Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

PM Liz Truss: Kematian Ratu Elizabeth Jadi Momen Sulit Inggris

Kamis, 22 September 2022 | 13:16 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Ratu Inggris Elizabeth II dan Pemimpin Partai Konservatif yang baru serta Perdana Menteri terpilih Inggris Liz Truss bertemu di Kastil Balmoral di Ballater, Skotlandia, pada Selasa 6 September 2022, tempat Ratu mengundang Truss untuk membentuk Pemerintahan. 

New York, Beritasatu.com- PM Liz Truss mengatakan kematian Ratu Elizabeth II adalah momen yang sangat sulit bagi Inggris. Seperti dilaporkan AP, Selasa (20/9/2022), Truss mengakui kematian Ratu Elizabeth merupakan tantangan bagi pemerintahan barunya yang belum teruji.

Truss menjabat hanya dua hari sebelum ratu meninggal pada 8 September, dan hari-hari pertama masa jabatannya dihabiskan untuk menghadiri upacara peringatan dan pemakaman raja yang paling lama berkuasa di Inggris.

Untuk sementara, Liz Truss harus mengesampingkan rencana kebijakannya, dan mengatakan dia "fokus untuk memastikan kita sebagai bangsa berduka atas mendiang keagungannya dan menyambut Raja Charles."

“Ini telah menjadi periode penting dan periode kesedihan dan kesedihan yang besar di Inggris, dan saya pikir Anda telah melihat curahan cinta dan kasih sayang yang besar untuk mendiang Yang Mulia serta sejumlah besar kehangatan terhadap Raja Charles III,” ujar Truss kepada wartawan Senin malam saat terbang ke New York untuk menghadiri Majelis Umum PBB.

"Pada pemakaman kami melihat dukungan publik yang begitu besar dan saya juga melihat itu dari para pemimpin dunia yang datang ke London dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

Truss memenangkan kontes kepemimpinan Partai Konservatif pada 5 September dan secara resmi diangkat sebagai perdana menteri oleh ratu pada hari berikutnya di Kastil Balmoral. Ratu Elizabeth meninggal di perkebunan Balmoral kesayangannya di Dataran Tinggi Skotlandia pada 8 September, dalam usia 96 tahun.

Truss mengaku "sangat terhormat" telah ditunjuk oleh ratu dalam salah satu tindakan terakhir raja.

Dengan kematian ratu, perdana menteri baru harus menunda rencana kebijakannya selama 10 hari berkabung nasional. Dia mengatakan bahwa sejak ratu meninggal dia mendapat "dukungan paling luar biasa" dari pegawai negeri, staf kerajaan dan angkatan bersenjata yang bekerja pada rencana yang telah lama dilatih untuk kematian raja dan akibatnya.

“Apa yang menjadi momen yang sangat sulit bagi bangsa kita, cara yang telah diberikan sangat luar biasa. Saya hanya merasa ini adalah bagian yang sangat penting dari peran saya sebagai perdana menteri untuk memastikan bahwa kita menandai momen yang sangat penting ini dalam sejarah bangsa kita,” kata Truss.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI