Logo BeritaSatu

Kasus Melandai, Ini Penjelasan Satgas IDI soal Protokol Pemakaman Jenazah Covid-19

Senin, 19 September 2022 | 16:20 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Erlina Burhan mengatakan, protokol pemakaman jenazah Covid-19 saat ini sudah tidak seketat sebelumnya, karena saat ini situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sudah melandai.

"Kalau sebelumnya, usai pemakaman, kita yang ikut proses tidak boleh langsung pulang ke rumah, tetapi wajib membersihkan diri dahulu di luar sebagai langkah protokol kesehatan (prokes)," katanya saat menjawab pertanyaan Beritasatu.com pada talkshow bertajuk "Mengapa Booster Masih Diperlukan?" di Jakarta, Senin (19/9/2022).

Dokter dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI ini mengungkapkan angka penularan Covid-19 di Indonesia sudah menurun atau melandai. Angka yang menurun mengartikan penularan Covid-19 yang mulai terkendali dan membuat protokol pemakaman pasien Covid-19 tidak ketat seperti sebelumnya.

Menurutnya, bila ada anggota keluarga yang meninggal meski belum terkonfirmasi, namun ada kecurigaan terpapar Covid-19 dan ingin dimandikan dahulu sebelum dimakamkan, upaya yang dilakukan adalah tetap melakukan protokol kesehatan.

"Biasanya jenazah pasien Covid-19 wajib dimandikan oleh petugas rumah sakit atau petugas kesehatan. Namun apabila meninggal di rumah, anggaplah itu terpapar Covid-19, maka sebaiknya saat memandikan wajib memakai sarung tangan dan memakai masker untuk menutupi hidung dan mulut sebagai prokes dan pencegahan," saran dr Erlina.

Dokter spesialis penyakit paru-paru Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur menjelaskan memakai masker dan sarung tangan saat memandikan jenazah Covid-19 sangat penting bagi pihak yang memandikannya. Meski jenazah tidak mungkin akan batuk lagi, namun yag namanya virus itu adalah sesuatu yang baru dan tidak dapat diketahui secara pasti.

"Hal ini dikarenakan pada saat memandikan, kita terkadang menyentuh cairan tubuh dari si jenazah. Bisa jadi salah satu virus berada di dalam cairan tubuh. Oleh sebab itu pencegahannya adalah memakai sarung tangan dan masker. Karena apa, ingat pemandian jenazah itu adalah proses kesedihan kehilangan anggota keluarga yang kita bisa sambil menangis dan kadang lupa bisa menggosok hidung atau air mata kita sendiri dan bisa menular ke kita atau bahkan ada kerumunan dari anggota lainnya karena ingin berempati," pungkas dr Erlina.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ada Sosok Perempuan Menangis di Momen Sambo dan Putri Bertengkar

Ada sosok perempuan misterius yang menangis ketika Ferdy Sambo dan Putri bertengkar. Bharada E mengaku tidak mengenali perempuan misterius itu.

NEWS | 30 November 2022

Pemilu 2024, Mardani PKS Usul Hak Pilih ASN Dihapus

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera mengusulkan hak pilih ASN di Pemilu 2024 dihapus baik untuk pilpres, maupun pilkada. 

NEWS | 30 November 2022

Penunjukan Yudo Margono Jadi Panglima TNI Dinilai Sudah Tepat

Ketua Umum DPP Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas mengatakan penunjukan Laksamana Yudo Margono sebagai calon panglima TNI sudah tepat. 

NEWS | 30 November 2022

Polisi Luruskan soal Mantra di Rumah Keluarga Tewas di Kalideres

Polda Metro Jaya meluruskan soal mantra yang ditemukan di rumah satu keluarga tewas di Kalideres. Mantra tersebut bukan ditulis di buku, melainkan di kain.

NEWS | 30 November 2022

Takut Mobilnya Disenggol Motor, Ferdy Sambo Marahi Bharada E

Bharada E pernah dimarahi Ferdy Sambo selama menjadi sopir mantan Kadiv Propam Polri itu. Ferdy Sambo memarahi Bharada E karena takut mobilnya disenggol motor.

NEWS | 30 November 2022

Profil Yudo Margono, Anak Petani yang Jadi Calon Panglima TNI

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono ditunjuk Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI. Begini profil Yudo Margono yang merupakan anak petani. 

NEWS | 30 November 2022

Paus Doakan Korban Gempa Cianjur, Ridwan Kamil: Hatur Nuhun

Paus Fransiskus mendoakan korban gempa Cianjur. Atas doa Paus Fransiskus, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengucapkan hatur nuhun.

NEWS | 30 November 2022

Serangan Gelombang Dingin di Xinjiang Tewaskan Tujuh Jiwa

Gelombang dingin di Daerah Otonomi Xinjiang telah menewaskan tujuh orang, menurut situs berita Tiongkok yang mengutip otoritas setempat, Rabu (30/11/2022).

NEWS | 30 November 2022

Bharada E Beberkan Ferdy Sambo dan Putri Pisah Rumah

Di persidangan perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J, Bharada E membeberkan soal Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi pisah rumah. 

NEWS | 30 November 2022

2 Jenazah Kru Helikopter Polri Diserahkan kepada Keluarga

Jenzah Bripda Khoirul Anam dan Briptu Lasminto, dua kru helikopter Polri P-1103 yang jatuh di Babel diserahkan kepada keluarga, Rabu (30/11/2022).

NEWS | 30 November 2022


TAG POPULER

# Putri Candrawathi


# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Keluarga Dibunuh di Magelang


# Helikopter Jatuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hilirisasi Industri, Jokowi Tidak Mau Dengar Investor Dipersulit

Hilirisasi Industri, Jokowi Tidak Mau Dengar Investor Dipersulit

EKONOMI | 23 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE