Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

KIB Dinilai Dapat Siapkan Kader Terbaik sebagai Capres

Kamis, 22 September 2022 | 21:38 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan sambutan pada acara silaturahmi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Plataran Senayan, Jakarta, Sabtu, 4 Juni 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dapat mengajukan kader internal sebagai calon presiden (capres). Menurutnya, KIB bisa mempertimbangkan untuk mengambil posisi capres maupun calon wakil presiden (cawapres).

“KIB ini bisa menyiapkan kader terbaiknya untuk menjadi calon presiden. Artinya ada kecenderungan KIB bisa memakai tiketnya atau tiketnya tidak dirobek, tetapi tiket ini dipakai oleh oleh partai pengusung sendiri dengan mengajukan kader terbaiknya atau ketua umumnya atau tokoh tokoh sentralnya,” katanya di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Pangi mengatakan KIB juga bisa mengajukan kandidat dari eksternal. Hal itu akan meneguhkan KIB sebagai koalisi inklusif dengan memberikan kesempatan pada tokoh eksternal yang tidak terakomodasi partai politik (parpol) lain.

“KIB akan bisa menampung orang-orang yang potensial yang tidak punya boarding pass, yang tidak punya partai. Dia tokoh eksternal, tetapi punya nilai jual yang bagus, elektabilitas yang bagus, maka KIB akan bisa mengakomodasi mereka tokoh-tokoh eksternal untuk memakai boarding pass KIB ini,” katanya.

Menurut Syarwi, proses penjaringan capres maupun cawapres juga menjadi ujian KIB. Pemilihan kandidat akan banyak membutuhkan penyesuaian pada kepentingan politik dari partai anggota koalisi. Hal itu akan sangat berpengaruh pada kerekatan koalisi.

“Daya rekat lem koalisi ini sebetulnya ada pada kandidasi. Inilah soal yang akan diuji. Apakah koalisi KIB mengalami patah di tengah jalan Apakah KIB akan bertahan sampai akhir? Ini daya rekat lem koalisi ini sangat berbasis kepada preferensi kandidasinya,” tegasnya.

Pangi mengatakan tujuan KIB kini ialah menyiapkan kandidat terbaik untuk disajikan pada publik. Hal itu penting untuk menghindari pilpres diikuti dua pasangan calon dan mencegah polarisasi politik identitas dan dan keterbelahan publik. “Jadi, ini misi yang luar biasa KIB,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Riset dan Konsultasi Publik Algoritma Aditya Perdana mengatakan perbincangan soal itu harus segera dituntaskan. Apalagi sejumlah ketua umum partai sudah saling bertemu.

“Pertemuan di pernikahan itu, saya pikir itu bisa jadi clue, satu petunjuk bahwa mereka coba terus mengonsolidasikan agar perbincangan soal capres itu segera dituntaskan. Saya sangat yakin parpol sedang melakukan simulasi, dengan asumsi-asumsi yang ada dasar misalnya dari riset atau survei,” kata Aditya.

Aditya juga menduga pertemuan antara Ketua Umum (ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto ada kaitannya dengan politik. “Saya melihat dan menduga ada pertemuan pak Airlangga dan pak Prabowo yang menunjukkan mungkin, bisa jadi mereka menjadi satu kesatuan. Itu dugaan saya, harus dikonfirmasikan,” kata Aditya.

KIB dijadwalkan akan bertemu di Semarang bulan depan. Koalisi ini beranggotakan Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional ini. “Ini tuan rumahnya PPP. Agendanya itu kelihatannya masih memfinalisasi visi dan misi, tetapi bisa juga sudah mulai bicara nama-nama,” kata Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

TERKINI