Logo BeritaSatu

BA.4.6 Ciptakan Gelombang Baru? Epidemiolog: Terlalu Dini

Minggu, 18 September 2022 | 05:18 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman menilai masih terlalu dini menyatakan subvarian Omicron BA.4.6 bisa menimbulkan gelombang baru Covid-19. Meski penularannya relatif lebih cepat dibanding subvarian sebelumnya, yakni BA.5 dan BA.2.75, belum ada bukti varian baru ini akan menimbulkan penyakit lebih berat, menghindar dari imunitas, atau resisten terhadap vaksin.

"Saya menilai masih terlalu dini kalau kita sebut ini akhirnya akan menjadi potensi gelombang berikutnya. Walaupun virus itu punya potensi penularan lebih cepat, tetapi kita masih harus menunggu data lebih solid," ucap dia kepada Beritasatu.com pada Sabtu (17/89/2022).

Menurutnya prediksi ini mengacu pada pengalaman varian sebelumnya, yakni BA.2.75. Saat subvarian BA.2.75 muncul, banyak pihak berpendapat bahwa BA.2.75 akan mendominasi kasus Covid-19 di dunia karena cepatnya penularan. Namun kenyataannya di lapangan, kasus Covid-19, termasuk di Indonesia masih didominasi oleh subvarian BA.5.

"Kasus BA.2.75 di beberapa wilayah ada yang terlihat meningkat, tetapi secara umum belum bisa mengalahkan dominasi BA.5, yang saat ini yang menjadi faktor kontributor perburukan gelombang di dunia atau di semua negara," ungkap Dicky.

Dijelaskan bahwa kecepatan penularan subvarian baru perlu menjadi perhatian bersama. Berdasarkan informasi The Centre for Medical Genomics at di Rumah Sakit Ramathibodi Thailand, penularan BA.4.6 mencapai 15 % lebih menular daripada BA.5 di dunia secara umum. BA.4.6 juga 12% lebih mudah menular dibanding BA.2.75 di dunia secara umum, bahkan dapat sampai 53% lebih mudah menular dari BA.2.75 di Asia.

"Kita tahu BA.5 saja sudah melebihi subvarian atau variant of concern sebelumnya. Kehadiran BA.4.6 yang pertama atau baru terlihat yang jelas memang terlihat di kecepatannya, kecepatan penularan, bahkan lebih dari BA.2.75 yang sebelumnya juga diprediksi cepat," urainya.

Di sisi lain, dia tidak memungkiri, munculnya BA.4.6 kemungkinan akan membawa masalah baru, yakni bisa menginfeksi kembali (reinfeksi) masyarakat yang sudah terinfeksi BA.5.

"Ini artinya turunan dari subvarian Omicron seperti BA.5 atau BA.4.6 ini menjadi masalah ya karena itu, orang yang sudah terinfeksi benar-benar tidak punya proteksi lama. Oleh karena itu apapun subvarian dan varian-nya kita harus mengejar cakupan vaksinasi booster," papar dr Dicky.

Adapun BA.4.6 sudah menyebar di 43 negara. Laporan Centres for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, mencatat 4,1% kasus Covid-19 di negara itu merupakan varian baru. Data ini diambil sampai tanggal 30 Juli 2022. Persentase kasus di negara-negara bahkan lebih tinggi lagi. Jika persentase kasus Covid-19 secara nasional mencapai 4,1% persentase di empat negara bagian mencapai 10,7%.

Ia menuturkan bahwa gejala dari subvarian Omicron ini hampir serupa dan lebih dominan di saluran napas atas. Jika terpapar, gejala didominasi dengan gatal di tenggorokan dan flu. "Memang varian ini untuk menyerang paru berkurang saat ini, tapi bukan tidak ada ya. Bisa fatal juga. Tapi lebih berkurang dari Delta," ujar Dicky.

Bahkan, sebagian besar yang terinfeksi BA.4.6 adalah mereka yang pernah terinfeksi atau yang memiliki kekebalan dari vaksinasi. Sehingga, saat ini tidak bisa hanya dengan mengandalkan vaksin ataupun pernah terinfeksi.

"Tetap vaksin punya peran agar tidak terjadi keparahan lebih. Namun, pesan pentingnya tidak bisa andalkan vaksin dan terinfeksi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), 5M dan 3T itu yang harus tetap dilakukan selama masih pandemi," tegas Dicky.

Dicky menambahkan, bila melihat progres peningkatan subvarian ini bahkan sudah mencapai 25 persen per pekan di Australia dan AS. Meskipun sebarannya masih di bawah subvarian BA.4 dan BA.5, namun tidak menutup kemungkinan subarian BA.4.6 akan mendominasi di kemudian hari.

"BA.4.6 ini trennya bisa menginfeksi dan reinfeksi ini membuat potensi mendominasi dengan kemampuannya terus bertambah artinya punya kemampuan," pungkas dr Dicky.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Trauma, Korban Gempa Cianjur Mengungsi ke Majalengka

Sebanyak 17 korban gempa Cianjur mengungsi ke rumah saudaranya di Desa Sukasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa (29/11/2022).

NEWS | 29 November 2022

Pemetaan demi Pembenahan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Guru SDN 1 Kuta Febri Nirmala menjadikan ruang kelas sebagai rumah kedua demi mendorong kemampuan belajar para siswanya.

NEWS | 29 November 2022

40 Tahun Tertidur, Gunung Berapi Terbesar di Dunia Meletus di Hawaii

Gunung berapi aktif terbesar di dunia Mauna Loa, meletus untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, memuntahkan lahar dan abu panas pada Senin di Hawaii.

NEWS | 29 November 2022

Hina Pedangdut Dewi Perssik, Winarsih Jadi Tersangka

Winarsih ditetapkan sebagai tersangka karena menghina dan mencemarkan nama baik pedangdut Dewi Perssik.

NEWS | 29 November 2022

Sidang Brigadir J hingga Impor Beras Terpopuler di Beritasatu.com

Sidang perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan isu impor beras menjadi berita terpopuler di Beritasatu.com

NEWS | 29 November 2022

BNPB: Bencana Hidrometeorologi Diperkirakan Merata pada Desember

BNPB menyatakan, potensi terjadi bencana hidrometeorologi diperkirakan merata pada Desember 2022 mendatang.

NEWS | 29 November 2022

Tim Peneliti UGM Klaim Deteksi Gejala Sebelum Gempa Cianjur

Gejala gempa Cianjur itu tertangkap melalui sistem peringatan dini yang dikembangkan UGM dengan mengukur konsentrasi gas radon dan groundwater level 1-3.

NEWS | 29 November 2022

Ganjar Instruksikan Pemda ke Lapangan Antisipasi Inflasi

Ganjar Pranowo menginstruksikan 35 pemda untuk turun ke lapangan secara rutin hingga Januari 2023 guna mencegah terjadinya inflasi.

NEWS | 29 November 2022

Menlu Retno: Indonesia Akan Jadikan ASEAN sebagai Pusat Pertumbuhan Dunia

Menlu Retno Marsudi menegaskan, Indonesia akan menjadikan kawasan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan dunia selama menjabat sebagai Ketua ASEAN. 

NEWS | 29 November 2022

Hujan Deras Guyur DKI, Beberapa Ruas Jalan Terendam Banjir

Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Senin (28/11/2022) petang, mengakibatkan beberapa ruas jalan teredam banjir.

NEWS | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Satelit Karya Anak Bangsa Diluncurkan Bareng Roket Elon Musk

Satelit Karya Anak Bangsa Diluncurkan Bareng Roket Elon Musk

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE