Logo BeritaSatu

OTT Terkait Hakim Agung MA, KPK Amankan 205.000 Dolar Singapura

Jumat, 23 September 2022 | 05:12 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA). OTT kali ini berkaitan dengan dugaan penyerahan uang ke hakim atau perwakilannya terkait penanganan perkara di MA. Saat OTT, KPK mengamankan Sin$ 205.000.

Ketua KPK Firli Bahuri menerangkan, pada Rabu (21/9/2022) sekitar pukul 16.00 WIB, KPK memperoleh info seputar penyerahan uang tunai dari pengacara, Eko Suparno kepada PNS pada Kepaniteraan MA, Desy Yustria yang merupakan perwakilan Hakim Agung MA, Sudrajad Dimyati di sebuah hotel di Bekasi.

“Selang beberapa waktu, Kamis sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tim KPK kemudian bergerak dan mengamankan DY (Desy Yustria) di rumahnya beserta uang tunai sejumlah sekitar Sin$ 205.000,” kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2022).

KPK juga langsung mencari serta mengamankan Eko serta pengacara, Yosep Parera yang ada di Semarang dalam rangka permintaan keterangan. Mereka yang diamankan berikut barang bukti dibawa ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut. Selain itu, PNS pada MA, Albasri turut hadir di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta dan menyerahkan uang tunai Rp 50 juta.

“Adapun jumlah uang yang berhasil diamankan sebesar Sin$ 205.000 OTT dan Rp 50 juta,” ungkapnya.

Diketahui, KPK menetapkan 10 tersangka di kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di MA. Mereka yakni Hakim Agung pada MA, Sudrajad Dimyati; hakim yustisial atau panitera pengganti MA, Elly Tri Pangestu; PNS pada Kepaniteraan MA, Desy Yustria dan Muhajir Habibie; PNS MA, Redi dan Albasri; pengacara, Yosep Parera dan Eko Suparno; serta swasta atas nama Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Tersangka Sudrajad, Desy, Elly Tri, Muhajir, Redi, dan Albasri sebagai penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf c atau huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sedangkan Heryanto, Yosep, Eko, dan Ivan Dwi sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Latihan Militer, AS Akan Kerahkan HIMARS ke Latvia

Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan sistem roket HIMARS untuk latihan militer ke Latvia, negara tetangga Rusia.

NEWS | 28 September 2022

KPK Cecar Zumi Zola soal Uang ke Anggota DPRD Jambi

KPK memeriksa eks Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai saksi, Selasa (27/9/2022) dugaan suap pada pembahasan RAPBD Jambi

NEWS | 28 September 2022

KPK Ungkap 3 Hal yang Dapat Buat Penyidikan Lukas Enembe Dihentikan

KPK memaparkan tiga hal yang dapat membuat penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Papua Lukas Enembe dihentikan.

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Minta Penyaluran Bantuan Subsidi Upah Terus Dipercepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) terus dipercepat, sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

NEWS | 28 September 2022

Sudah Berlarut-larut, ICW Desak KPK Jemput Paksa Lukas Enembe

ICW terus mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya jemput paksa terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe

NEWS | 28 September 2022

Ibu Negara Iriana Jokowi dan OASE KIM Kunjungi NTT

Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) bersama para anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) bertolak menuju NTT.

NEWS | 28 September 2022

Bawaslu Cek Laporan Dugaan Pelanggaran Tabloid KBA Newspaper

Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja menyatakan pihaknya akan mengecek laporan dugaan pelanggaran tabloid KBA Newspaper.

NEWS | 28 September 2022

KPK Telusuri Sewa Private Jet Lukas Enembe dan Keluarga

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri penyewaan private jet atau pesawat pribadi oleh Gubernur Papua Lukas Enembe dan keluarga.

NEWS | 28 September 2022

Dukung BPJS Kesehatan, Good Doctor Antar Obat ke Pasien

(Good Doctor) siap mendukung BPJS Kesehatan dengan menyediakan layanan pengiriman untuk distribusi obat dalam uji coba telemedicine JKN

NEWS | 28 September 2022

Partai Demokrat Dukung Penegakan Hukum Kasus Lukas Enembe

Partai Demokrat mendukung penegakan hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Lukas Enembe.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bank bjb Genjot Jumlah Nasabah Lewat Acara Musik di Solo

Bank bjb Genjot Jumlah Nasabah Lewat Acara Musik di Solo

EKONOMI | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings