Logo BeritaSatu

Pakar: Kebocoran Data Umum Jadi Pintu Masuk Ambil Spesifik

Jumat, 16 September 2022 | 17:13 WIB
Oleh : Herman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menyebut data-data yang dibocorkan oleh Bjorka merupakan data yang bersifat umum, bukan data-data yang spesifik. Tetapi di mata pegiat keamanan siber Niko Tidar, data yang dianggap umum tersebut tetap saja membahayakan bila sampai bocor. Bahkan bagi penjahat siber atau yang menguasai big data, data tersebut bisa menjadi pintu gerbang untuk mengetahui data-data lain yang lebih spesifik.

“Orang-orang yang seperti itu bisa dibilang pemikirannya 10 langkah lebih jauh dari orang awam. Bahkan dari nomor telepon saja, itu sudah bisa digunakan misalnya untuk mencari tahu nomor ini terdaftar di platform media sosial mana saja. Atau dari NIK dan alamat juga bisa ditelusuri misalnya nama orang tuanya dan sebagainya. Dengan data-data yang sudah bocor ini, effort-nya akan lebih sedikit untuk bisa tahu data lain yang lebih spesifik. Jadi mau data pribadinya sekecil apapun, bagi saya itu bukan data umum dan harus tetap dijaga,” kata Niko Tidar kepada Beritasatu.com, Jumat (16/9/2022).

Advertisement

Niko menyampaikan, data-data yang saat ini sudah bocor seperti NIK, email hingga nomor telepon sebetulnya juga sudah cukup untuk menjadi alat melakukan tindak kejahatan. Misalnya saja untuk penawaran pinjaman online (pinjol) ilegal, atau penipuan-penipuan melalui media elektronik seperti WhatsApp atau email menggunakan metode phishing.

“Data-data yang bocor nantinya mau diolah menjadi apa, itu tergantung si pembeli. Untuk orang-orang yang bisa mengolah data, ini bisa bahaya sekali. Jadi saya tidak sepakat kalau disebut data yang bocor itu hanya data umum. Ini tetap data penting yang harus dijaga jangan sampai bocor,” kata Niko.

Chairman lembaga riset siber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha juga mengungkapkan, data yang bocor seperti data registrasi SIM Card sangat rawan sekali jika digabungkan dengan data-data kebocoran yang lain yang pernah terjadi. Penggabungan data yang bocor tersebut bisa menjadi data profil lengkap yang bisa dijadikan data dasar dalam melakukan tindak kejahatan penipuan atau kriminal yang lain.

“Dengan kondisi di Indonesia yang belum ada UU Perlindungan Data Pribadi, sehingga tidak ada upaya memaksa dari negara kepada penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk bisa mengamankan data dan sistem yang mereka kelola dengan maksimal atau dengan standar tertentu. Akibatnya banyak terjadi kebocoran data, namun tidak ada yang bertanggungjawab, semua merasa menjadi korban,” kata Pratama.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ganjar Akan Keliling Jateng Tampung Usulan Masyarakat

Ganjar Pranowo akan keliling enam eks kerasidenan di Jateng untuk menampung usulan masyarakat secara detail.

NEWS | 4 Februari 2023

Kuasa Hukum Tetap Yakin Sugeng Bukan Penabrak Mahasiswi di Cianjur

Yunyun Taraga, kuasa hukum Sugeng Guruh Gautama, tersangka kasus tabrak lari mahasiswi di Cianjur Selvi Amelia Nuraini, tetap yakin kliennya tidak bersalah.

NEWS | 4 Februari 2023

Suami Kapak Istri Gara Gara Sering Main Handphone

Seorang suami berinisial SRN (42), tega menganiaya dan kapak istrinya berinisial NH (33). Itu gara gara korban sering kepergok main handphone.

NEWS | 3 Februari 2023

Kementerian Perhubungan Bakal Bangun Dry Port di Bener Meriah

Kementerian Perhubungan menyatakan bakal membangun dry port di Kabupaten Bener Meriah, Aceh guna mendekatkan proses ekspor kepada pelaku usaha.

NEWS | 4 Februari 2023

99% Penduduk Punya Antibodi, Vaksinasi Covid-19 Tetap Penting

Vaksinasi Covid-19 booster kedua tetap penting dipenuhi, meski 99 persen penduduk telah memiliki kadar kekebalan tubuh terhadap risiko infeksi SARS-CoV-2.

NEWS | 4 Februari 2023

Geram, Warga Bogor Bubarkan Tawuran Pelajar yang Terjadi Tiap Jumat

Warga geram karena tawuran pelajar bandel seringkali terulang, khususnya tiap Jumat seusai bubaran sekolah.

NEWS | 3 Februari 2023

Bawa Sabu 1,9 Kilogram, Dua Kurir Narkoba Dibekuk Polisi

Dua orang kurir narkoba dibekuk lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,9 kilogram, yang disembunyikan di dalam kamar hotel.

NEWS | 3 Februari 2023

Mobil Pengiring Pengantin Terguling di Jombang, Belasan Penumpang Luka-luka

Sebuah mobil pengiring pengantin terguling di Jombang. Dalam kecelakaan tunggal itu, belasan penumpang mengalami luka-luka.

NEWS | 3 Februari 2023

BMKG: Waspadai Peluang Gelombang Tinggi, 4-5 Februari 2023

Masyarakat pesisir diminta untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga enam meter di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 4-5 Februari 2023.

NEWS | 4 Februari 2023

Kasus Asusila dan Pornografi Online Jaringan Internasional, Polri Sita Ratusan Barang Bukti

Polri menangkap enam orang tersangka terkait dengan kasus asusila dan pornografi online jaringan internasional. Polri juga menyita ratusan barang bukti.

NEWS | 3 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hasto: Keluarnya 5 Nama Capres dari PDIP Itu Tidak Benar

Hasto: Keluarnya 5 Nama Capres dari PDIP Itu Tidak Benar

BERSATU KAWAL PEMILU | 58 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE