Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Polisi: Muncikari Tak Pernah bagi Hasil ke ABG yang Dijadikan PSK

Sabtu, 17 September 2022 | 23:51 WIB
Oleh : Prasetyo Nugroho / BW
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan.

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi menyatakan, muncikari EMT tidak pernah membagi hasil ke anak baru gede (ABG) NAT (15) yang disekap dan dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

NAT pertama kali bertemu dengan terlapor (EMT) pada 2021. Terlapor menawarkan korban bekerja. Hal itu diungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan.

"Terlapor menawarkan korban sebagai wanita booking out (BO) dengan menjanjikan akan mendapatkan uang yang banyak," kata Endra Zulpan, Sabtu (17/9/2022).

Korban diberi tempat tinggal di apartemen oleh pelaku dengan iming-iming dapat uang. Namun, kenyataannya ABG itu tak dapat apa pun.

NAT malah disekap selama 1,5 tahun. Korban beberapa kali coba keluar dari apartemen, tetapi dilarang terlapor dengan dalih memiliki utang.

"Selama korban bekerja melayani tamu, ternyata seluruh uang hasil melayani tamu setiap harinya diminta oleh terlapor dengan alasan untuk membayar sewa kamar dan makanan sehari-hari. Pada saat korban ingin keluar dari pekerjaan tersebut korban tidak diperbolehkan oleh terlapor dengan alasan masih memiliki banyak utang kepada terlapor," kata dia.

Diberitakan sebelimnya, NAT disekap dan dijadikan PSK oleh perempuan inisial EMT. Kejadian ini berawal bulan Januari 2021 lalu ketika korban diajak temannya pergi ke sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat.

"Jadi anak ini tidak tahu tentang adanya eksploitasi ini. Pekerjaan yang diberikan itu dia dijual ke pria hidung belang," ucap pengacara korban (NAT) Muhammad Zakir Rasyidin.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI