Logo BeritaSatu

Kuasa Hukum Surya Darmadi Anggap Jaksa Terburu-buru Susun Surat Dakwaan

Senin, 19 September 2022 | 12:24 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Juniver Girsang, kuasa hukum bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng, menganggap jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung (Kejagung) terburu-buru dalam menyusun surat dakwaan terhadap kliennya. Hal itu disampaikan Juniver Girsang dalam eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/9/2022).

Diketahui, Surya Darmadi alias Apeng didakwa telah melakukan korupsi terkait penyerobotan lahan untuk perkebunan sawit oleh perusahaannya. Korupsi tersebut diduga menimbulkan kerugian sekitar Rp 86,5 triliun.

Advertisement

"Bahwa istilah kata sumir dan prematur dalam konteks surat dakwaan diartikan sebagai dakwaan yang disusun dan atau dibuat terlalu singkat dan terburu-buru yang belum saatnya untuk diajukan ke depan persidangan," kata Juniver.

Juniver menyampaikan imbas dari suray dakwaan yang disusun JPU tersebut, Surya Darmadi telah menjadi korban dari proses penegakan hukum. Dia menilai, ada tujuan tertentu sehingga dakwaan disusun terburu-buru, meskipun tidak diungkapkan lebih lanjut yang dimaksud terkait hal itu.

Dia menekankan, Pasal 110 dan Pasal 110 b UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja juncto Putusan MK Nomor 91/PUU-18 Tahun 2020 masih memberikan waktu selama tiga tahun kepada pelaku usaha untuk menuntaskan administrasi pengurusan izin pelepasan kawasan hutan.

"Hanya dikenakan sanksi administratif atas pelanggaran ketentuan dimaksud," tutur Juniver.

Untuk itu, Juniver meyakini kliennya tidak akan menjalani proses hukum seperti sekarang ini jika JPU tidak terburu-buru dalam mengambil langkah. Dia pun menjelaskan dasar penilaiannya itu.

"Karena beberapa perusahaan milik terdakwa yaitu PT Palma Satu, PT Seberida Subur dan PT Panca Agrolestari masih memiliki waktu tiga tahun sampai 2023 untuk menyelesaikan semua proses administrasi pengurusan izin pelepasan kawasan hutan tersebut. Sementara PT Kencana Amal Tani dan Banyu Bening Utama sudah memiliki hak guna usaha atau HGU," ungkapnya.

Dalam kasus ini, Apeng didakwa melakukan korupsi yang menyebabkan kerugian perekonomian negara sekitar Rp 73,9 triliun. Korupsi terkait penyerobotan lahan untuk perkebunan sawit oleh perusahaan Apeng itu dilakukan bersama eks Bupati Indragiri Hulu Raja Thamsir Rachman.

Apeng disebut telah memperkaya dirinya sebesar Rp 7,5 triliun dan US$ 7,8 juta. Dia juga didakwa merugikan keuangan negara Rp 4.798.706.951.640,00 dan US$ 7,8 juta. Total kerugian di kasus ini senilai Rp 86,5 triliun.

Apeng didakwa dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Apeng juga didakwa dengan Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ratusan Mahasiswa UB Malang Keracunan, Kegiatan KKM Tak Dilanjutkan

Ratusan mahasiswa teknik UB Malang yang mengalami keracunan massal dipulangkan dari kegiatan Kemah Kerja Mahasiswa (KKM).

NUSANTARA | 8 Februari 2023

Garuda Indonesia Tanggapi 2 Kreditur Ajukan Pembatalan Perdamaian

Dua kreditur PT Garuda Indonesia Tbk (GIIA), mengajukan pembatalan perdamaian proses homologasi PKPU ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Pemkot Padang Kejar Produksi Padi Lebih dari 68.000 Ton

Hasil produksi padi di kota Padang pada tahun 2023 ditargetkan bisa melebihi angka 68.000 ton sebagaimana target yang telah ditetapkan oleh Sumbar.

NUSANTARA | 9 Februari 2023

PUPR Targetkan Pembangunan Jalan Tol 509,01 Km di 2023

Kementerian PUPR menargetkan penambahan total jalan tol baru sepanjang 509,01 kilometer (km) pada tahun 2023.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Benahi Nilai Aset Perusahaan, Jiwasraya Lakukan Efisiensi

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) berupaya melakukan efisiensi demi menjaga nilai aset perusahaan, sebelum dialihkan ke PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life).

EKONOMI | 8 Februari 2023

Terjebak 52 Jam, Bocah 8 Tahun Berhasil Diselamatkan dari Reruntuhan Gempa Turki

Yigit Cakmak yang baru berumur delapan tahun terlihat memeluk ibunya setelah berhasil diselamatkan dari reruntuhan setelah terjebak selama 52 jam.

INTERNASIONAL | 8 Februari 2023

Ombudsman Tegaskan Siap Kawal Pembentukan Bursa Kripto

Yeka menegaskan, Ombudsman akan mengawal pembentukan bursa kripto untuk mencegah maladministrasi yang merugikan masyarakat.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Mobil Tabrak Mahasiswi di Cianjur, Kejari Cek Ulang Audi karena Ada Simpang Siur Informasi

Kejari melakukan cek ulang Audi karena masih terjadi simpang siur informasi terkait mobil yang diamankan dengan yang diduga digunakan saat kejadian.

MEGAPOLITAN | 8 Februari 2023

OJK Prediksi Piutang Multifinance Tumbuh hingga 15% di 2023

Berdasarkan outlook Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan multifinance diproyeksi tumbuh hingga 15% pada tahun 2023.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Jawab Arahan Presiden Jokowi, Ini Hasil Rapim TNI-Polri

Presiden Jokowi memberikan arahan kepada TNI-Polri untuk bersinergi menjaga kondusivitas tahun politik hingga tidak terlibat politik praktis.

NASIONAL | 8 Februari 2023


TAG POPULER

# Lee Da In


# 1 Abad NU


# Christine Hakim


# Susi Air


# Praxion


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ratusan Mahasiswa UB Malang Keracunan, Kegiatan KKM Tak Dilanjutkan

Ratusan Mahasiswa UB Malang Keracunan, Kegiatan KKM Tak Dilanjutkan

NUSANTARA | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE