para tersangka, termasuk apakah dilakukan penahanan terhadap tersangka atau tidak.

Ade menyebut, sebelum penetapan tersangka ini, pihaknya jauh lebih dulu memberhentikan YY dan DH dari jabatan mereka sebagai direktur.

“Jadi, pencopotan YY dan DH tak ada hubungan dengan penetapan tersangka ini. Kami tidak tahu kalau ada penetapan ini. Sehari setelah diumumkan kami baru mengetahuinya,” kata Ade.

Ade menjelaskan penanganan kasus ini sangat berdampak kepada Wanaartha secara langsung dan tidak langsung. Salah satunya, upaya para pemegang saham untuk menyehatkan keuangan perusahaan menjadi kacau. Hal ini karena mereka harus memikirkan proses penegakan hukum di kepolisian.

“Dampak langsungnya citra dan nama baik perusahaan menjadi buruk. Dan banyak pertanyaan dari pemegang polisi terkait kewajiban pembayaran hak mereka,” kata Ade.

Ade menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan kewajibannya kepada para pemegang polis. Dia meminta para nasabah agar tetap tenang dan tak takut soal pembayaran. Terlebih, kata dia, pihaknya juga telah melakukan restrukturisasi.

“Restrukturisasi dan reorganisasi supaya Wanaartha Life dapat melayani pemegang polis dengan lebih baik lagi,” ucap Ade.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI