Logo BeritaSatu

Mengenal Sejarah dan Arti Persemakmuran Inggris

Minggu, 18 September 2022 | 01:39 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / HA

Beritasatu.com - Mangkatnya Ratu Elizabeth II pada 8 September lalu menghidupkan kembali wacana di kalangan negara-negara Persemakmuran untuk bertransisi menjadi republik dan tidak lagi menjadikan ratu atau raja Inggris sebagai kepala negara mereka.

Sebagian dari negara-negara Persemakmuran itu adalah bekas koloni Inggris sehingga mempertahankan ikatan dengan monarki di Inggris membuat mereka tidak merasa merdeka sepenuhnya dan selalu dalam bayang-bayang sejarah kelam kolonialisme dan perbudakan.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Persemakmuran?

Menurut situs Britannica.com, Persemakmuran yang juga disebut Persemakmuran Bangsa-Bangsa, sebelumnya Persemakmuran Bangsa-Bangsa Inggris (1931–1949), adalah satu asosiasi bebas negara-negara berdaulat yang terdiri dari Inggris dan sejumlah bekas dependensinya yang telah memilih untuk mempertahankan ikatan persahabatan dan kerja sama praktis dan mengakui raja Inggris sebagai kepala simbolis. Persemakmuran terdiri dari 54 negara, termasuk Inggris Raya.

Namun situs thecommonwealth.org menyebut ada 56 negara-negara merdeka membentuk Persemakmuran di Afrika, Asia, Amerika, Eropa dan Pasifik; ada 32 dari 42 negara bagian kecil di dunia yang merupakan anggota Persemakmuran, masing-masing dengan populasi 1,5 juta atau kurang ada 2,5 miliar jiwa warga tinggal di negara-negara Persemakmuran, dengan lebih dari 60 persen berusia 29 tahun ke bawah.

Sejarah
Britania Raya atau dikenal Inggris Raya mendirikan persemakmuran Inggris pada tahun 1926 dan diresmikan pada tahun 1931. Kanada menjadi anggota pertama Persemakmuran yang bergabung pada tahun 1931.

Berdasarkan World Population Review, Persemakmuran dibangun pada tahun 1926 melalui Deklarasi Balfour pada Konferensi Kekaisaran dan diresmikan oleh Inggris pada tahun 1931.

Persemakmuran modern dibentuk pada tahun 1949 oleh Deklarasi London, yang ditandatangani oleh delapan negara yaitu Inggris, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, India, Pakistan, Ceylon (Sri Lanka), dan Kanada.

Menurut situs resmi kerajaaan Inggris, Persemakmuran Bangsa-Bangsa atau Commonwealth of Nations agak berbeda dengan Alam Persemakmuran (Commonwealth Realm) dalam hal status Ratu/Raja Inggris dalam negara anggota. Di Alam Persemakmuran, setiap anggota wajib mengakui Ratu/Raja Inggris sebagai kepala negara mereka, sedangkan Persemakmuran Bangsa-Bangsa lebih bersifat fleksibel. Alam Persemakmuran adalah negara berdaulat dalam kelompok Persemakmuran Bangsa-Bangsa.

Karena mengakui Ratu/Raja Inggris sebagai kepala negara mereka, anggota Alam Persemakmuran pun memiliki seorang Gubernur Jenderal sebagai perpanjangan tangan Kerajaan Bersatu. Sebelumnya Persemakmuran Bangsa-Bangsa diketuai oleh Ratu Elizabeth II yang menjadi simbol persemakmuran.

Pasang Surut Anggota
Beberapa negara bagian Persemakmuran lantas menjadi independen dan menolak keanggotaan, seperti Burma (Myanmar) pada tahun 1948. Persemakmuran juga dilanda pasang surut oleh beberapa anggota yang memilih untuk mundur dari organisasi, seperti yang dilakukan Irlandia (1949), Afrika Selatan (1961), dan Pakistan (1972), meskipun Afrika Selatan dan Pakistan akhirnya bergabung kembali (yang pertama pada tahun 1994 dan yang terakhir pada tahun 1989).

Pada tahun 1995, Mozambik menjadi negara pertama yang diberikan izin masuk Persemakmuran meskipun tidak pernah menjadi bagian dari Kerajaan Inggris atau di bawah kendali anggota mana pun. Rwanda, yang juga tidak pernah menjadi bagian dari Kerajaan Inggris, bergabung pada 2009.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sura dan Suru Jadi Maskot Pemilu 2024

Maskot pemilu 2024 bernama "Sura" dan "Suru" merupakan karya Stephanie, mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pradita Tangerang, Banten.

NEWS | 3 Desember 2022

Banjir di Jateng, Ganjar Pranowo Siapkan Anggaran Darurat Rp 15 M

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyiapkan anggaran darurat Rp 15 miliar untuk penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah.

NEWS | 3 Desember 2022

Ganjar Serahkan Keputusan Pencapresan ke Ketua Umum Partai

Ganjar Pranowo menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai pencapresan untuk Pilpres 2024 kepada para ketua umum partai.

NEWS | 3 Desember 2022

Rumah Contoh Tahan Gempa Dibangun di Cianjur

Rumah contoh tahan gempa dibangun di Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di Kampung Nagrak, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur Kota.

NEWS | 2 Desember 2022

Gempa Cianjur: BMKG Ungkap 4 Penyebab Kerusakan Bangunan

BMKG memaparkan empat faktor utama penyebab kerusakan bangunan akibat guncangan gempa Cianjur, Jawa Barat.

NEWS | 2 Desember 2022

Wapres Harap Yudo Margono Teruskan Kebijakan Keamanan Papua

Wapres berharap Laksamana TNI Yudo Margono, sebagai calon panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa, dapat melanjutkan kebijakan keamanan di Papua.

NEWS | 2 Desember 2022

Kematian Covid-19 Jadi Proporsional, Pakar: Percepat Booster

Dicky Budiman menyatakan bahwa pemerintah harus segera mempercepat vaksinasi Covid-19 booster pertama dan kedua karena kasus kematian jadi proporsional.

NEWS | 2 Desember 2022

Jusuf Kalla Kenang Ferry Mursyidan Baldan Sebagai Sosok Humoris

Jusuf Kalla (JK) mengenang mantan menteri Agraria dan Tata Ruang/kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan sebagai sosok humoris.

NEWS | 2 Desember 2022

Presiden Jokowi Melayat ke Rumah Duka Almarhum Ferry Mursyidan Baldan

Presiden Jokowi melayat ke rumah duka almarhum Ferry Mursyidan Baldan di daerah Slipi, Jakarta Barat, pada Jumat (2/12/2022).

NEWS | 2 Desember 2022

Yudo Margono Bakal Perhatikan Kesejahteraan Prajurit

Peningkatan kesejahteraan prajurit TNI menjadi salah satu hal yang diperhatikan Laksamana Yudo Margono.

NEWS | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Emas Ambles US$ 5,6 karena Kuatnya Data Pekerjaan AS

Harga Emas Ambles US$ 5,6 karena Kuatnya Data Pekerjaan AS

EKONOMI | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE