Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Bareskrim Amankan 111 Barang Bukti Perkara Wanaartha Life

Minggu, 18 September 2022 | 18:37 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WM
Garis polisi (police line) di pintu masuk Kantor Pusat Wanaartha Life, Mampang, Jakarta, pada 15 September 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Bareskrim Polri mengamankan sebanyak 111 objek barang bukti dalam perkara pemalsuan data dan penggelapan premi di PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life). Sejumlah barang bukti tersebut diperoleh penyidik saat menggeledah Kantor Pusat Wanaartha Life, Mampang, Jakarta, 14-15 September 2022.

Hal itu dipaparkan Manajemen Wanaartha Life dalam surat pemberitahuan kepada para pemegang polis pada 16 September 2022, dengan nomor surat 295/BOD/WAL/IX/2022. Surat tersebut diterima Investor Daily, pada Minggu (18/9/2022).

Direktur Utama Wanaartha Life mengungkapkan, penggeledahan dilakukan sejak pukul 15.00 WIB pada 14 September 2022 hingga 04.00 WIB pada 15 September 2022 di Kantor Pusat Wanaartha Life. Adapun kantor yang dimaksud beralamat di GRHA WanaArtha, Jl Mampang Prapatan Raya No 76, RT 8/RW 6, Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Terkait hal tersebut , Wanaartha Life sangat mendukung dan kooperatif sepenuhnya terkait pelaksanaan tahapan penyidikan dimaksud, yaitu diantaranya memberikan keterangan, mengikuti dan mematuhi serta menyerahkan dokumen maupun barang/objek yang diminta dan memang berada di Kantor Wanaartha Life, selama pelaksanaan tahapan penyidikan dimaksud," beber Adi.

Dia menjelaskan, kunjungan dan pemeriksaan lapangan oleh tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri telah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mereka telah dilengkapi dengan surat-surat perintah dan penetapan pengadilan terkait penggeledahan dan penyitaan.

"Terdapat tanda terima dari penyidik kepada manajemen Wanaartha Life atas penyerahan 111 item objek/barang bukti , diantaranya berupa dokumen fisik, dokumen elektronik, perangkat lunak, dan perangkat elektronik untuk mendukung tahapan penyidikan dimaksud," beber Adi.

Dia menerangkan, tim penyidik memastikan agar Kantor Pusat Wanaartha Life di Mampang itu dalam keadaan status quo dan steril setelah dilakukan penggeledahan. Berdasarkan Berita Acara, Tim Penyidik melarang akses ke Kantor Wanaartha Life dengan memasang garis polisi di bagian pintu masuk.

"Wanaartha Life sangat berharap tahapan penyidikan sebagaimana dimaksud di atas dapat mendukung pelaksanaan tugas Bareskrim Polri dalam mengungkapkan secara transparan dan akuntabel dugaan 'kejahatan keuangan' yang beberapa tahun belakangan terjadi di Wanaartha Life. Hal ini semata-mata demi kebenaran dan keadilan serta kepentingan para Pemegang Polis Wanaartha Life," jelas Adi.

Namun demikian, terpasangnya garis polis itu membuat operasional dan layanan perusahaan beralih ke Kantor Wanaartha Life di bilangan Tangerang. Tepatnya di Serpong Town Square Blok AA No. 15-16, JI MH Thamrin, RT 007/RW 001, Kel Cikokol, Kec Pinang , Kota Tangerang, 15143.

Adi mengungkapkan, pemeriksaan dan penggeledahan oleh tim penyidik Bareskrim Polri itu memberi sejumlah dampak pada operasional dan layanan perusahaan. Salah satunya yakni atas pemblokiran rekening-rekening Wanaartha Life di Bank BCA.

"Manajemen Wanaartha Life mohon pengertian atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul terhadap surat-menyurat, komunikasi maupun program cicilan pembayaran dengan skala prioritas yang sedang berjalan, yang disebabkan penyesuaian mekanisme kerja yang harus dilakukan oleh manajemen dengan menyikapi situasi tersebut di atas," ungkap Adi.

Di sisi lain, dia mengungkapkan bahwa proses perkara keberatan di tingkat pertama yang diajukan Wanaartha Life terkait penyitaan dan pemblokiran rekening perusahaan telah dikabulkan oleh Majelis Hakim. Saat ini Mahkamah Agung (MA) mengajukan upaya hukum kasasi yang telah terdaftar dengan nomor 5728 K/PID SUS/2022 dan tengah diperiksa lebih lanjut oleh Majelis Hakim pada tingkat kasasi.

Secara terpisah, Nasabah Wanaartha Life Freddy Handojo merespons perkembangan penanganan perkara hukum pemalsuan data dan penggelapan premi di Wanaartha Life. Dia mengungkapkan, ada dua pandangan umum dari nasabah-nasabah perseroan saat ini, khususnya terkait dengan penolakan praperadilan oleh Majelis Hakim PN Jakarta Selatan atas tersangka MP, EP, dan RzP.

Pertama, kata dia, ada sebagian nasabah yang menyayangkan keputusan tersebut dengan alasan bahwa tersangka yang merupakan komisaris sekaligus pemilik Wanaartha Life menjadi tidak bisa merestrukturisasi perusahaan. "Ini alasan saja, karena sebelum status tersangka sejak jelang tiga tahun lalu juga tidak ada usaha, upaya untuk restrukturisasi dengan suntik dana dan cari investor sesuai dengan imbauan OJK," kata dia.

Freddy menambahkan, sebagian nasabah lain mendukung penolakan praperadilan. Bahkan sebagian nasabah juga berharap penyidikan bisa berlanjut hingga berkas lengkap (P-21) dan mampu menyingkap aliran dana nasabah yang sampai saat ini tersandera.

Pihak manajemen Wanaartha Life sudah dicoba dihubungi untuk mengetahui lebih lanjut imbas dari penyitaan barang bukti dan upaya terkini perseroan dalam penyelesaian permasalahan. Begitu juga konfirmasi kepada Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan Februanto terkait penanganan kasus ini. Meski begitu, kedua pihak belum memberi respons sampai tulisan ini dibuat.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI