Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Rekening Diblokir, Surya Darmadi Curhat Tak Bisa Gaji 20.000 Karyawan

Senin, 19 September 2022 | 18:03 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / FFS
Tumpukan uang tunai yang disita Kejagung terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng, Selasa, 30 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com – Bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng menyampaikan curahan hatinya atau curhat kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta terkait rekening perusahaannya yang diblokir oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Dia mengaku tidak bisa menggaji 20.000 karyawan akibat pemblokiran rekening tersebut.

Sebagai informasi, Apeng saat ini menjadi terdakwa perkara dugaan korupsi terkait penyerobotan lahan untuk perkebunan sawit perusahaannya. Pemblokiran rekening perusahaan Surya Darmadi terkait dengan penyidikan kasusnya.

“Kita di luar lima PT ini, semua rekeningnya diblokir pak, semuanya disita, enggak ada kaitan dengan lima PT ini sehingga saya enggak bisa bayar gaji karyawan 20.000. Saya sudah tidak tidur-tidur,” kata Surya Darmadi saat persidangan dengan agenda penyampaian eksepsi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (19/8/2022).

Apeng menyampaikan permohonan kepada majelis hakim agar rekening perusahaannya yang diblokir tersebut bisa dibuka kembali. Dia mengkhawatirkan nasib puluhan ribu karyawannya akibat tidak bisa membayarkan gaji mereka.

“Saya terus terang saja pak, karyawan itu kalau enggak dibayar gaji bagaimana hidupnya, besok rumah, beras sudah enggak ada. Tolong lah Yang Mulia, tolong perhatikan, ini sangat serius pak, pabrik saya semua sudah berhenti,” tutur Surya Darmadi.

Majelis hakim yang diketuai Fahzal Hendri lalu menanggapi permohonan Surya Darmadi tersebut. Dia menekankan, pemblokiran tersebut merupakan bentuk upaya paksa aparat penegak hukum. Dia juga menjelaskan, permohonan Surya Darmadi tersebut di luar dari eksepsi yang dia sampaikan hari ini.

“Jadi keberatan ini di luar itu, ini adalah mengenai formalitas dari surat dakwaan, nah formalitas ini apakah telah memenuhi syarat seperti Pasal 156 dan 153 KUHAP, yang bapak sampaikan tadi adalah materi, kami kan belum melihat seperti apa, nanti akan terungkap dalam persidangan,” tutur Fahzal.

Diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) sebelumnya memblokir seluruh rekening operasional perusahaan PT Duta Palma Group. Pemblokiran ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang menyeret Surya Darmadi alias Apeng.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana menuturkan rekening operasional yang diblokir yakni pada PT Seberida Subur, PT Panca Agro Lestari, PT Palma Satu, PT Banyu Bening Utama, serta PT Kencana Amal Tani. Perusahaan tersebut merupakan anak usaha dari PT Duta Palma Group.

“Rekening-rekening tersebut terdapat pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia,” ujar Ketut dalam keterangannya, dikutip Selasa (9/8/2022).

Dalam kasus ini, Apeng didakwa melakukan korupsi yang menyebabkan kerugian perekonomian negara sekitar Rp 73,9 triliun. Korupsi terkait penyerobotan lahan untuk perkebunan sawit oleh perusahaan Apeng itu dilakukan bersama eks Bupati Indragiri Hulu Raja Thamsir Rachman.

Apeng disebut telah memperkaya dirinya sebesar Rp 7,59 triliun dan US$ 7,8 juta. Dia juga didakwa merugikan keuangan negara Rp 4,7 triliun dan US$ 7,8 juta. Total kerugian di kasus ini senilai Rp 86,5 triliun.

Apeng didakwa dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Apeng juga didakwa dengan Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI