Logo BeritaSatu

SBY Tuding Pemilu 2024 Tidak Jujur, Perludem: Harus Dijelaskan Berbasis Data

Senin, 19 September 2022 | 12:11 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FFS

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan siap turun gunung karena adanya tanda-tanda Pemilu 2024 tidak jujur dan adil.

Menanggapi hal itu, anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyatakan pernyataan SBY tersebut harus dibarengi dengan penjelasan yang berbasis data dan bukti yang kuat.

Advertisement

“Tentu SBY yang perlu menjelaskan hal ini berbasis data dan bukti yang beliau miliki,” kata Titi Anggraini kepada Beritasatu.com, Senin (19/9/2022).

Titi mengungkapkan, untuk mencegah terjadinya kecurangan dan ketidakadilan dalam setiap tahapan pemilu, semua partai politik bersama elemen masyarakat perlu mengawal dan memantau penyelenggaraan pemilu.

“Sebagai bagian dari publik dan masyarakat sipil, kita semua perlu mengawal dan memantau penyelenggaraan setiap tahapan pemilu 2024 agar berjalan sesuai dengan koridor praktik pemilu demokratis,” ujar Titi Anggraini.

Apa saja yang harus dikawal dan diawasi, lanjut Titi, mulai dari kerja penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu, hingga kepatuhan para kontestan terhadap praktik pemilu yang bebas, adil, dan berintegritas.

“Mulai dari kerja-kerja penyelenggara sampai pada kepatuhan para kontestan terhadap praktik pemilu yang bebas, adil dan berintegritas,” tegas Titi Anggraini.

Diberitakan, SBY menyatakan kesiapannya turun gunung karena adanya tanda-tanda kecurangan pada Pemilu 2024. Menurut SBY, ada upaya untuk mengatur pilpres hanya diikuti oleh dua pasangan capres dan cawapres.

Hal ini disampaikan SBY dalam rapimnas Partai Demokrat di JCC, Jakarta, belum lama ini.

“Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil,” ujar SBY.

“Konon akan diatur dalam pemilihan presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka,” kata SBY.

SBY juga mengaku mendapat kabar oposisi seperti Partai Demokrat dicegah untuk mengusung capres-cawapres sendiri. Upaya tersebut, katanya, merupakan suatu tindakan yang jahat.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Australia Bakal Ganti Gambar Ratu Elizabeth di Pecahan Uang Kertas 5 Dolar

Australia akan mengganti gambar Ratu Elizabeth II dari pecahan uang kertas 5 dolar A$ 5 dengan desain baru mencerminkan dan menghormati sejarah budaya Pribumi.

NEWS | 2 Februari 2023

Ibu Richard Eliezer Harap Anaknya Divonis Seringan-ringannya

Rynecke Alma Pudihang, ibu Bharada Richard Eliezer atau Bharada E berharap anaknya dapat divonis seringan-ringannya dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

NEWS | 2 Februari 2023

Polda Libatkan Tim TAA dalam Rekonstruksi Ulang Kecelakaan yang Tewaskan Mahasiswa UI

Polda Metro Jaya melibatkan tim TAA Korlantas Polri dalam rekonstruksi ulang kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI M Hasya Atalla Saputra.

NEWS | 2 Februari 2023

Kuasa Hukum Putri Candrawathi Ungkap Ada 11 Asumsi Jaksa Penuntut

Febri Diansyah, kuasa hukum Putri Candrawathi mengungkap ada 11 asumsi jaksa penuntut umum dalam menyusun tuntutan dan replik perkara Brigadir J. 

NEWS | 2 Februari 2023

Pembuat APK Undangan Nikah Palsu untuk Kuras Saldo Korban Ditangkap di Sulsel

Tim Cyber Mabes Polri menangkap pria berinisial IA yang membuat APK 99 dalam bentuk aplikasi undangan pernikahan palsu di Sulsel.

NEWS | 2 Februari 2023

Kuasa Hukum Richard Eliezer Tuding Jaksa Sedang Galau

Tim kuasa hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E menuding jaksa sedang galau saat menuntut Eliezer 12 tahun penjara atas kasus Brigadir J. 

NEWS | 2 Februari 2023

Pelaku Bom di Masjid Pakistan Berseragam Polisi

Pelaku bom di masjid yang menewaskan 101 orang di markas polisi di Pakistan berseragam polisi dan helm ketika melakukan serangan.

NEWS | 2 Februari 2023

Mahasiswa UI Tewas Ditabrak Jadi Tersangka, Legislator: Polisi Harus Komprehensif

Anggota Komisi III DPR Taufik Basari meminta polisi komprehensif menangani kasus kecelakaan Hasya Athallah mahasiswa UI tewas ditabrak malah jadi tersangka.

NEWS | 2 Februari 2023

Sopir Ojol yang Tolong Hasya Mahasiswa UI Tidak Lihat Ada Luka di Tubuh Korban

Agus, seorang sopir ojol mengaku tidak melihat luka pada tubuh Hasya Athallah saat menolong mahasiswa UI itu usai kecelakaan dengan pensiunan polisi.

NEWS | 2 Februari 2023

Hakim Bakal Jatuhkan Vonis ke Eliezer pada 15 Februari

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) bakal menjatuhkan vonis terhadap Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Rabu (15/2/2023).

NEWS | 2 Februari 2023


TAG POPULER

# Harga Bawang


# Koalisi Indonesia Bersatu


# Bunda Corla


# Serial Killer


# Penculikan Anak


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Australia Bakal Ganti Gambar Ratu Elizabeth di Pecahan Uang Kertas 5 Dolar

Australia Bakal Ganti Gambar Ratu Elizabeth di Pecahan Uang Kertas 5 Dolar

NEWS | 7 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE